Janda

Janda
eps 44


__ADS_3

"No, aku tidak mau ini terjadi, " ucap sisca yang sudak mendudukkan dirinya di sebuah bangku taman di dekat klinik tempatnya memeriksakan dirinya,


"ahhhh, " teriakan kencang serta isakan tangis sisca mewakili isi hatinya saat ini, "aku tidak mau, " gumam sisca tangannya kini sibuk memukul perutnya sendiri.


air matanya kini sudah membanjiri pipinya, bajunya sudah kusut akibat ia remas remas dari tadi.


"aku harus apa sekarang, ah sialan kemana perginya si baj*ingan jeff, " gerutu sisca sambil tangannya sibuk mengusap air matanya dengan kasar.


bingung, sedih, gelisah sudah bercampur menjadi satu memenuhi ruang fikir sisca, jika dirinya ketahuan hamil maka tamatlah riwatnya sebagai pramugari, " ah sial sial, " ucapnya sambil memukul perutnya yang masih rata.


"aku harus bisa mencari jalan keluarnya, ayo sisca gunakan otakmu ini untuk berfikir, " sisca merutuki dirinya sendiri tangannya kini menoel noel kepalanya.


………………

__ADS_1


halaman kampus sudah di penuhi dengan banyaknya mahasiswa dan mahasiswi yang berkumpul, tak lupa lidia dan genk juga ikutan melihat dengan apa yang terjadi sehingga semua warga kampus berlarian.


"apa yang terjadi, " bahasa formal si viona salah satu teman lidia,


"ga tau gua, " jawab aqila


sedangkan lidia kini Netranya di sibukkan dengan mencari apa yang sedang terjadi, "hey, apa yang terjadi, " tanya lidia pada teman lelaki yang berdiri di sampingnya,


sedangkan lelaki itu ia hanya mengedikan bahunya, ia juga belum tahu apa yang terjadi,


sedangkan reno ia hanya membalas dengan senyumannya, lidia yang melihat keberadaan reno langsung saja menghampirinya tanpa memperdulikan ke dua temannya itu,


"Bas, ada apa sih, " tanya lidia pada Bastian yang tengah merangkul bahu reno,

__ADS_1


Bastian melirik ke arah lidia sambil tersenyum, "ga tau sayang," ucap Bastian sambil melepaskan rangkulannya pada reno.


memang sejak dulu Bastian menyukai lidia, namun sayang lidia malah menolaknya dengan mentah mentah karena lidia hanya suka pada iqbal dan hanya iqbal seorang bukan Bastian atau yang lainnya,


Reno memang sosok lelaki yang paling dingin di antara ke dua sahabatnya, ia yang melihat ke datangan lidia hanya acuh dan saat sahabatnya melepaskan rangkulan di bahunya, kini ia malah bersedekap dada sambil netranya lurus melihat hasil karya tangannya,


iqbal datang sambil di tangannya ada sebuket bunga mawar merah dan mawar putih yang terlihat sangat cantik, dan di tangannya yang sebelah ia membawa pengeras suara, entah apa yang akan di lakukan oleh seorang Iqbal yang terkenal sangat tampan di antara ke dua sahabatnya itu,


"iqbal, " gumam lidia, kini ia mulai merapikan rambutnya dan memperbaiki style nya,


lidia tersenyum sumringah, " jangan bilang iqbal mau nembak gue, " batinnya tertawa senang, bibirnya tersenyum lebar,


iqbal berjalan ke arah banyak nya balon balon yang sudah dihias dan membentuk sebuah kata ilove you, iqbal mulai berdehem sambil tersenyum, netranya seperti mencari sosok manusia yang belum ia jumpai

__ADS_1


"Dimana maira, " Batin iqbal, netranya masih menari menari mencari sosok perumpuan yang akan ia berikan sebuket bunga mawar yang ada di tangannya.


sedangkan maira ia masih berada di perpustakaan kampus di temani dengan nindi, mereka berdua sedang sibuk mencari sebuah buku untuk mereka tambahkan ke dalam tugas mereka berdua, dan mereka berdua sama sekali tak tahu dengan keributan yang ada di halaman kampus.


__ADS_2