Janda

Janda
eps 67


__ADS_3

seperti yang antoni ucapkan ia tetap dengan pendirian untuk menikahi sisca pradita kekasih yang telah membuat jiwanya begitu buta akan kebenaran, kini susah terlihat ballrome hotel yang begitu mewah dengan dekorasinya,


antoni sudah terlihat tampan dengan setelah tuxedo yang berwarna hitam ia kini berdiri di depan cermin besar sambil tersenyum namun seolah hatinya merasakan ketidak tenangan, jujur saja saat ini hatinya menolak keras untuk menikah namun karena penekanan egonya jadi antoni tetap pada pendiriannya,


"Bagaimana kabar maira, " degh antoni terkejut dengan apa yang dia fikirkan, " maira, " ucap antoni,


entah mengapa ia sangat merindukan wanita yang beberapa minggu lalu telah ia jatuhi talak antoni terdiam dan duduk di atas sofa, sekertaris jordi memasuki ruangan tuannya dengan raut wajah yang datar jujur saja sekertaris jordi sangat tidak setuju dengan keputusan tuannya untuk menikahi sisca karena sebelumnya sekertaris jordi sudah tau seluk beluk seorang sisca pradita,


"tuan acaranya akan segera di mulai, " lapor sekertaris jordi yang kini sudah berdiri di samping tuannya,


dan entah mengapa seakan kaki antoni begitu berat hanya untuk melangkah menuju tempat acara, " kenapa denganku, " batin antoni

__ADS_1


sedangkan di ruangan yang lain sisca sudah terlihat cantik dengan balutan gaun berwarna putih dan make up yang menghiasi wajahnya, ia tersenyum penuh kemenangan hari ini ia akan resmi untuk menjadi nyonya antoni,


"tenang sayang kamu akan segera punya papa, " batin sisca sambil mengelus perutnya


seakan waktu berpihak pada sisca biasanya dia akan mengalami muntah muntah dan sebagainya hari ini ia terlihat lebih segar seperti tidak terjadi apa apa dengannya,


tuan mario dan juga nyonya delya terlihat hadir di acara anaknya nakun tidak ada tanda tanda raut bahagia di qajah mereka berdua, tuan mario lebih memilih menyibukkan dirinya dengan ponsel di tangannya dan nyonya delya hanya diam saja sambil duduk di kursi samping suaminya,


acara antoni kali ini benar benar sangat mewah dan megah tidak seperti pernikahannya dengan maira dulu, antoni sudah duduk di bangku pelaminan begitu juga dengan sisca ia sudah duduk di samping antoni yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


"aku gugup, " bisik sisca, sedangkan antoni hanya tersenyum dan lagi lagi hatinya seprti menolak semua ini

__ADS_1


tuan mario memasukkan ponselnya duduknya ia tegakkan dan hembusan nafas kasar sudah berkali kali ia keluarkan, tidak ada senyum karena memang tidak ada restu atas pernikahan kedua antoni kali ini,


"sayang, " nyonya delya menggenggam tangan suaminya ia sebisa mungkin untuk tersenyum. walaupun hatinya mengajak dirinya untuk pergi dari tempat nya sekarang,


tuan mario menatap nyonya delia sambil mengangguk ia membalas genggaman istrinya dan kini sama sama menatap ke arah anaknya yang sebentar lagi akan mempersunting wanita lain.


"sudah siap, " ucap pak penghulu terhadap ke dua mempelai yang ada di depannya,


kedua pengantin itu saling menoleh dan dama sama mengangguk, kini tangan antoni sudah terulur menerima jabatan tangan pak punghulu dan baru saja pk penghulu mengucapkan kalimatnya, sisca terlihat meringis ia memegangi perutnya yang mengapa tiba tiba terasa sakit dan seperti di aduk aduk,


"Bruk, " sisca terjatuh dari kursi dan pingsan di tempat.

__ADS_1


__ADS_2