
jeff menjadi kikuk sendiri, namun maira malah tersenyum," maaf mr saya harus pergi permisi, " ucap maira sopan ia meraih tasnya membungkuk di hadapan jeff dan segera meninggalkan tempatnya,
"ah sial tuhkan dia jadi pergi, bodoh," jeff kini merutuki dirinya sendiri
maira kini berjalan seorang diri, melirik kesana kemari mencari sosok nindia yang sedari tadi ia tunggu, " ini nih kebiasannya suka ngilang," gerutu maira sambil pandangannya masih celingak celinguk,
Nindi sengaja berjalan mengendap endap di belakang maira, ide jahilnya tak pernah lepas dari dalam kepalanya," maira, " nindi menepuk bahu maira dengan keras bersamaan dengan suaranya yang cempreng,
"aaa, " maira berteriak saking kagetnya dengan perbuatan nindi, " Nindiaaa." ucap maira dengan geram,
"aku bisa mati muda kalau kamu giniin terus, ishh, " ucap maira dan berjaln dengan cepat meninggalkan nindi,
bukannya merasa bersalah nindi malahan tertawa dengan keras sambil mengejar maira yang berlalu pergi begitu saja,
"gitu aja kok marah, " ejek nindi sambil menggandeng lengan maira dengan gemas, " maira jangan marah marah nanti maira cepat tua, kalau maira cepat tua nanti tidak ada yang mau kawinin lagi, " nindi mengejek maira dengan bernyanyi lucu sih bagi nindi, nmun maira hanya diam saja.
__ADS_1
"maira, " lidia berhenti tepat di depan maira dan nindi,
"iya, " seperti hiasa maira akan menjawab dengan ramah dan di barengi dengan senyum manisnya,
"tho the poin aja, karena gue ga mau basa basi sama elu, mulai sekarang jauhin iqbal lu gausah deh sok sok ngedeketin dia, " ucap lidia tanpa tahu malunya,
"hello gue ga salah denger, apa lu bilang tadi maira yang ngedeketin iqbal, aduh aduh oo may got, lidia lidia, ngaca lu ya maira itu ga pernah mau ngedeketin si iqbal, iqbalnya aja yang ganjen ngerayu maira mulu, " itu suara nindi yang menjawab lidia,
"diem lu ya gue ga ngomong ama kaleng bekas kaya elu, " geram lidia sambil nunjuk nunjuk di depan wajah nindi,
"gue belum selesai ngomong ama elu, maira, " teriak lidia dengan suara keras sehingga para mahasiswa dan mahasiswi yang melihatnya menggelengkan kepala ke arah lidia,
"apa lu liat liat, ' sinis lidia dan berlalu pergi menghampiri dua sahabatnya yang tengah nongkrong di kantin kampus,
"kenapa lagi," tanya keyla kepada sahabatnya yang tengah terlihat geram,
__ADS_1
" gue gedek banget ama maira tau gak sih lu, " ucap lidia smbil meneguk minuman di depannya,
"masalah yang tadi, " tanya keyla lagi yang kini kembaki memesan minuman,
lidia mengangguk, " awas aja gue bakalan bikin perhitungan sama maira, supaya dia ga ganjen buat deketin iqbal lagi, " selorohnya sambil menandaskan minuman keyla,
keyla hanya menganggukan kepalanya,
"udahlah ga usah marah lagi," ucap maira sambil mendudukkan nindi di kursi taman kampus,
"gue itu heran banget dah ama elu, lu itu di hina tau ga sih sama si nenek nenek itu dan elu dengan santainya masih aaja senyum senyum ramah ke dia, " kesal nindi sambil bersedekap dada,
maira hanya tersenyum mendengar ocehan sahabatnya yang satu ini, bukannya menjawab maira malah merebahkan kepalanya di bahu nindi.
👑👑👑👑
__ADS_1
semoga suka dengan alur cerita yang udah othor tulis terimakasi sudah mampir 😊