
hening dan tak bersuara seolah suara dua orang yang tengah duduk di atas sofa itu tercekal, hanya suara isakan kecil yang terdengar bik nah yang belum faham akan masalah hanya bisa terdiam melihat dari ujung dapur,
"silahkan, " bik nah menyodorkan minuman dan sedikit cemilan,
"makasi, "seperti biasa maira selalu mengucapkan kata itu setelah bik nah melayaninya,
bik nah hanya tersenyum ia kini bangkit dan meninggalkan tempat itu lagi,
maira melirik jam di dinding yang menempel mama dn papanya pasti pulangnya lama, ia belum menghubungi ke dua orang tunya karrma maira tidak mau membuat mama dan papanya hawatir,
"sayang, " nyonya delya menggenggam tangan mantan menantunya itu dengan air mata yng menetes nyonya delya juga belum mengerti dengan semua yang terjadi ia masih bingung dengan antoni yang menceraikan maira dengan alasan yang belum jelas,
maira melirik ke arah mantan mertuanya dengan senyuman yang ia paksakan, "maaf, ini semua salah kami sebagai orang tua, " nyonya delya mengucapkan ucapannya dengan sangat tulus terlihat dari sorot matanya yang tak bisa bohong nyonya delya adalah mertua yang tulus,.
__ADS_1
maira kembali mengembangkan senyumnya walau tak di pungkiri hatinya bagai tercabik ribuan belati,"ini sudah takdir yang maira harus jalani maira ilhlas menerimnya mom, maira ikhlas," ucap maira yang terdengar sangat tulus.
…………
sedangkan kini di toko kue milik nyonya alina ia tak sengaja menjatuhkan sebuah vash bunga yang ada di atas meja "prang, " vash bunga itu terjatuh,
"astaga, " nyonya alina terkejut dan hatinya tiba tiba berdentum dan berdenyut keras,
"ibu, " lina menggoyangkan tubuh bosnya itu hingga nyonya alina tersadar,
"eh iya, " ucap nyonya alina yang kini telah tersadar sepenuhnya,
kanaya langsung menyodorkan segelas air minum untuk bosnya yang tengah di tuntun untuk duduk oleh lina, nyonya alina mengambil segelas air minum dan ia langsung menegukkan,
__ADS_1
"saya mau pulang, tolong kalian awasi toko dengan baik ya, " ucap nyonya alina yang kini sudh berdiri dan mengambil tas nya,
entah mengapa setelah vash bunga itu ia jatuhkan hatinya tiba tiba memilih untuk pulang ke rumahnya seperti ada maghnet yang menarik dirinya untuk segera pulang ke rumahnya,
"apa yang terjadi, " ucap nyonya alina yang kini tengah duduk di kursi penumpang,
"kenapa hatiku sepeti ini apa ada yang terjadi dengan papa atau maira anakku, " hatinya tiba tiba di landa gelisah,
"lindungilah dua orang yang hamba sayangi, " doa nyonya alina, pak agus mengemudikan mobil dengan laju sedang karena keselamatan majikannya lebih utama di bandingkan apapun,
mobil yang di tumpangi nyonya alina kini sedng terjebak macet di tengah perjalanannya menuju rumahnya hatinya semakin tidak tenang, "jangan sampai ada hal yang tidak hamba inginkan terjadi, " nyonya alina terus saja melangitkan doanya ia juga bingung mengapa hari ini tiba tiba saja oerasaannya menjadi tidak enak rasa resah sedari tadi terus menghampiriny di tambah dengan jatuhnya vash bunga tanpa ia sengaja,
kini mobilnya yang di tumpangi nyonya alin sudah sampai di halaman rumahnya setelah beberapa menit lamanya terjebak macet bik nah yang mendengar suara pintu di ketuk langsung berlari untuk membukannya,
__ADS_1