
"Bagaimana kabarmu sayang, " maira tertegun mendengarkan ucapan seseorang yang ia sangat kenali dari sambungan ponsel miliknya, dengan Buru Buru ia langsung memutuskan sambungannya, "degh, " bukankah itu mas antoni, " batin maira
ponselnya masih ia genggam, jantungnya kebali berpacu dengan kencang setelah mendengarkan ucapan yang sangat ia kenali itu, " untuk apa ia menghubungi ku dan dari mana dia mendapatkannya, " ucap maira sambil duduk di atas ranjangnya,
sedangkan di seberang sana antoni tengah duduk sambil tersenyum melihat ponselnya, jangan tanya dari mana ia mendapatkan nomor ponsel maira, hal itu sangat gampang bagi seorang antoni prajasa, "kamu akan kembali menjadi milikku maira, " tersenyum miring sambil meletakkan kembali ponselnya di atas nakas,
__ADS_1
antoni mengambil jaketnya dan kembali meraih ponselnya di atas nakas memasuki mobilnyad an melaju pergi meninggalkan apartemen miliknya, "selamat malam tuan, " sapa sang body guard yabg berjaga di depan kamar di mana nindia sedang di sekap katanya, "bagaimana, " tanya antkni sambil bersedekap dada, sang body guard langsung membuka pintu memperlihatkan keadaan nindi yang memang sedang pingsan atau tertidur pulas di atas ranjang, "keadaannya baik tuan dan untuk mobil yang dia gunakan sudah kami amankan, " ucap sang body guard,
"Bagus, " antoni langsung keluar dan sang body guard menutup pintu kamar tpat nindia di istirahatkan, " jaga jangan sampai lolos, " antoni langsung meninggalkan tempatnya saat ini dan melaju pergi entah kemana tujuannya saat ini, sebuah taman yang Indah dengan nuansa malam yang menyatu dengan jiwa jiwa yang sepi antoni turun dari mobilnya memilih duduk di antara bangku taman yang dihiasi dengan sinar lampu, banyak pasang jiwa yang lalu lalang datang dari ngan pasangan mereka dan hanya antoni yang mungkin datang dengan sendiri,, " dan benar semuanya tidak bisa ku jaga dan akulah yang menjadi penghancur dalam semua ini, " antoni duduk termegu sendirian sambil mengatupkan tangannya,
"aku berjanji jika kamu kembali menjadi milikku aku akan kita lihat saja nanti, " ucapnya sendiri dan kembali berlalu pergi meninggalkan tempatnya melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, "ah sial bahkan aku belum pernah mengajakku pergi menggunakan mobil ini, " dengan kecepatan penuh antoni kembali melajukan mobilnya membelah jalan Raya begitu banyaknya kendaraan yang melintas berhasil antoni salip dengan lincahnya,
__ADS_1
antoni memasuki apartemennya masuk ke dalam kamar yang sempat maira tiduri ia hirup aromanya dalam dalam antoni tersenyum, " maafkan aku, " antoni tersenyum sambil memejamkan matanya,
hati maira masih saja berdentum dan berdebar sampai pagi bahkan ia sampai duduk terdiam memandangi dirinya di depan cermin, " ada apa dengan diriku, " batin maira rasanya kali ini sulit untuk ia jelaskan bahkan terhadap dirinya, "kenapa harus kembali bukankah dirinya telah menikah dengan kekasih yang konon katanya sangat ia sayangi itu mengapa harus kembali dan membuatku mengingat semuanya, " maira terus saja menatap dirinya di depan cermin
"aku hanya ingin hidup dengan tenang tanpa ada gangguan darimu antoni berhentilah berbuat semau mu, " ucapnya hingga keluar dari rumahnya pergi menuju universitas tempatnya menuntut ilmu.
__ADS_1