Janda

Janda
eps 83


__ADS_3

maira langsung masuk tanpa mencurigai apapun karena yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan sahabatnya nindia, antoni tersenyum karena maira belum menyadari adanya dirinya,"nindi,'" teriak maira smbil melangkah maju antoni dengan sigap berjaan perlahan dan klikk pintu kamar itu tertutup rapat membuat maira menoleh ke belakang dan berhasil membuat maira menganga lebar," kau," bahkan maira langsung menunjuk ke arah antoni,


"hay sayang," bahkan kini dengan jahilnya antoni memhuka jasnya dan mengendurkan dasinya," apa yang kau lakukan, " maira memundurkan langkahnya perlahan debyutan jantungnya mulai berpaacu dengan sangat kencang, " mengapa kau yang ada di sini, dimana nindi, " tanya maira sambil terus melangkah mundur,

__ADS_1


"Nindi, siapa dia, " atoni tetap melangkah maju bahkan kini ia mengangkat lengan bajunya antobi melepaskan dasinya dan membuangnya ke sembarang arah, "mas, stop apa yang kamu mau lakukan, " cegah maira sambil smenyilangkan tangannya, "mari kembali bersamaku, " tawar antoni sambil terus mendekat ke arah maira yang kini sudah Mentok di tembok, "no, aku tidak mau mas ku mohon berhenti berbuat seperti ini aku takut, " jujur maira ia bahkan tak berani menatap mantan suaminya itu," kenapa, hem, " bahkan kini dengan lancangnya tangan antoni mengelus kepala bahkan sampai mencium rambut maira,"harum, " bisik antoni, " berhenti mas, " teriak maira sambil menghempaskan tangan antoni dan dirinya langsung berlari ke arah pintu antoni terlihat santai bahkan ia memilih memasukkan tangannya dke dalam saku celananya,


"kenapa pintunya tidak bisa di buka, " bisik maira sambil terus mencoba membuka pintu kamarnya, "oh ayolah, " maira sudah gemetar ketakutan. sedangkan antoni terlihat sedang menerima panggilan dari seseorang, " lepaskan saja tapi sebelum itu ajak dia untuk makan, " ucap antoni pada sambungan ponselnya dan dirinya langsung memustuskn sambungan,

__ADS_1


antoni kembali mendekat ke arah maira yang berada di pintu, " mau kemana hem, " bisik antoni tepat di telinga maira, "ku mohon tolong buka pintunya, " ucap maira sambil gemetaran, antoni menautkan keningnya," buka," maira langsung mengangguk mendengar ucapan mantan suaminya itu," bukannya tadi kamu langsung masuk tanpa gangguan pintu terkunci," tanya antoni bahkan kini ia mengapit maira dengan tangannya,


drttt,,,.

__ADS_1


ponsel maira berdering di dalam saku dres yang ia gunakan,dan sialnya lagi pagi ini dirinya menggunakan dress selutut menambahkah kesan cantik dirinya, maira dengan segera merogoh ponselnya namun belum sempat ia jawab panghilan yang ia lihat dari iqbal, antobi langsung merampas dan membuangnya ke arah ranjang," ayo kembali bersamaku kita ulang semua cerita yang belum kita buat dari awal," antobi mengangkat wajah maira dengan sebelah tangannya," dan satu lagi aku mau minta maaf terhadap mu atas semua yang terjadi selama kita menikah," antoni terdengar begitu tulus sedangkan maira ia malah menurup matanya ia sama sekali tak berani menata wajah antoni,


tidak menjawab maira hanya menggeleng sambil menutup matanya jemarinya ia remas dengan kuat, " ok baiklah, " maira membuka matanya setelah mendengar jawaban antoni, "ok, kalau kamu tidak mau kembali maka aku akan melakukan hal yang belum kita lakukan saat menikah dulu," dengan sekali gerakan Antoni langsung mengangkat maira Dan menghempaskannya di atas ranjang Yang berukuran King size itu.

__ADS_1


__ADS_2