
"ayo, cepat, " nindia dengan gerak cepat menarik tangan maira saat pulang kuliah, "gue ga mau ya lu pulang bareng si Iqbal ga demen banget gue sumpah liat lu bareng bareng ama tu cowo, " gerutu nindi sambil terus menarik tangan maira sampai ke halaman parkir dimana mobil nindia berada, sedangkan maira bukannya marah ia malah tersenyum saat melihat tingkah sahabatnya Yang satu ini.
"jujur jujur baek ya gue ga suka ga demen banget lu barengan sama Iqbal, " dumel nindi sambil membuka pintu mobilnya memasukan maira ke dalamnya, "yuhuu yuk kita let's go, " mobil nindi melaju meninggalkan halaman parkir kampus, sedangkan iqbal ia berlari sambil memanggil nama maira namun sayangnya maira sudah pergi jauh bersama nindi,
"sial," ucap iqbal sambil menendang kaleng bekas minuman,
"kita ga langsung pulang ya, gue kangen maen ama lu kayak dulu dulu, " ucap nindi sambil terus memacu mobilnya berjalan jauh mencari tempat di mana ia akan bersenang senang berdua,
,,
tak jauh dari tempat mereka berada saat ini ada dua pasang mata Yang sedang mengintai mereka berdua ternyata sedari tadi saat mereka berdua masih berada di kampus
__ADS_1
"tuan target masih terpantau apa rencana harus kami lancarkan saat ini juga, " ucap mata mata itu berincang dengan seseirang di balik seberng sana melalui smbungan ponsel,
"No, tunggu saat target sedang sendirian, " ucap seseorang dari sambungan ponsel Dan langsung ia putuskan secara sepihak,
maira Dan nindi saat ini berada di sebuah taman Yang begitu indah, mereka hanya berdua tak Ada Yang mereka lakukan kecuali nindi Yang mengoceh tak jelas Dan maira Yang hanya mendengarkan sambil tersenyum manis,
"gue naksir berat sama reno, ra, " ucap nindi sambil tiduran di atas paha maira, "andaikan dia tu ngerti perasaan Yang gue rasain, gimana ya kalau gue tu ungkapin gitu perasaan gue Yang sebenarnya ke dia kek gimana, setuju ga lu ra, " ucap nindi sambil memandang wajah maira Yang terlihat ingin sekali tertawa,
"siapa juga ketawa, ya kalau itu menurut kamu baik ya silahkan aja kalau reno belum punya punya pacar tapi kalau dia udah punya pacar ya terima kenyataan, " ucap maira sambil menangkup wajah nindi,
"tu kan galau gue dengan ucapan lu, " ucap nindi sambil menghembuskan nafasnya,
__ADS_1
""
Antoni senyum sendiri saat selesai menerima panggilan dari anak buahnya, "sebentar lagi maira sayang, sebentar lagi kamu akan kembali menjadi milikku, " ucap Antoni sambil memandngi luar jendela di dalam ruangannya, bahkan ia tak menyadari sedari tadi sekertaris jordy memanghil dirinya,
"tuan, " ucap sekertaris jordy sambil berdiri di depan meja tuannya, sudh beberqpa menit lalu sekertaris jordy berdori sambil melihat tingkah tuannya Yang sedak berbicara sendiri, bahkan sekertaris jordi sampai membatin, " inilah mengapa aku selalu memperingati anda tuan supaya penyesalan itu tidak datang padamu, " batin sekertaris jordy,
"tuan, " ucap sekertaris jordy dengan nada sedikit di besarkan sehingga Antoni langsung memalik kursinya,
"hem, " hanya deheman Yang sekertaris jordy terima dari tuannya itu,
"klien sudah menunggu di ruangan meeting beberapa menit lalu, " mendengar hal itu Antoni langsung berdiri Dan menyambar jasnya,
__ADS_1
berjalan dengan santai sambil di ikuti sekertarisnya dari belakang, pintu ruang meeting di buka oleh sekertaris jordy Antoni langsung masuk ke dalam ddan duduk di kursi kebesarannya.