Janda

Janda
eps 46


__ADS_3

sisca sudah di dalam apartemennya, kakinya tidak berhenti mondar mandir sedangkan tangannya kini sibuk mengotak atik ponsel di tangannya, " ah, sial, " bahkan kini ponselnya menjadi sasaran atas kemarahannya,


drt,,,


drt,,


ponsel sisca berdering dengan suara yang sangat keras, di ngan buru buru ia meraih ponselnya kembali setelah ia menghempaskannya dan terjerambat di atas ranjang miliknya,


"ini pastil jeff ," ucap sisca dengan langkah cepat namun sayang itu bukan panggilan dari jeff melainkan madalah pekerjaannya,


dengan segera sisca menjawab panggilan yang masuk karena ini tak kalah pentingnya,


"halo, " ucap sisca berbicara dari sambungan ponselnya,


"maaf, sisca pradita mulai penerbangan besok anda tidak usah ikut karena sekarang anda di pecat secara tidak hormat, " ucap seseorang dari seberang ponsel dan sambungan ponsel sisca terputus begitu saja saat sudah menyampaikan hal yang membuat sisca berdiri terdiam dengan seribu pemikiran di kepalanya,


"hallo, " tutu tut,

__ADS_1


"siaallll, ada apa ini sebenarnya, " lagi lagi ponselnya yang menjadi sasaran kemarahan sisca.


kenapa sisca bisa di pecat, apalagi ibu dewan tadi mengatakan bahwa sisca di pecat secara tidak hormat??


"what about sisca???


"apa yang telah di lakukan sisca sehingga di pecat dengan tidak hormat???


di antara pramugari yang lain, sisca terkenal dengan pekerja yang picik, dia sering kali memarahi penumpang yang lain tanpa ada sebabnya bahkan jika ada anak kecil yang menangis ia tak segan untuk memarahi dan mencubit pipinya


bahkan pada suatu ketika ia bertengkar dengan seorang penumpang perempuan, dan itu bukan pertama kalinya semua perbuatannya sudah di laporkan ke atasan dan sudah di proses sehingga ia di keluarkan secara tidak hormat,


di saat sedang dalam ke adaan gundah seperti ini otak liciknya mulai beraksi,


"aku harus selidiki apakah antoni sudah menikah atau belum, " ucapnya dengan senyum licik yang terbit di bibirnya,


"dan kamu, kamu harus musnah dan kamu harus keluar dari dalam tubuhku, " ucapnya sambil memukul perutnya sendiri "shhht, " bukannya merasa tenang kini sisca malah meringis perutnya bertambah sakit,

__ADS_1


ia kemudian duduk dan berbaring di atas ranjangnya, " sialan, " ucapnya dengan kembali memukul perutnya sendiri,


bahkan kini tabungan sisca mulai menipis,


………………


Antoni masih di sibukkan dengan pekerjaannya, meeting sana sini dengan jordi yang selalu menemaninya kemanapun kaki antoni melangkah,


"heh, " antoni menghembuskan nafasnya dengan kasar bahkan siang ini ia tak punya waktu untut untuk bersantai walau hanya sedikit pun.


begitupun dengan jordi, seluruh badannya sudah terasa pegal semua akibat bolak balik menyetir, ia mulai merenggangkan otot ototnya sebelum client mereka datang, antoni sedikit memejamkan matanya merasakan sensasi lelah dan letih di tubuhnya,


semalam ia tak dapat tidur di tambah hari ini tidak ada waktu istirahat untuk dirinya, antoni memijat plipisnya rasa pusing sudah menyerang di seluruh kepalanya.


jordi yang melihat tuannya tak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa melihat tanpa bisa membantu yang luar dari pekerjaannya bahkan kehidupan pribadi antoni jordi tidak tahu.


antoni sudah menikah saja jordi tidak tahu karena hidupnya hanya sebatas sekertaris dan tidak lebih dari itu, jordi bukan teman antoni mereka kenal saat jordi menjabat sebagai sekertaris pribadinya,

__ADS_1


bahkan di saat lelah seperti ini kini antoni melupakan semuanya termasuk sisca yang ada di fikirannya hanyalah kerja dan pekerjaan tidak lebih dari itu.


__ADS_2