Jangan Nackal, Nurul!

Jangan Nackal, Nurul!
Bercinta di Dalam Mobil (1) (Bab Bonus)


__ADS_3

Di dalam sebuah mobil yang sedang berhenti di pinggir jalan tol…


Kala itu, Nurul begitu bimbang saat tangan Tommy merayap ke atas paha Nurul.  Tommy menemukan bagian berambut dan menelusurkan jari-jarinya, membelainya dengan ringan dan menggoda.


Nurul menghirup napas dengan susah payah.  “Astaga… oh, ya ampun,” ucap Nurul.


Tommy membenamkan jarinya, aliran darahnya makin cepat dan mendapati jika bagian itu telah basah dan hangat dan siap untuk menerima tubuh Tommy.  Membelai bagian itu sesuai dengan ritme, Tommy berbisik, “Dengarkan tubuhmu yang tidak pernah berbohong,” ucapnya.


Tommy menemukan tonjolan kecil dan mengusapnya, yang membuat mata Nurul terbelalak dan aura kepuasan terpancar di wajah Nurul.  “Kamu… pria yang sangat licik,” kata Nurul dengan suara tercekik.


“Licik selicik orang licik.”  Tommy meraih kepala Nurul dengan tangan satunya yang masih bebas.  Ia memeganginya dengan kokoh saat Tommy menurunkan mulutnya untuk mengatup mulut Nurul.  “Dan aku akan selalu melakukan amat sangat banyak kelicikan kepadamu, Sayangku…” ucap Tommy.


Nurul menghela napas.  Helaan napas kecil yang menyatakan persetujuannya dan Tommy memagut mulut Nurul dengan ciumannya.  Ia mengalami penderitaan yang sangat hebat dalam usahanya untuk tidak menakut-nakuti Nurul dengan intensitas dari kebutuhannya.

__ADS_1


Tapi, yang bisa dilakukan Tommy hanyalah menjaga agar ia bisa mencium Nurul dengan lembut.  Padahal sebenarnya ia ingin memaksa Nurul seperti yang biasa dilakukan seorang bajak laut penjarah yang kejam.


Semula Nurul menanggapinya dengan malu-malu dan enggan.  Tapi, saat lidah mereka saling membelit dan bergelut, Nurul mencondongkan tubuh ke arah Tommy.  Ia meraih pinggang Tommy untuk menariknya semakin dekat.  Sebelum Tommy menyadarinya, Nurul telah mencengkeram Tommy dan menariknya kuat.


Tommy melepaskan pakaiannya, lalu ****** ********, untuk memudahkan Nurul.  Tangan-tangan Nurul membelai kedua sisi tubuh Tommy dan memutar untuk membelai punggung Tommy.  Tapi, saat Nurul meluncurkan tangannya untuk menangkup bokong Tommy, Tommy nyaris kehilangan kendali.


“Ya, Tuhan,” gumam Tommy saat menarik lepas mulutnya dari mulut Nurul.  “Kamu ga pernah berhenti mengejutkanku,” ucap Tommy.


Mata Nurul diselubungi oleh gairah dan senyum kepuasan menghiasi bibirnya.  “Jika kamu bisa melakukan hal-hal nakal kepadaku, maka aku pun bisa melakukan hal yang sama kepadamu,” ucap Nurul.


Nurul bergeser untuk memberi Tommy akses yang lebih baik, tapi membuatnya hampir terjatuh  dari kursi.  Rasanya tidak nyaman untuk membelai Nurul dengan posisi seperti ini.


Sambil menggeram, Tommy melepaskan pegangan tangannya dan duduk di kursi.  Setelah memelorotkan celana sampai melewati kedua lututnya, Tommy meraih pinggang Nurul dan mengangkat Nurul ke atas pangkuannya.  Saat mulut Nurul membulat karena terkejut, Tommy mengatur posisi Nurul sedemikian rupa agar ia bisa duduk di atas paha Tommy, rok Nurul terangkat ke atas lututnya.

__ADS_1


Nurul meletakkan tangannya di atas bahu Tommy dan memandangnya dengan mata terbelalak.  “A-apa yang kamu lakukan?” ucap Nurul.


Sambil meraih pakaian Nurul, Tommy melepasnya sehingga Nurul hanya mengenakan pakaian dalamnya.  “Ada lebih dari satu cara untuk bercinta, Nurul.  Aku memperlakukanmu seperti orang liar kemarin, jadi hari ini kamu akan mengatur kecepatannya,” ucap Tommy.


Rona merah mewarnai pipi Nurul saat ia menatap ke bawah dan melihat kejantanan Tommy yang mengeras.  “Aku… aku ga mengerti,” ucap Nurul.


Tommy menyeringai.  “Kayanya kamu ngerti, deh,” ucap Tommy.  Sambil mencengkeram pinggang Nurul, Tommy menarik Nurul mendekat hingga kejantanannya yang keras bisa dirasakan Nurul,  Ujung kejantanan Tommy menyentuh pakaian dalam Nurul.  “Letakkan lututmu di kursi.  Ya seperti itu.  Sekarang berdirilah di atas lutut dan… “


Hanya itu arahan yang diperlukan Nurul.  Walaupun wajahnya memancarkan rona merah, Nurul menempatkan tubuhnya, membungkus Tommy dalam kehangatannya yang lembut dan manis.


“Oh, Tuhan… “ Tommy mengerang.  “Kamu terasa nikmat… Sungguh amat nikmat… “   Seandainya ia bisa tahu sebelumnya tentang kesediaan dan kemahiran Nurul sebagai seorang pembelajar, ia akan langsung melamar Nurul di malam pertama pada saat mereka bertemu.


Kini terlihat cahaya di wajah Nurul sekarang.  Kesenangan atas keberhasilannya, kejutannya dan yang pasti rona merah kegembiraan.  Ia bereksperimen untuk mengayunkan tubuhnya di atas pangkuan Tommy dan Tommy pun terengah-engah.

__ADS_1


Sembari menampilkan senyum kesenangan pada Tommy, Nurul melakukannya lagi.  Hanya untuk menyiksa Tommy, karena Nurul menghentikan gerakan yang dilakukannya.  Tommy menggeliatkan pinggulnya di bawah Nurul.  Ia berusaha membuat Nurul bergerak dengan cara yang diinginkannya, tapi Nurul tetap duduk diam.


“Kamu harus bergerak, Sayang,” Tommy mengerang.  “Ke atas dan ke bawah,” lanjut Tommy.  “Aku tahu bagaimana caranya, Tom.”  Seringai nakal terpampang di wajah Nurul.


__ADS_2