Jangan Nackal, Nurul!

Jangan Nackal, Nurul!
Transformasi Total Nurul


__ADS_3

“Sayang, kamu dari mana aja?  Mama sampai nyariin kamu kemana-mana, loh.  Mama hubungi HP kamu malah ga diangkat-angkat,” ucap Tante Lupita ketika Nurul kembali menemuinya di gedung konser itu.  “Maaf, Tante.  Tadi saya yang ngajak Maria ke tempat teman sebentar.  Kebetulan tempat di sana berisik, jadi pasti Maria ga bisa dengar dering HP-nya,” ucap pemuda yang adalah teman baru Nurul itu.


“Iya, Ma.  Maaf sudah membuat khawatir Mama,” sambung Nurul.  “Ya, syukurlah ternyata putri Mama yang cantik ini lagi sama teman barunya tadi.  Siapa nama temanmu ini?” ucap Tante Lupita.  “Kenalin, Ma, ini Kak Rico.  Kak, ini mamaku,” ucap Nurul.  Pemuda itu pun memberikan salam kepada Tante Lupita dengan sopan.  


“Ma, besok malam Maria boleh pergi ke pesta bareng Kak Rico ga?” tanya Maria langsung saat Rico bersama mereka.  “Ada pesta?  Malam-malam?” tanya Tante Lupita dengan terkejut.  Baginya Nurul begitu hebat karena secepat itu bisa mempunyai teman yang mengajaknya ke pesta.  Hal ini tentu baik untuk perkembangan misi pencarian Nurul. 


“Iya, Tante.  Saya minta izin mengajak Maria besok malam.  Saya akan menjemputnya dan mengantarnya pulang dengan selamat, utuh, ga pakai lecet” ucap Rico.  Melihat gurauan hangat dan kesopanan pemuda itu, Tante Lupita pun mengizinkan janji temu mereka besok malam.


Nurul kembali hanya berdua dengan Tante Lupita.  “Mama, bisakah kita pulang sekarang?” tanya Nurul.  “Kamu masih merasa ga enak badan?” tanya Tante Lupita.  “Iya, tapi selain itu kita udah dapat petunjuk untuk misiku selanjutnya, Ma,” bisik Nurul.  “Oh ya?  Secepat itu, ya?  Hebat sekali kamu, Sayang.  Kalau begitu ayo kita pulang,” ucap Tante Lupita.


Mereka pun pulang dengan menggunakan taksi.  Tuan Sudarsono yang egois itu tidak akan mau menunggu urusan mereka selesai untuk mengantar mereka kembali pulang.  Lagi pula ia memang sengaja tidak ingin terlihat bersama dengan Nurul dan adiknya itu.  Ia membuat rekayasa bahwa keluarga adiknya itu tidak menyukai dirinya sehingga bisa diandalkan dan berperan sebagai orang yang yang bisa dipercaya oleh Icha nantinya, untuk berlindung dari papanya.  Mereka sengaja membuat dua kubu yang berseberangan seperti itu.


*


Waktu berganti. Di dalam rumah,  Nurul memakai pakaian kasual biasa tanpa kerudung.  Ia berulang kali bolak-balik di depan cermin sebelum berani menanyakan penampilannya yang baru itu kepada Tante Lupita.  Ia sendiri pun masih ragu-ragu dengan keputusannya menanggalkan kerudungnya di depan orang banyak, walaupun pakaiannya masih terbilang sopan.

__ADS_1


Namun, langkah ini merupakan langkah yang harus diambilnya segera untuk mempercepat tuntasnya penyamarannya itu.  Di benaknya sudah terbayang bahwa Nurul akan bertemu Icha di lokasi perkumpulan pecinta otomotif itu lalu membujuk Icha pulang dan tugasnya pun selesai.  Tidak ada yang mengenali Nurul di sana, lalu ia bisa kembali pulang ke kampung halamannya.


Nurul pun memberanikan diri menemui Tante Lupita.  Nurul sudah berias dengan sederhana dan menata rambutnya.  Mulanya Tante Lupita tidak mengetahui keputusan Nurul yang akan merubah total penampilannya itu.  Mereka hanya tinggal berdua di sana, sebelumnya kondisi Nurul yang tidak memakai kerudung di dalam rumah adalah hal yang biasa.


“Sekarang Nurul sudah pandai berias,” puji Tante Lupita saat pertama kali melihat Nurul.  “Ma, sebenarnya… “  Dengan ragu-ragu Nurul menceritakan apa yang terjadi tadi siang.  Ia lalu mengungkapkan niatannya itu untuk merubah penampilannya jadi seperti yang Tante Lupita lihat saat ini. 


“Kamu yakin dengan ini, Sayang?” tanya Tante Lupita.  “Kita tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan ini, Ma. Icha ada di depan mata kita,” ucap Nurul.  “Mama ga nyangka kalau langkahmu akan dimudahkan Tuhan seperti ini.  Kamu memang pembawa keberuntungan di rumah ini, Sayang,” ucap Tante Lupita.


“Tapi, Mama akan tetap melindungi kamu.  Mama akan suruh orang untuk mengawasi kamu selama kamu datang ke pesta itu,” ucap Tante Lupita.  Nurul tersentak.  Sebenarnya itu bukanlah pesta sekedar pesta yang biasa diadakan oleh anak-anak kaya secara formal di rumah mereka atau di hotel.  Itu adalah kegiatan tersembunyi para pecinta otomotif yang akan mengadakan balapan liar.


“Mama salah paham.  Bukan pesta yang seperti itu.  Tadi siang Nurul melihat bahwa teman-teman Kak Rico menyukai modern dance.  Aku rasa pesta besok akan diramaikan dengan hal itu, Ma,” ucap Nurul yang akhirnya tidak jadi jujur menceritakan perkara pesta ala muda-mudi jalanan itu. 


Tante Lupita tergelak.  Ia mengakui tentang perbedaan usia dan zaman yang berjarak di antara mereka.  Ia melupakan bahwa ada berbagai jenis acara pesta yang dilakukan oleh anak muda sekarang.


Setelah memperoleh restu Tante Lupita, Nurul kembali ke kamarnya.  Ia tidak perlu menceritakan apa pun mengenai acara itu kepada Tante Lupita.  Yang dibutuhkannya hanyalah terjun langsung ke sana.  Ia tidak ingin pergerakannya terhambat oleh sikap keibuan Tante Lupita yang begitu melindungi Nurul. 

__ADS_1


Lagi pula akan ada orang suruhan Tante Lupita yang bisa ia andalkan untuk keamanan dirinya nanti.  Yang akan Nurul lakukan hanya memberikan klarifikasi kepada Tante Lupita seusai acara, hanya itu.


Terpikir dengan pesta dansa, Nurul pun mencoba untuk belajar menggerakkan tubuhnya pada musik yang ngebit.  Ia mencontoh video orang dari internet, cukup dengan gerakan-gerakan simpel yang bisa ia kuasai dengan cepat.  Dengan begitu Nurul bisa berbaur dan tidak mempermalukan diri untuk disebut sebagai si cupu.


*


Waktu pun berganti.  Nurul telah berdandan secara layak, sebagaimana yang ia contoh dari internet dan menyesuaikan penampilan orang-orang saat berada di tempat battle dance kemarin, sebatas yang ia ingat. 


Nurul menggunakan pakaian Maria.  Ia cukup sopan dengan sweater yang menutupi pakaian mininya di balik sweaternya itu.  Nurul mengenakan celana jeans yang memperlihatkan bentuk tubuhnya walaupun itu menutupi seluruh tubuh bagian bawahnya.  Nurul sudah berlatih mati-matian untuk menyiapkan mentalnya.


Setelah Rico menjemputnya, mereka pun berada dalam satu mobil.  Sebuah mobil sport mewah.  “Maria.  Gua… “ ucap Rico ragu-ragu lalu menggeleng ringan.  “Aku kenapa, Kak?” tanya Nurul.  “Elu cantik,” ucap Rico sembari menggaruk punuknya. 


“Kirain gua lu mau pakai hijab,” lanjutnya.  “Oh, yang kemarin itu.  Aku baru belajar, Kak.  Kadang ya masih suka lepas pasang gini,” ucap Nurul.  “Kirain gua lu beneran ukhti-ukhti.  Sempat bingung juga gua gimana nanti seumpama gua bawa ukhti-ukhti ke tempat balap liar itu.  Bakal bingung juga gua.  Selain ga enak sama lu-nya, gua juga bakal bingung sama respons temen-temen nantinya,” jelas Rico.


“Pokoknya Kakak sekarang ga perlu khawatir soal penampilanku.  Aku tahu tempat kok.  Oh iya, ngomong-ngomong… “ ucap Nurul.  Nurul pun mengalihkan obrolan mereka.  Ia ingin tahu banyak tentang perempuan yang disebut-sebut sebagai Icha oleh Rico dan temannya itu. 

__ADS_1


Tidak banyak informasi yang bisa Nurul gali kali ini.  Rico pun tidak begitu mengenal perempuan yang bernama Icha itu.  Yang ia tahu temannya sering membicarakannya.  Menurut temannya, pasangan perempuan yang bernama Icha itu tidak sepadan dan teman Rico menyesalkan hubungan mereka.  Teman Rico punya rasa tertarik kepada perempuan yang sudah punya pasangan itu.


__ADS_2