Jangan Nackal, Nurul!

Jangan Nackal, Nurul!
Berada di antara Tiga Cowok


__ADS_3

“Ada yang ingin Mama tanyakan sama kamu,” ucap Tante Lupita.  “Mama mau bertanya apa, Ma?” ucap Nurul mencoba mengkondisikan dirinya seolah tetap tenang.  “Sudah selama ini kita menjalankan aksi kita, Sayang.  Mama ingin tahu sudah sampai dimana pencapaian kita.  Apakah sudah ada tanda-tanda keberadaan Icha?” tanya Tante Lupita.


Mendengar pertanyaan itu, Nurul merasa lega.  Pertanyaan yang tidak terlalu mengerikan untuknya.  “Ma, aku rasa Kak Brian terlibat dalam pelarian Icha.  Dia adalah kandidat utama Nurul.  Dia pernah menjalani hubungan asmara dengan Icha.  Dari informasi yang Nurul dapat, Kak Brian sudah meninggalkan calon istrinya demi memilih bersama Icha,” jelas Nurul.


Suasana kamar Nurul begitu sepi.  Suara mereka berdua memenuhi isi ruangan walaupun mereka berbicara dengan suara pelan.  “Benarkah?  Mama kira Brian adalah laki-laki yang baik, ternyata seperti itu kenyataan sifat dia,” ucap Tante Lupita.


“Mama juga punya informasi untukmu,” lanjut Tante Lupita.  “Saat Mama ditemani oleh Rudi, pemilik galeri seni itu, kamu tahu?” lanjutnya.  “Ya, Kak Rudi yang itu, Nurul ingat.  Ada apa dengannya, Ma?” tanya Nurul.


“Kami berbincang banyak tentang Icha.  Mulanya kami hanya membicarakan tentang bagaimana galeri itu berhasil diselenggarakan, entah bagaimana akhirnya Mama mengeluhkan permasalahan kita.  Oh ya, saat itu Rudi membicarakan suka dukanya jadi Mama ikut menceritakan masalah Icha.  Mama pikir dia adalah lelaki yang sangat baik, jadi Mama percaya kepada dia untuk menceritakan masalah ini,” ucap Tante Lupita.


“Mama menceritakan soal penyamaran Nurul juga?” tanya Nurul khawatir.  “Enggak, Sayang.  Soal yang itu Mama ga cerita,” ucap Tante Lupita.  Apa yang didengarnya barusan membuat Nurul merasa lega.


“Lalu informasi apa yang Mama dapat dari Kak Rudi, Ma?” tanya Nurul.  “Rudi mengenal baik Icha.  Kalaupun Icha lari dengan laki-laki asing, Mama berharap itu Rudi.  Icha akan sangat baik bila punya pendamping seperti Rudi,” ucap Tante Lupita.

__ADS_1


“Ma-Mama ga melarang Icha berhubungan dengan Kak Rudi?” ucap Nurul heran.  Yang melarang Icha punya pacar bahkan sekedar teman laki-laki itu Om Sudarsono, Sayang!  Bukan Mama!  Mama menyesalkan sikap Om kamu itu dengan caranya yang sangat bodoh dalam menjaga anak perempuan,” ucap Tante Lupita.


“Jadi, apa yang dikatakan Kak Rudi?” tanya Nurul.  Memang dia ga secara langsung mengatakan kalau dia menyukai Icha, tapi Mama tahu dan bisa merasakannya.  Rudi pernah punya perasaan kepada Icha, Mama yakin itu,” ucap Tante Lupita.


“Kalau begitu kandidat kita bertambah lagi satu orang,” ucap Nurul.  “Ya, bisa.  Kamu akan berteman dengan Rudi untuk menelusuri informasi Icha versi Rudi.  Tapi, Sayang… Apa kamu mengenal Tommy?” tanya Tante Lupita.


DEEGH… Pertanyaan barusan membuat Nurul seperti tersengat listrik bertegangan tinggi.  Ia tak bisa menutupi kegugupannya.  “Aku beberapa kali melihatnya, Ma.  Kami pernah bertemu di acara pertunangan Kak Winarni,” ucap Nurul.  “Oh, yang ada di kawasan Pantai Utara itu?” ucap Tante Lupita.  “Benar,” ucap Nurul sembari berpura-pura menyibukkan diri dengan kukunya.  “Tapi hanya sekedar lewat, kami tidak terlalu akrab,” ucap Nurul.


Nurul merasa heran.  Pikirannya pun kembali pada beberapa bulan yang lalu.  Tommy datang untuk menjemput Nurul dan Icha di malam acara Tahfidz Qur’an.  Pemikiran yang aneh tanpa cukup bukti, tapi semua seolah saling terpaut.  Tommy salah menjemput temannya, mungkin itu hanya alibi saja, sebenarnya ia mungkin berniat untuk menculik Icha.


Tapi sayang, bukan Icha yang terbawa justru Nurul.  Jadi, Tommy mengembalikan Nurul.  Tommy waktu itu dalam keadaan mabuk.  Kalau Icha yang dibawanya malam itu mungkin Icha sudah direnggut keperawanannya, sama seperti Nurul yang nyaris tergoda untuk dihilangkan keperawanannya di galeri beberapa waktu yang lalu.


Ya, prasangka Tante Lupita sangat masuk akal.  Tapi Nurul tidak ingin membahas penculikan atau apapun itu sewaktu malam Tahfidz Qur’an di Jember.  Nurul tidak ingin dikirim ke Jawa Timur untuk melakukan penelusuran ke sana.  Selain tidak ingin dekat dengan daerah asalnya yang berpotensi akan membongkar penyamarannya, hal itu juga akan sia-sia.  Sebab Icha kabur setelah berada di Jakarta dan Tommy pun berdomisili di Jakarta.

__ADS_1


Nurul juga tidak ingin menceritakan pengalaman pertemuannya dengan Tommy di malam itu.  Hal yang sangat memalukan yang bisa merembet pada kejadian di taman mansion acara pesta juga di galeri.  Seorang Nurul hanya melakukan peran sebagai Maria, bukan perempuan yang berkali-kali nyaris dinodai.


“Jadi apa yang harus kulakukan selanjutnya, Ma?” tanya Nurul putus asa.  “Kumpulkan informasi sebanyak mungkin dari ketiga orang itu.  Brian, Rudi dan Tommy,” ucap Tante Lupita.  “Baik, Ma,” ucap Nurul.  “Mama akan mengatur pertemuanmu dengan Rudi.  Dan untuk urusan Tommy, Mama akan mencari tahu bagaimana caranya kamu bisa bertemu dengannya lagi,” ucap Tante Lupita.


“Lagi?  Bertemu dengan Tommy lagi?” batin Nurul.  Ini adalah penyiksaan baginya.  Nurul benar-benar tidak ingin bertemu lagi dengan Tommy.  Tommy adalah ancaman baginya yang mungkin akan membongkar penyamaran ini.


Waktu berlalu.  Percakapan antara Tante Lupita dan Nurul usai.  Kini Nurul tinggal seorang diri di kamarnya.  Tanpa disadari Nurul berada dalam lingkaran yang rumit.  Brian adalah tetangga Tommy yang sekaligus lawannya yang selalu bertengkar dengannya, sedangkan Rudi adalah sahabat Tommy yang baik.


Tidak bisa dibayangkan orang sebaik Rudi dimanfaatkan Nurul untuk mencarikan jalan keluar atas permasalahan internal keluarga Tuan Sudarsono, musuh bebuyutan dari sahabatnya, Tommy.  Bagaimana kalau Tommy membocorkan rahasia ini kepada Rudi?  Bagaimana kalau Rudi menghancurkan Tuan Sudarsono setelahnya?  Lalu bagaimana nasib Nurul setelah Tuan Sudarsono dihancurkan, sementara kebocoran penyamaran ini berasal dari kedekatan Nurul dan Tommy.  


Persekongkolan, mungkin hal itu yang akan Tuan Sudarsono kira.  Tidak akan ada ampun untuk Nurul bila hal itu terjadi.  Nurul akan dianggap sebagai pemberontak, yang sudah bersekongkol dengan Tommy, lawan terkuat Tuan Sudarsono.  Nurul akan hancur tentu saja.  Nurul akan dibawa ke persidangan atas skandal kematian ibunya sendiri, yayasan pondok pesantren akan kehilangan nama baik, ayah Nurul yang tinggal seorang diri akan menderita.  Semua ini akan menimbulkan efek domino yang mengerikan.


Kuncinya hanya ada pada Nurul.  “Sepertinya mengorbankan Kak Brian adalah jalan pintas yang terbaik.  Aku harus menyiapkan bukti yang logis untuk menjebak dia, sekaligus menemukan keberadaan Icha.  Semua permainan ini harus segera berakhir,” batin Nurul sembari memandangi bayangan dirinya di depan kaca dari jauh, dari tepi ranjang tempatnya ia duduk termenung sekarang.

__ADS_1


__ADS_2