
“Kamu lihat mereka berdua tadi?” ucap Tante Lupita kepada Rudi beberapa saat setelah Nurul dan Tommy pergi berdua meninggalkan kursi mereka. “Ada apa, Tante?” tanya Rudi. “Sepertinya aku mengenali temanmu yang menggunakan topi itu,” ucap Tante Lupita. “Apa Tante keberatan?” tanya Rudi. “Nyaris, tapi sepertinya mereka adalah pasangan yang serasi,” ucap Tante Lupita.
“Tante mengizinkan mereka bersama?” tanya Rudi terkejut. “Nyaris tidak, tapi sepertinya putriku menyukainya,” ucap Tante Lupita. Ternyata Tante Lupita mengetahui banyak dari segala hal yang tampak sebagai sekedar prasangka saja. “Tapi, Tante, apakah Tante sudah menanyakannya langsung dengan Maria?” tanya Rudi.
“Jadi kamu bilang kalau Tante salah kira?” tanya Tante Lupita. “Bukan begitu, Tante. Saya pun belum pernah melihat seorang laki-laki yang sangat tertarik kepada seorang perempuan cantik. Tapi… begini,” ucap Rudi. “Temanmu itu sepertinya hanya tertarik kepada Maria dari fisiknya saja? Apa itu yang coba kamu jelaskan?” ucap Tante Lupita.
Rudi sangat terkejut dengan keterusterangan Tante Lupita. “Saya tidak terlalu yakin, tapi itu hal yang sering dikatakan Tommy,” ucap Rudi. “Ah, abaikan saja. Para lelaki memang selalu mengatakan mereka hanya suka dengan fisik seorang perempuan. Itu menjaga kebanggan mereka agar tetap utuh. Mereka tidak ingin seorang pun berpikir jika mereka tergila-gila kepada seorang perempuan. Dan sahabatmu itu, Tommy? Dia adalah orang yang menjaga kebanggan bagi dirinya sendiri,” ucap Tante Lupita.
Rudi tersenyum. “Ya, dan ‘tergila-gila’ memang kata yang tepat untuk apa yang kelihatannya dirasakan Tommy terhadap Maria. Tapi tergila-gila kepada seorang perempuan dan melakukan sesuatu untuk mewujudkannya itu adalah sesuatu yang lebih terhormat. Itu dua hal yang berbeda, Tante,” ucap Rudi.
“Maksudmu Tommy akan menghancurkan putriku lalu pergi begitu saja?” Tante Lupita menahan napas. Jika demikian, ini tidak boleh berlanjut. Nurul belum siap untuk mempertahankan diri terhadap daya pikat yang menggoda dari seorang pemuda seperti Tommy. Tante Lupita tidak bermaksud mengirimkan gadis itu pulang dengan kondisi terpuruk.
“Bukan begitu, Tante. Tommy yang saya kenal adalah laki-laki yang selalu menghindari para perempuan lugu,” ucap Rudi. “Kenyataanya dia tidak menghindari Maria kan?” ucap Tante Lupita. Rudi terlihat berpikir. “Tidak, Tante. Dia tidak menghindari Maria,” ucap Rudi. Ia memalingkan kepalanya untuk menatap Tante Lupita. “Tante, apakah Tante bermaksud untuk menjebak Tommy untuk putri Tante?” tanya Rudi.
__ADS_1
“Tentu! Maria jatuh cinta kepadanya. Jika putriku menginginkan seorang laki-laki, maka aku akan melakukan yang bisa kulakukan untuk mendapatkannya untuk Maria,” ucap Tante Lupita. Setidaknya itu yang bisa dilakukan Tante Lupita untuk Nurul setelah melibatkannya dalam bencana yang dibuat Icha.
“Maria jatuh cinta kepada Tommy?” Rudi terlihat berpikir. “Maria memang tidak mengatakannya langsung. Gadis itu tidak mengenal pikirannya sendiri. Tapi, aku tahu bagaimana para perempuan muda dan aku berani mempertaruhkan kekayaan suamiku karena yakin kalau putriku itu mencintai si sialan itu,” ucap Tante Lupita.
Rudi mengusap dagunya. “Saya harus percaya kepada naluri keibuan Tante tentang hal itu. Dan tak diragukan lagi kalau Tommy juga jatuh cinta kepada Maria,” ucap Rudi. Mata Tante Lupita terbuka lebar. “Apa kamu yakin, Nak Rudi?” tanyanya. “Tommy juga sering menyangkalnya. Tapi saya belum pernah melihatnya bersikap seperti ini pada seorang perempuan. Dia tidak bisa melepaskan Maria dari pandangannya atau berhenti membicarakan tentang Maria,” ucap Rudi.
“Nah! Okelah kalau begitu. Kita harus melakukan sesuatu,” ucap Tante Lupita. “Tante merencanakan apa?” tanya Rudi. Tante Lupita berhenti sejenak untuk menatap Rudi. Rudi adalah laki-laki yang menawan. Ia tinggi, Tante Lupita suka laki-laki berpostur tinggi. Rudi juga memiliki struktur tulang yang lumayan tegap. Yang lebih penting, ia punya segala kualitas dari seorang lelaki terhormat, sopan santun, cara bersikap dan selera humornya.
Mengenai ketakutan Tuan Sudarsono tentang lelaki yang akan mendampingi Icha,tentu Tante Lupita tidak mendukungnya. Meski demikian, sebelum melaksanakan rencananya kepada Rudi, Tante Lupita ingin memastikan keputusannya itu. Ia ingin memberi Rudi harapan dengan demikian membuatnya dengan keras ikut mencari Icha, sementara itu di saat bersamaan ia memberi kesempatan kepada Tommy untuk melamar Nurul.
“Apa kamu suka bersenang-senang, Nak Rudi?” tanya Tante Lupita. “Maksud Tante?” tanya Rudi. “Pesta, jamuan makan, piknik atau hiburan. Kamu punya villa di daerah Bogor kan? Aku tahu dari sosial mediamu. Sepertinya tidak masalah kalau mengadakan acara yang menyenangkan di sana. Aku sih bisa saja mengadakannya sendiri, tapi itu pasti terlihat mencurigakan. Dan jika dua orang saling tidak ingin berinisiatif untuk bertemu ini kebetulan kita undang, maka tidak seorangpun akan menyalahkanmu bukan?” ucap Tante Lupita.
“Ya, tapi… “ ucap Rudi. “Aku ingin mengenal dekat dengan kehidupanmu, Nak Rudi. Kalau kamu benar-benar menyukai Icha, kupikir ini merupakan sesuatu momen yang bagus,” ucap Tante Lupita. “Icha sudah ditemukan, Tante?” tanya Rudi. “Hampir. seseorang menemukan tempat biasa ia beraktivitas. Bagaimana kalau setelah ini kita temui Icha. Ada yang mengatakan dia sedang terlibat dalam acara bazar di taman kota,” ucap Tante Lupita.
__ADS_1
Ekspresi wajah Rudi sungguh tidak bisa digambarkan. “Tante, apa Tante sedang menjebak kami? aku dan Tommy?” ucap Rudi. “Hahaha… Tentu saja menjebak! Menjebak dalam artian lain, ya! Aku cuma ingin menunjukkan keuntungan-keuntungan besar yang bisa kamu dan temanmu itu juga putriku peroleh dengan mengadakan acara di villa-mu itu,” ucap Tante Lupita.
Saat Rudi terlihat mempertimbangkannya, Tante Lupita menambahkan, “Dan itu juga akan memberiku kesempatan untuk mengenal Tommy lebih jauh bagi putriku,” lanjutnya. Senyum enggan muncul di bibir Rudi. “Tante memang perempuan cerdas! Kelewat cerdas untuk memanipulasi,” ucap Rudi. “Terima kasih. Aku berusaha keras untuk mengatur kehidupan keluargaku sekaligus memastikan kebahagiaan mereka. Meskipun, itu sedikit menyusahkanku,” ucap Tante Lupita.
Rudi tergelak. “Hahaha… Oke, oke. Kalau begitu saya tidak akan menghalangi rencana Tante. Saya memang perlu seorang yang bisa membantu saya seperti Tante ini. Dan Tommy jelas sekali perlu seorang istri, walaupun dia tidak pernah mengakuinya,” ucap Rudi.
“Karena ini ide Tante, apa usulan Tante tentang siapa sajayang harus saya undang? Tentu saja Tante, Maria dan Tommy,” ucap Rudi. “Undang Brian juga,” ucap Tante Lupita. “Brian? Kenapa?” tanya Rudi. “Tommy akan cemburu dengan ketertarikan Brian pada putriku. Kamu tentu tahu itu kan?” ucap Tante Lupita. Tentu saja itu hanya dugaan Tante Lupita saja.
Alasan Tante Lupita sebenarnya adalah untuk mengundang orang menjijikkan itu ke pesta mereka dan menjebak Brian bahwa ia adalah orang yang sudah melarikan Icha. “Kalau saya adalah Tante, saya tidak akan mempercayai Brian untuk berada di dekat Maria,” ucap Rudi. “Aku juga begitu. Tapi Tommy akan memastikan agar Brian dapat memperlakukan Maria dengan hormat. Iya kan?” ucap Tante Lupita.
“Saya harap juga begitu,” ucap Rudi. Tatapan marah Rudi memudar. “Oke, Tante. Ada hal yang lain lagi yang bisa saya persiapkan?” tanya Rudi. “Oh iya, aku punya banyak saran. Tapi, itu semua tidak cukup kita bicarakan di sini. Tidak lama lagi Maria dan Tommy akan kembali ke tempat duduk mereka bukan? Selain itu kita juga harus menemui Icha setelah acara ini,” ucap Tante Lupita.
Sudah saatnya mengakhiri kebodohan ini. Sebelum semua diakhiri oleh Tante Lupita, ia berencana untuk memastikan Nurul akan mendapatkan sesuatu yang berharga dari masalah ini.
__ADS_1