Jangan Nackal, Nurul!

Jangan Nackal, Nurul!
Solusi Dari Tommy (revised)


__ADS_3

“Bocah! kau tidak akan menyebarkan dongeng semacam itu!  Itu akan mempermalukan Nurul juga!” ucap Tuan Sudarsono.  “Ya, mungkin pada awalnya.  Tapi, apa itu akan menjadi hal yang penting lagi setelah dia menjadi istriku?” ucap Tommy.  Saat Tuan Sudarsono memucat, Tommy menambahkan, “Ya, aku bermaksud untuk menikahinya dan menjadi lebih yakin sekarang.  Tidak akan ada seorangpun di sekitarku yang berani mengatakan apapun untuk melawan istriku,” ucap Tommy.


“Ini mungkin terlihat seperti melodrama besar, lengkap dengan penjahatnya.  Tante Lupita bisa memberikan kesan kepada teman-temannya dengan mengatakan apa yang diketahuinya di balik penyamaran tersebut selama ini.  Dan nama Anda, Tuan Sudarsono, akan dijelek-jelekkan setiap nama itu disebut,” ucap Tommy.


“Cukup!”  Tuan Sudarsono terguncang di tempat ia berdiri, wajahnya diwarnai kengerian.  Nurul tidak pernah melihat pria itu terlihat sedemikian tidak berdaya.  Kehilangan putrinya serta setiap kemungkinan untuk membalas dendam terhadap pria yang telah membawa kabur putrinya, Tuan Sudarsono terlihat layu dan apatis.  Jika bukan karena segala sesuatu yang ditimpakannya kepada Nurul, Nurul hampir merasa kasihan kepada Tuan Sudarsono.


“Baiklah,” gumam Tuan Sudarsono.  “Tidak satupun yang dikatakan hari ini akan bocor keluar ruangan ini,” ucapnya.  “Belum cukup!” geram Tommy.  “Aku tidak ingin istriku dipaksa untuk melanjutkan kebohongan ini,” ucap Tommy.  Tommy memberikan senyuman sekilas kepada Nurul, yang dibalas Nurul dengan segenap cinta di hatinya.


“Nurul tidak menyukai kebohongan, dan aku tidak ingin mengecewakannya.  Tapi Anda telah menyebarluaskan bahwa dia adalah putri Tante Lupita,” ucap Tommy.  Tommy melipat kedua tangannya di depan dadanya.  “Jadi inilah yang seharusnya kita lakukan.  Kita akan menggulirkan cerita yang mengubah kebohongan ini.  Nurul, yang peduli pada Icha, setuju untuk melakukan penyamaran ini dengan tujuan untuk menemukan Icha bersama laki-laki yang membawanya kabur,” ucap Tommy.


“Itu adalah suatu upaya yang terhormat, tapi rencana ini mengalami kegagalan karena aku telah mengenal siapa sebenarnya Nurul sejak awal,” ucap Tommy.


Saat Tuan Sudarsono terlihat kaget, senyum licik menghiasi wajah Tommy.  “Anda tidak tahu tentang itu, kan?  Bagaimanapun, cerita kita akan mengatakan bahwa aku memutuskan untuk menolong Nurul, demikian juga Rudi.  Dalam prosesnya, aku dan Nurul jatuh cinta.  Tapi, saat Nurul tahu bahwa laki-laki yang melarikan Icha adalah orang pesantren sendiri, pria itu detang kepadamu.  Anda, sebagai pria yang bersikap murah hati memutuskan untuk menerima laki-laki pilihan Icha sebagai suaminya,” ucap Tommy.


“Tidak seorangpun akan mempercayai dongeng ini,” bantah Tuan Sudarsono dengan tegas.  “Anda benar,” jawab Tommy.  “Tapi itu tidak penting.  Orang-orang akan berspekulasi tentang kisah yang sesungguhnya dan itu akan menjadi topik percakapan selama berminggu-minggu lamanya,” ucap Tommy.


“Tapi, dengan banyaknya orang yang terlibat, orang-orang di luar siani akan kesulitan menemukan kesalahan karena tiap orang ikut berpartisipasi dalam penyamaran ini.  Selain itu, penyamaran ini dilakukan demi alasan yang benar dan berakhir dengan bahagia, dengan dua pasang kekasih yang dipersatukan,” ucap Tommy.

__ADS_1


Tommy berbicara dengan nada sarkastis.  “Dan karena setiap orang berperilaku baik, sejumlah kesalahan kecil bisa diabaikan.  Istriku dan Tante Lupita akan terlihat sebagai pembela terhormat untuk pada kekasih muda, dan putri Anda akan disanjung karena dedikasinya yang berani secara mandiri untuk menentukan hidupnya dan pasangannya,” ucap Tommy.


“Kita seharusnya tidak lupa mengatakan bahwa suami Icha adalah seorang da’i.  Satu-satunya yang kusesali adalah Anda akan terlihat seperti orang suci yang mudah memaafkan,” ucap Tommy.


*


Tuan Sudarsono mengumpulkan sedikit sisa dari kelicikannya.  “Jika kau berpikir aku seharusnya mendukung kisahmu ini sehingga Nurul bisa menjaga reputasinya agar tetap utuh…” ucapan Tuan Sudarsono terpotong.


“Hati-hati, Kak!” Tante Lupita memperingatkan kakaknya.  “Jangan sampai namamu dipermalukan demikian juga namaku dan aku tidak ingin menjadi bahan tertawaan di setiap jamuan makan malam!” ucap Tante Lupita kepada Tuan Sudarsono.


Tommy mengangkat sebelah alisnya.  “Jadi, Tuan Sudarsono?  Apa kita semua bersedia menceritakan tentang kisah yang menyenangkan dan sama sekali tidak melukai siapapun ini?  Kisah ini jauh lebih baik daripada yang seharusnya Anda terima.  Tapi karena cerita lain akan berdampak pada kehancuran Nurul dan aku tidak ingin melihatnya terluka lebih lanjut olehmu, tampaknya kisah ini adalah satu-satunya pilihan,” ucap Tommy.


“Baiklah,” geram Tuan Sudarsono.  “Tapi kalian berlima bisa melanjutkan lelucon ini tanpaku.  Aku akan pergi ke luar kota.  Mungkin masih ada kesempatanku bisa menghentikan putriku agar tidak menghancurkan hidupnya,” ucap Tuan Sudarsono.  Setelah mengatakan itu, Tuan Sudarsono bergegas keluar dari ruangan dan memanggil supirnya.


Nurul bergetar.  Ia punya kesan yang jelas bahwa Tommy akan menemukan sejumlah cara untuk membuat Tuan Sudarsono membayar atas semua yang telah dilakukannya.  Nurul tidak ingin menempati posisi itu sekarang.


Tommy mengejutkan Nurul saat pria itu berpaling kepada ayahnya.  “Apakah Bapak bisa mendukung kisahku?  Saya tahu betapa Bapak sangat tidak setuju untuk berbohong,” ucap Tommy.

__ADS_1


“Saya sepenuhnya ingin menceritakan kejadian yang sebenarnya,” jawab ayah Nurul.  Saat Tommy terlihat waspada, ia menambahkan, “Tapi kisah itu cukup mudah untuk dikatakan.  Saya tidak tahu apapun tentang semua ini, hanya mendengar kabar angin.  Apa yang bisa saya katakan tentang apa yang terjadi dan tidak terjadi saat putriku di Jakarta?” ucap ayah Nurul.


Ayah Nurul menatap Tommy dengan tatapan penuh penilaian.  “Tapi, pertama-tama, saya ingin mendengar lebih banyak darimu dan putriku.  Kamu telah menyebutkan beberapa kali kalau kamu ingin menikahi putriku, tapi sampai beberapa menit yang lalu saya bahkan tidak tahu bahwa kamu telah mengenalnya,” ucap ayah Nurul.


Saat melihat kekagetan Tommy, ayah Nurul dengan cepat berkata, “Jangan salah memahamiku.  Saya sangat berterima kasih atas turut campur tanganmu hari ini.  Saya tidak bisa menangani Tuan Sudarsono sedemikian baiknya seorang diri,” ucap ayah Nurul.


Ayah Nurul menarik Nurul mendekat.  “Namun, saya sendiri merasa bingung dan sedikit cemas atas ketertarikanmu pada putriku,” ucap ayah Nurul.


“Ini bukan hal yang aneh,” jelas Tommy.  “Saya pertama kali bertemu putri Bapak saat acara Al Quran di Jember beberapa tahun lalu.  Lalu, saat dia berada di Jakarta, kami sering bertemu,” ucap Tommy.  Suara Tommy melembut.  “Dan saya jatuh cinta pada putri Bapak,” ucapnya.


Kata itu muncul lagi.  Cinta.  Itu satu hal yang bisa dikatakan secara berpura-pura di depan Tuan Sudarsono, tapi Tommy tidak perlu melakukannya di depan ayah Nurul.  “Tommy, kamu ga perlu…” potong Nurul.


Tommy memotong ucapan Nurul sebelum ia mengatakan “berbohong”.  “Satu-satunya masalah adalah saya sudah mengatakannya, tapi dia belum menerima saya, Pak,” ucap Tommy.


Nurul tidak bisa mempercayai hal ini.  Seorang konglomerat muda, Tommy, ia sedang berdiri di sana, terlihat canggung dan tidak pasti seperti sikap para pria yang datang untuk mengajukan lamaran pernikahan yang kedua kalinya dan merasa tidak yakin akan jawaban yang diterimanya.


Tommy menatap Tante Lupita dengan Rudi, yang bersemangat memberikan dukungan.  Lalu dengan gugup Tommy memandang ayah Nurul.  “Saya tahu ini suatu permintaan yang serius.  Tapi, bolehkah saya meminta waktu sebentar untuk bicara dengan Nurul?  Setelah itu saya akan merasa lebih mantap untuk menjawab semua pertanyaan Bapak,” ucap Tommy..

__ADS_1


Saat ayahnya terlihat ragu, Nurul mencium tangan ayahnya itu.  “Nurul mohon, Pak,” ucap Nurul.  “Baiklah,” gumam ayahnya, “Tapi hanya beberapa menit,” lanjut ayah Nurul.  Ia melepaskan Nurul dan mulai berjalan menjauh, lalu berhenti sejenak untuk menatap Tommy dengan tatapan penuh perhatian.


“Nurul, aku sungguh tulus untuk setiap kata yang kuucapkan kepada ayahmu.  Aku dicekam teror yang sesungguhnya selama dua hari terakhir ini, memikirkan bahwa kamu tidak mau menikah denganku.  Pikiran bahwa aku akan kehilangan dirimu membuat perutku seperti terkocok dan darahku bergolak.  Aku mencintaimu.  Nah, aku sudah mengatakannya.  Sekarang kumohon, bebaskan aku dari penderitaan ini dan katakan kamu bersedia menikah denganku,” ucap Tommy.


__ADS_2