
“Aku penasaran bagaimana Rudi bisa menerima pernikahan antara Icha dan Beni,” ucap Tommy. “Sepertinya Rudi memang tidak pernah jatuh cinta kepada Icha,” ucap Nurul. “Dia tidak terlihat terlalu kecewa,” lanjut Nurul.
Jatuh cinta, pikir Tommy. Menakjubkan saat merasakan betapa kata-kata itu memberikan dampak yang berbeda baginya dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Tapi, jika dipikir lagi, ia tidak mengira akan menemukan seorang istri yang sempurna. Seorang wanita yang mendukungnya dalam sepak terjangnya di dunia perpolitikan.
__ADS_1
Sifat Nurul yang terbuka selalu menghibur Tommy dan tubuhnya… Ya Tuhan, mengapa Tommy tidak bisa mengalihkan pikirannya dari topik itu?
“Rudi bahkan tidak menghindar saat melihat Ustadz Beni dan Icha memasuki ruangan,” tandas Cindy, memaksa Tommy untuk kembali ke topik pembicaraan mereka. “Aku melihatnya di balkon lima menit yang lalu. Ia sedang berduaan dengan perempuan lain,” ucap Cindy.
__ADS_1
“Ga masuk akal,” kata Tommy sambil mendengus. “Abaikan adikku yang bodoh ini, Sayang. Jika Rudi sedang mencium gadis tersebut, itu hanya rayuan sesaat, aku pastikan itu,” ucap Tommy kepada Nurul.
Cindy memberikan ekspresi yang penuh kalkulasi. “Aku tidak yakin kalau hanya itu yang terjadi, Tom. Kamu seharusnya melihat bagaimana Rudi mengawasi gadis itu sebelumnya. Dia tidak bisa mengalihkan tatapannya dari gadis itu. Oh iya, bukannya Rudi memang sedang mencari istri, kan?” ucap Cindy.
__ADS_1