Jangan Nackal, Nurul!

Jangan Nackal, Nurul!
Rencana Tante Lupita dan Rudi


__ADS_3

Rudi menanyakan apakah keberadaan Icha benar-benar Tante Lupita ketahui.  Tante Lupita begitu gugup, karena ia sendiri tidak mengetahui di mana tepatnya Icha berada.  Ia hanya mendapatkan informasi dari orang lain yang belum benar-benar jelas.


"Kita akan menemukannya, Nak Rudi.  Bersabarlah," ucap Tante Lupita yang tengah menutupi kegugupannya.  Untungnya wajahnya bisa dikondisikannya.  "Sekarang kita kemana lagi, Tante?" desak Rudi.  Tante Lupita menoleh ke sekelilingnya, ia sendiri bingung jawaban apa yang akan ia berikan.


"Tante, lebih baik sekarang kita jemput saja remaja tadi.  Kan Tante bilang mau membawanya untuk jadi tukang kebun Tante," ucap Rudi.  "Maksudmu kita pulang sekarang?" Tante Lupita terkejut.  "Kita cari Icha lain kali saja, Tante," ucap Rudi dengan suara rendah menahan kesal.


Tidak ada yang bisa Tante Lupita lakukan.  Mereka pun kembali ke stand Ustadz Beni untuk menjemput remaja yang melakukan kesalahan tadi.  Mereka bertiga pun berjalan menuju mobil Rudi.  Selama berjalan kaki terdengar Tante Lupita dan Rudi berdebat tentang keberadaan Icha.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil.  Belum sempat Rudi menyalakan mobil, remaja laki-laki itu bertanya, "Maaf, Nyonya, Tuan… Kalau boleh menyelah, tadi saya mendengarkan bahwa Tuan dan Nyonya mencari orang hilang?  Icha?  Apakah nama lainnya Mirsha?  Maaf atas kelancangan saya, mungkin hanya kebetulan nama saja yang sama, tapi ada seseorang yang bernama Mirsha atau Icha yang saya kenal," ucap remaja itu.


"Benarkah?  Nak Rudi, tidak ada salahnya kita mencobanya kan?"  Secercah harapan yang sangat tidak pasti lewat di depan binar mata Tante Lupita.  "Baiklah.  Dimana Mirsha yang kamu kenal itu?" tanya Rudi dengan wajah yang sama sekali tidak bersemangat.  "Akan saya tunjukkan jalannya," ucap remaja laki-laki itu.


Beberapa waktu kemudian, mobil Rudi menepi di pinggir jalan.  "Apa?  Icha berada di sini?" gumam Rudi.  "Apa kamu yakin, Nak?" tanya Tante Lupita.  "Seperti pada foto yang Nonya tunjukkan tadi.  Saya yakin Mirsha yang saya kenal yang sedang Nyonya dan Tuan cari," ucap remaja itu.  Selama dalam perjalanan Tante Lupita memang telah menunjukkan foto Icha yang masih tersimpan di ponselnya dan remaja itu yakin dengan perempuan yang dimaksudnya.


Setelah menemui perempuan yang bernama Icha itu Tante Lupita dan Rudi pun pulang.  Remaja tadi telah dipulangkan dan tidak jadi bekerja di rumah Tante Lupita karena telah membantu mereka menunjukkan tempat dimana Icha tinggal.


"Jadi bagaimana, Tante.  Icha tidak ingin ikut pulang bersama kita.  Dia begitu… " ucap Rudi.  "Begitu tertekan kalau ikut kita pulang.  Untuk sementara biarkan saja Icha tinggal di sana.  Itu adalah tempat yang aman, Tante sangat percaya itu," ucap Tante Lupita.

__ADS_1


"Iya, saya sependapat dengan Tante.  Icha memang aman berada di sana," sambung Rudi.  "Saya mohon dengan sangat agar Nak Rudi bisa merahasiakan hal ini.  Kita akan tetap menjalankan rencana kita, tentunya dengan sedikit modifikasi," ucap Tante Lupita.


"Modifikasi?" tanya Rudi.  "Untuk memberi pelajaran laki-laki kurang ajar itu tentu kamu setuju dengan rencana kita bukan?" ucap Tante Lupita.  "Ya.  Saya sangat membenci perilakunya.  Dia memang perlu dikasih pelajaran," ucap Rudi.  Maka, Tante Lupita dan Rudi pun sepakat untuk merahasiakan keberadaan Icha dan menjalankan rencana rahasia mereka.


"Sayang, Tante akan menyudahi drama kehidupanmu yang begitu berbahaya ini.  Tante akan menyiapkan hadiah untukmu, Sayang," batin Tante Lupita sembari memikirkan Nurul.


Tante Lupita dan Rudi bersepakat untuk menyatukan Nurul atau yang mereka biasa panggil sebagai Maria dengan Tommy.  Tante Lupita begitu peduli dengan Nurul sememtara Rudi sebagai sahabat Tommy yang sudah seperti saudaranya sendiri begitu peduli dengan Tommy.  Rudi paham dengan hal yang benar-benar Tommy perlukan, yaitu seorang pendamping yang akan merubah kehidupannya menjadi lebih baik.


*


Tante Lupita sampai di rumah.  "Gimana, Ma?  Apa Icha ketemu?" tanya Nurul menyambut Tante Lupita.  "Ah, kamu sudah baikan, Sayang?” ucap Tante Lupita.  “Sebenarnya Nurul hanya butuh istirahat aja kok Ma.  Sekarang udah segeran,” ucap Nurul.


Jawaban itu membuat Nurul membulatkan matanya.  Ia hampir tak percaya sekaligus begitu senang bahwa penyamarannya ini akan berakhir sebentar lagi.  Rasa geram melanda dirinya.  "Ma, Nurul mau ketemu sama Icha," pintanya.


Ia begitu menggebu-gebu, kalau Icha ada di hadapannya ia begitu ingin menjambak rambut sahabatnya itu.  Namun, ia menahan perasaannya.  Nurul kini sudah mahir memanipulasi wajahnya untuk menutupi isi hatinya.


Tante Lupita bisa menebak apa yang mungkin terjadi apabila Nurul bertemu dengan Icha.  Semua pengorbanan Nurul adalah karena Icha dan Tante Lupita tidak menginginkan perseteruan di antara kedua gadis itu terjadi.

__ADS_1


"Icha belum bisa ditemui, Sayang," jawab Tante Lupita.  "Tapi, Ma?  Kenapa?  Apa Nurul ga boleh bertemu dengan Icha?" desak Nurul.  "Bukan hanya kamu, tapi semua orang," jawab Tante Lupita.


Nurul bertanya-tanya, ia merasa heran, "Apa yang sebenarnya sedang terjadi?" batinnya.  "Seperti yang Mama pernah katakan, Mama akan membuat laki-laki brengsek yang mencoba melarikan Icha itu terbukti dan bisa diberi pelajaran.  Tolong kamu rahasiakan ini dari siapapun ya Sayang?" ucap Tante Lupita.


"Om Sudarsono? Tante, bagaimana Nurul bisa mengakhiri semua ini kalau kita merahasiakan pencapaian besar ini dari Om Sudarsono?" protes Nurul.  "Nurul Sayang… Sekarang Mama mau tanya, Nurul percaya ga sama Mama sekarang?" ucap Tante Lupita sambil memegang kedua pundak Nurul dan menatap mata Nurul.


"Ma-maksud Mama?" Nurul tergugup dengan pertanyaan itu.  Tante Lupita adalah satu-satunya orang yang selama ini menjaganya, ia begitu baik kepada Nurul.  Bagaimana bisa Nurul tidak mempercayainya?  Walaupun, pada hal-hal tertentu Nurul masih merahasiakannya dari Tante Lupita.


"Apakah Mama terlihat sebagai orang jahat untukmu, Sayang?" tanyanya sekali lagi.  "Enggak, Ma.  Selama ini Mama yang sudah banyak membantu Nurul," ucap Nurul.  "Jadi?" tanya Tante Lupita.  "Iya, Ma.  Nurul akan mempercayakan masalah ini sama Mama.  Tapi, bisakah Nurul mengetahui apa yang sedang Mama rencanakan?" ucap Nurul.


"Begini… Kamu persiapkan diri aja, kita akan berlibur di villa Rudi di daerah Bogor.  Di sana kita akan menjebak Brian hingga semua orang tahu bahwa dia adalah laki-laki yang meracuni pikiran Icha sampai Icha melarikan diri dari rumah," ucap Tante Lupita.


"Apa Icha ikut, Ma?" desak Nurul sekali lagi yang begitu ingin bertemu dengan Icha.  "Pokoknya hanya itu yang perlu kamu tahu, Sayang," ucap Tante Lupita.  


Lagi-lagi Nurul kecewa dengan pertanyaannya yang tidak dijawab oleh Tante Lupita.  "Baik, Ma.  Nurul janji, Nurul ga akan bawa senjata tajam apapun, celurit atau pisau ke acara itu," kelakar Nurul.  Sebuah candaan yang tidak lucu bagi Tante Lupita, tapi ia paham bahwa Nurul berusaha memberitahunya bahwa ia akan bersikap baik dan menahan amarahnya selama berada di Bogor nanti.


*

__ADS_1


"Hah?  Liburan di villa? Bogor?  Tumben?" ucap Tommy.  Rudi menjelaskan bahwa ini adalah sebuah pesta jamuan dalam rangka ia akan bersanding dengan calon pendampingnya.  Mendengar itu Tommy begitu terkejut.  Ia tidak menyangka… 


__ADS_2