Jangan Nackal, Nurul!

Jangan Nackal, Nurul!
Kehidupan Tuan Sudarsono (Bab Bonus)


__ADS_3

“Telingaku terbakar, Ladies… “ kata Tommy dengan nada menggoda saat ia mengitari pilar dan menyerahkan mangkuk kudapan kepada istrinya.


Perkataan Tommy membuat kedua wanita itu tertawa lagi.  Meskipun Tommy menaikkan alisnya, ia diam-diam merasa senang saat mengetahui istrinya menyukai segala kenikmatan di kamar tidur.  Sangat disayangkan karena mereka tidak bisa saling memanjakan diri selama beberapa minggu ke depan, atau seperti itulah yang dikatakan dokter.  Sebab, Nurul baru saja melahirkan sebulan yang lalu.


Mungkin terasa setahun lamanya Tommy menatap istrinya dengan tatapan bergairah padahal selama beberapa saat, sangat berharap seandainya Nurul tidak memilih untuk berpakaian anggun pada acara malam ini.  Tommy merasa tergoda walau Nurul menutup tubuhnya dengan rapat.

__ADS_1


Tommy meraih minuman dan meneguknya dengan tegukan besar.  Jika ia berhasil melewati tujuh hari ke depan tanpa menyentuh Nurul di ranjangnya, itu merupakan keajaiban.


“Sayang, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Nurul.  Alisnya yang pucat melengkung dengan penuh kekhawatiran.  “Aku baik-baik saja,” ucap Tommy.  “Hanya saja sedang merasa sangat bergairah, sayang,” batin Tommy.


Berusaha mengalihkan pikirannya dari dorongan untuk membawa Nurul ke tempat sepi, lebih tepatnya ke sebuah kamar tidur, Tommy melihat ke sekeliling ruangan.  “Aku melihat Icha dan Beni datang juga ke acara ini,” ucap Tommy.

__ADS_1


Tommy menambahkan, “Aku senang karena keluarga Icha sudah menerima kebersamaan mereka,” ucap Tommy.  “Sebagian besar orang-orang di sekeliling mereka adalah orang-orang yang ingin mengusik Tuan Sudarsono,” ucap Cindy.  Ia menatap Tommy dengan curiga.  “Bukan itu yang selalu mengusiknya.  Kurasa dia telah mengalami serangkaian kemerosotan sosial dan keuangan,” ucap Tommy mengomentari kehidupan Tuan Sudarsono.


“Kelompok bisnisnya menolak untuk menghormati keanggotaannya lagi.  Dia kehilangan uangnya juga aset-asetnya dan ada sejumlah konflik hukum terkait dengan sepak terjangnya di dunia bisnisnya itu.  Betapa buruk nasib yang dialaminya,” lanjut Tommy mengomentari kehidupan Tuan Sudarsono.


Tommy bertukar tatapan dengan istrinya.  Tuan Sudarsono pasti akan mengalami lebih banyak nasib buruk sebelum Tommy selesai berurusan dengannya.  Melihat spekulasi di mata adiknya, Tommy mengubah topik pembicaraan.

__ADS_1


“Aku penasaran bagaimana Rudi bisa menerima pernikahan antara Icha dan Beni,” ucap Tommy.


__ADS_2