
Pertemuan Nurul dan Tommy di acara pesta ini mengubah dunia Nurul. Kini ada ketakutan yang begitu menghantuinya. Nurul takut kalau penyamarannya ini terbongkar, misinya gagal, lalu ancaman Tuan Sudarsono pun terjadi. Selain akan mempermalukan keluarga serta Pondok Pesantren karena terungkapnya skandal kematian mendiang ibunya, Nurul juga terancam atas tuduhan pembunuhan terhadap ibunya sendiri dengan ramuan ilegal buatannya dalam dosis besar.
Di tengah perasaannya yang meledak-ledak ketika bertemu Tommy, Nurul berusaha untuk kembali menjadi realistis. Bagaimanapun peran ini harus tetap diselesaikannya walaupun ia harus mengabaikan perasaannya kepada pemuda yang ia cintai ini.
Lagipula untuk menjaga kelogisan Nurul terhadap perasaan cintanya, ia selalu dihadapkan pada kenyataan mengenai adanya perbedaan di antara dirinya dan Tommy yang membuat mereka tidak mungkin bersatu. Keyakinan, perbedaan tingkat sosial, dan sifat playboy Tommy membuat Tommy mustahil bisa mencintainya apa adanya.
Dengan sekuat yang ia bisa, Nurul selalu berusaha membuktikan bahwa Tommy telah keliru dalam mengenali dirinya. Mengenali dirinya sebagai Maria, bukan Nurul.
Melalui penyangkalannya secara langsung secara verbal sejak pertama kali bertemu Tommy di pesta itu, penampilan yang berbeda dan tindak tanduk Nurul yang berbeda, diharapkan Tommy akan berhenti menganggap ia sebagai Nurul dan mulai mengenalnya sebagai Maria. Sayangnya, bukannya demikian yang terjadi justru Tommy terlihat bersikeras membuktikan keyakinannya bahwa ia bukan Maria, melainkan Nurul.
Tommy mengajak Nurul berdansa tentu saja dengan cara yang tidak Nurul inginkan. Tommy berada pada posisi yang begitu intim di saat mereka berdua berdansa. Ditambah lagi mereka berdua menjadi pusat perhatian orang-orang karena keserasiannya. Nurul yang tidak menginginkan hal itu pun spontan berbuat konyol di depan orang banyak. Nurul yang sudah mahir berdansa itu berpura-pura tidak sengaja menginjak kaki Tommy. Hal itu menjadi pemandangan yang menghibur bagi orang-orang di sekitarnya.
__ADS_1
Kisah Cinderella bagi Nurul tidak berakhir di situ saja. Setelah mereka berdua menepi dari lantai dansa, Nurul berinisiatif untuk meyakinkan Tommy bahwa dirinya adalah Maria. Ide gila itu muncul juga karena terpancing oleh gairahnya saat ia berada sangat dekat dengan Tommy sewaktu mereka berdansa.
Mungkin sekali saja berperan menjadi perempuan yang liar tidak akan membawa masalah dan lagi-lagi Nurul berpikiran bahwa yang dilakukannya adalah waktu terakhirnya bersama Tommy. Berciuman dengan Tommy adalah hal yang akan segera dilupakan dan pertemuan seintim itu tidak akan pernah terjadi lagi. Setelah ini Lady Maria akan dengan mudah menolak banyak laki-laki dan memilih laki-laki sesukanya, termasuk menolak Tommy.
Nurul membawa Tommy menepi ke tempat yang sangat sepi. Pesta itu dilangsungkan di pekarangan mansion yang luas. Ada sisi lain pekarangan yang tak dikunjungi oleh tamu undangan, sisi pekarangan dengan taman yang indah dan ditumbuhi pembatas berupa pagar hidup serupa labirin.
Di tempat itulah Nurul menjadi Maria yang liar. Ia sengaja menggoda Tommy dengan nakal, mengontraskan perbedaan antara sosok Nurul dan Maria. Nurul si gadis polos yang mustahil punya kemampuan untuk menggoda laki-laki dengan genit, sementara Maria si gadis bangsawan yang sangat berpengalaman untuk menciptakan gairah percintaan yang memikat.
Nurul dan Tommy pun berciuman dengan cukup panas di tempat itu. Tempat terbuka di malam yang membawa udara dingin ternyata tidak lantas membuat keintiman mereka juga terasa dingin, justru begitu panas.
Maria lalu memberikan kesan kepada Tommy bahwa ia adalah perempuan yang berpengalaman, di mana ia mampu membanding-bandingkan kemampuan para lelaki dalam bercinta. Padahal di balik berakhirnya kegiatan panas itu adalah dilatarbelakangi sepenuhnya oleh kendali disiplin Nurul untuk membatasi kesuciannya. Nurul, diri yang sebenarnya ada dalam perempuan yang ditemui Tommy itu adalah sosok perawan yang sama sekali tidak berpengalaman.
__ADS_1
Pesta malam itu tidak hanya meninggalkan kesan romantika pada diri Nurul dan Tommy, seusai kegiatan panas itu Nurul berkenalan dengan Brian, teman Tommy. Brian adalah cowok metroseksual yang begitu memperhatikan penampilan. Rambut yang berkilau, kulit yang putih dan mulus, pakaian yang trendi lengkap dengan kesempurnaan lipatan-lipatan bahan pakaian yang bermerek merupakan ciri khas Brian.
Percakapan antara Nurul dan Brian bermula dengan komentar-komentar mengenai penampilan di antara mereka berdua yang dirasa Brian begitu sempurna. Nurul tentu saja tidak ingin menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan orang yang tidak berpeluang membawanya pada Icha. Maka, Nurul mulai membahas tentang sahabatnya itu dengan Brian. Icha punya selera yang detail dalam berpakaian, hal itu dijadikannya sebagai pembahasan.
Sebuah harapan muncul ketika Brian menyambut baik obrolan itu. Brian mengatakan bahwa dirinya mengetahui sosok Icha yang diceritakan oleh Nurul, walaupun tidak benar-benar mengenalnya. Setidaknya Brian yang mengaku sekedar tahu wajah dan nama Icha pun itu cukup memberi angin segar bagi Nurul.
Sejak saat itu Nurul memutuskan untuk membuka pertemanannya dengan Brian. Mereka bertukar kontak telepon dan alamat rumah mereka masing-masing. Brian adalah harapan bagi Nurul. Kali ini Nurul sudah memastikan dengan jelas identitas Icha yang diketahui oleh Brian, Icha adalah anak dari siapa dan bagaimana keluarganya. Brian benar-benar mengetahui sosok Icha yang dicari Nurul, bukan Icha-Icha yang lain.
Selama pesta berlangsung, Nurul lebih banyak menghabiskan waktu bersama Brian. Mereka hanya berteman, tentu saja. Sementara Tommy yang memperhatikan mereka dari jauh merasa begitu cemburu. Namun, Tommy tidak bisa mendekati Nurul sekarang. Kegiatan panas antara Tommy dan Nurul tadi seakan dimenangkan oleh Nurul. Tommy tidak ingin membuat Nurul atau Maria itu bosan melihatnya, melihat sosok lelaki yang kemampuan bercintanya terkesan biasa-biasa saja.
Lantas, Tommy pun menghabiskan waktunya dengan sahabatnya, Rudi. Berbeda dengan Brian, Rudi adalah benar-benar sahabat dekat Tommy. Perbedaannya adalah Brian tinggal berdekatan dengan rumah Tommy, tapi mereka kerap kali berselisih. Sementara Rudi adalah orang terdekat Tommy yang rumahnya berjauhan dengan Tommy, tapi ia adalah tempat Tommy mengeluarkan segala pemikirannya. Rudi adalah lelaki bijak yang lebih dewasa menurut Tommy, walaupun usia mereka tidak jauh berbeda.
__ADS_1
Tommy menceritakan perasaannya terhadap sosok yang ia percaya sebagai Maria kepada Rudi, tapi tidak dengan aktivitas panasnya di taman tadi. Ia menceritakan kebimbangannya antara mempercayai gadis itu sebagai Maria atau Nurul. Rudi pun membantu Tommy untuk memperjelas perasaan Tommy, sosok sahabat yang telah lama dikenalnya itu.
Menurut Rudi, Tommy jatuh cinta kepada sosok Nurul yang murni tapi juga sekaligus bergairah dengan karakter Maria yang menggoda. Ditambah lagi dengan sorot mata kecemburuan Tommy dalam memperhatikan Maria dan Brian. Menurut Rudi, Maria atau Nurul, ia tetap mendukung Tommy untuk mengejar cinta gadis misterius itu.