
Sementara dari sisi Tante Lupita, sambil mencengkram ponsel yang berisikan chat dari Tommy di tangannya, ia meminta mobilnya untuk disiapkan. Ia dengan tidak sabar menuju ke suatu tempat. Pesan dari Tommy itu sama sekali tidak mengejutkan dirinya. Ia telah menduganya nyaris sejak semula Nurul bersama Tommy.
Tante Lupita telah mengatakan kepada kakaknya bahwa Nurul ingin pulang sebentar ke rumahnya dan akan kembali dalam beberapa hari. Itu satu-satunya hal yang bisa dipikirkannya untuk mencegah kakaknya agar tidak melakukan aksi yang bodoh. Ia bahkan berharap kalau kebohongan itu tidak terungkap di wajahnya.
Tapi, dalam hatinya ia tahu bahwa Nurul telah pergi mendatangi Tommy dan Tommy telah menyandra Nurul. Entah dimana, Tante Lupita tidak tahu. Ia telah mendatangi rumah Tommy berulang kali selama tiga hari terakhir tapi para pembantunya telah menegaskan bahwa tuan mereka telah meninggalkan kota. Mereka tidak mengatakan apapun kemana tujuan Tommy pergi. Tapi, dimanapun Tommy berada, ia pasti telah membawa Nurul, Tante Lupita yakin itu.
Sekarang Tommy telah kembali. Tommy pasti telah memegang semua kartu Nurul. Tommy pasti mengetahuinya dengan jelas bahwa Tante Lupita dan Tuan Sudarsono berada dalam posisi yang tidak bisa memprotes segala tindakannya di depan umum.
Namun, itu tidak berarti bahwa Tante Lupita bermaksud membiarkan Tommy lolos begitu saja. Ia akan memaksa Tommy menikahi Nurul, tentu saja. Tante Lupita bergegas. Satu-satunya hal yang tidak dimengerti Tante Lupita adalah mengapa Tommy memaksa agar ia datang sendiri dan tidak mengatakan kepada Tuan Sudarsono kemana ia pergi? Sungguh mencurigakan.
*
Pada saat mobil Tante Lupita tiba di kediaman Tommy, ia telah dibakar dendam yang membara. Ia mengabaikan pembantu Tommy. “Dimana bajingan itu?” ucap Tante Lupita. Pembantu Tommy tergagap di bawah tatapan tajam Tante Lupita, tapi pembantu itu tidak perlu mengarahkan Tante Lupita, karena ia mendengar suara-suara yang berasal dari suatu pintu yang terbuka di lantai atas.
Mengenali salah satu suara itu sebagai suara Tommy, Tante Lupita bergegas menaiki tangga menuju ruangan itu. Saat sampai di pintu ruangan, Tante Lupita menerobos masuk dan ia pun kaget melihat pemandangan yang menyambutnya. Tommy di sana sedang berjalan mondar-mandir dengan sangat berantakan dan sangat lelah. Ternyata Rudi juga di sini dan Nurul tidak terlihat dimanapun.
Mengabaikan tatapan Rudi yang dingin, Tante Lupita mengarahkan semua perhatiannya kepada Tommy. “Dimana dia? Apa yang telah kamu lakukan kepadanya?” tanya Tante Lupita.
Laki-laki itu tampaknya memiliki ketenangan yang mengagumkan. Dengan tatapan sekilas sesuai arahan temannya, Tommy berjalan memutar dan berdiri di belakang mejanya, tidak diragukan lagi untuk mengintimidasi Tante Lupita.
“Selamat siang, Tante,” kata Tommy setenang mungkin sambil duduk di kursinya. “Terima kasih karena bersedia datang,” lanjutnya. “Bedebah kamu, Tommy. Dimana Nurul?” tanya Tante Lupita sekali lagi.
“Nurul? Tante membuka penyamaran ini dengan mudahnya?” Tommy benar-benar terkejut saat mendengarnya. Apa yang Tommy pikirkan? Apa Tante Lupita akan berbasa-basi di depan Rudi saat keselamatan Nurul sedang dipertaruhkan?
__ADS_1
“Saya ga peduli dengan semua itu! Yang ingin saya tahu adalah apa yang telah kamu lakukan kepada gadis malang itu!” ucap Tante Lupita.
Mata Tommy menyipit. “Gadis malang itu sekarang sudah ada di kampung halamannya, di Madura bersama ayahnya. Saya membawanya kesana, Tante,” ucap Tommy.
Tante Lupita ternganga memandang Tommy. nurul di rumah? Bersama ayahnya? Lalu Tante Lupita teringat bagian terakhir dari kalimat Tommy. “Maksudmu kamu mengatakan kepadaku bahwa kamu melakukan perjalanan bersama Nurul tanpa pendamping?” ucap Tante Lupita marah.
Tommy bangkir dari kursinya, ia mencondongkan tubuhnya ke depan dan meletakkan kepalan tangannya di tengah meja. “Saya membawanya ke sana setelah dia datang ke sini sendirian malam itu. Gadis malang itu menawarkan kepadaku kebebasan tertentu untuk membuatku tutup mulut tentang penyamarannya! Ya, saya mengantarkannya pulang!” ucap Tommy.
“Apa yang seharusnya saya lakukan selain itu? membawanya untuk dirusak lebih parah olehmu dan kakakmu itu? Setidaknya dengan ayahnya, dia akan aman!” ucap Tommy.
Tante Lupita merasa rona menjalari wajahnya untuk pertama kalinya selepas ia lulus dari sekolah. Nurul telah… menawarkan dirinya kepada Tommy? Demi menutup mulutnya?
Tante Lupita terhempas di kursi terdekat. Ia hampir tidak bisa mencerna situasi ini. Di malam Nurul telah mengatakan dengan jujur kepadanya, Tante Lupita tidak pernah mengira betapa putus asanya gadis itu.
Kepala Tante Lupita menegak. “Dasar lancang! Saya ga tahu jika dia melakukan sesuatu seperti itu!” ucap Tante Lupita.
“Oh, benar seperti itu ya?” tanya Tommy. “Tentu saja, saya ga tahu!” Tante Lupita berpaling pada Rudi. “Katakan kepadanya! Kamu tahu saya ga akan pernah…” ucap Tante Lupita.
“Terus terang, saya tidak tahu apa yang ingin Tante lakukan. Tante mengatakan kepadaku kalau Tante menginginkan Nurul untuk menikah dengan Tommy. Mungkin Tante berpikir dengan menyuruh Nurul mendatangi Tommy, maka Tommy akan melakukan yang Tante inginkan,” ucap Rudi.
*
Tommy terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Rudi. Ia memandang ke arah temannya. “Tante Lupita mengatakan itu kepadamu?” tanya Tommy kepada Rudi. “Iya,” jawab Tante Lupita dengan cepat. “Tapi saya ga bermaksud melakukannya dengan cara yang sedemikian memalukan itu. Nurul pun tidak tahu-menahu tentang rencanaku kepadanya. Sebenarnya dia merasa yakin kalau kamu tidak akan pernah menikah dengan siapapun,” jelas Tante Lupita.
__ADS_1
Tatapan galau terlintas di wajah Tommy. “iya, Tante lupita benar. Nurul mengira seperti itu,” ucap Tommy.
Tante Lupita bangkit dari kursinya dan bergegas mendekati meja. “Apapun yang telah saya katakan atau lakukan kamu harusnya tidak menimpakan kesalahan itu kepada Nurul,” ucap Tante Lupita.
“Memang benar, dia melakukan penyamaran seperti permintaanku padanya. Saya yakin kamu pasti ingin tahu kan apa alasan Nurul melakukan itu?” tanya Tante Lupita. Saat Tommy mengangguk, Tante Lupita melanjutkan. “Tapi tujuannya adalah mencari siapa laki-laki yang berusaha kawin lari dengan Icha, tidak lebih dari itu,” ucap Tante Lupita.
“Bukan saya, Tante,” ucap Rudi. “Mari kita perjelas masalah itu,” ucap Tante Lupita. Tante Lupita memberi Rudi tatapan yang menunjukkan bahwa hal itu tidak penting lagi. “Terserah apapun katamu. Ini bukan hal yang penting sekarang. Saya telah memutuskan kalau kamu sempurna untuk Icha. Kalau Tommy tidak menakut-nakuti Nurul hingga membuatnya sangat putus asa, saya sendiri yang akan menyerahkan Icha kepadamu,” ucap Tante Lupita.
Rudi terlihat terpana. “Benarkah?” tanyanya. Tommy menginterupsi, “Aku tidak peduli tentang Icha dan masalahnya. Aku hanya peduli pada Nurul. Tante berkata seolah Nurul melakukan penyamaran ini hanya karena Tante yang meminta Nurul untuk melakukannya. Tapi, ada sesuatu di balik itu,” ucap Tommy.
“Di malam ia mendatangiku, dia merasa benar-benar ketakutan. aku ingin tahu apa alasannya, Tante,” lanjut Tommy. Tante Lupita menghela napas. “Seandainya saya tahu, saya akan mengatakannya kepadamu, Tommy. Nurul selalu menegaskan selama ini kalau ia melakukannya hanya demi Icha, tapi saya tahu ada hal lain yang disembunyikannya,” jelas Tante Lupita.
“Saat pertama kalinya kami meminta Nurul untuk melakukannya, dia menolak. Lalu, kakakku mengajaknya bicara berdua dan Nurul pun mengubah keputusannya,” ucap Tante Lupita.
“Tante tidak menanyakannya? Tante memaksa seorang gadis lugu dari desa untuk terjun dalam masyarakat Jakarta untuk menjalin pertemanan dengan orang-orang yang terlalu bebas, seperti Brian! Tante tidak sedikitpun menaruh peduli kepadanya?” ucap Tommy.
“Dengan, Tom, saya sudah berusaha semampuku untuk melindunginya. Di malam saat Brian menyentuhnya dengan paksa di sebuah pesta… “ ucapan Tante Lupita terpotong. “Menyentuhnya dengan paksa! Aku akan menghancurkan Brian!” ucap Tommy marah.
Tante Lupita baru saja melakukan kesalahan yang ia kira Nurul telah menceritakan kepada Tommy tentang insiden kecil itu. “Tidak perlu khawatir, Brian hanya bisa memberinya satu ciuman. Saat aku menghampiri mereka, Nurul sedang menghajar Brian. Nurul bisa melindungi dirinya sendiri, apapun yang kamu pikirkan. Saat dia tidak bisa melakukannya, saya berusaha untuk mengawasinya,” ucap Tante Lupita.
“Apa Tante benar-benar melakukannya? Lalu, bagaimana aku bisa sendirian bersamanya sedemikian lama di galeri Rudi?” protes Tommy.
Tante Lupita menatap Tommy dengan tatapan yang angkuh. “Itu kesalahanku,” jawab Tante Lupita. dengusan tertahan keluar dari mulut Rudi dan itu mengalihkan perhatian Tante Lupita. Untuk sejumlah alasan, laki-laki yang tak tahu malu ini menganggap semuanya sebagai lelucon.
__ADS_1
Namun, Tommy tidak menanggapi candaan temannya. “Nurul seharusnya tidak dijerumuskan ke dalam situasi ini sama sekali,” ucap Tommy. “Saya setuju. Sayangnya meskipun lebih dari sekali saya menyarankan untuk mengakhiri penyamaran ini, dia menolaknya. Dia tidak mau menyerah. Karena saya tidak tahu apa alasan yang membuatnya ingin melanjutkan penyamaran ini, saya tak punya pilihan selain mengikutinya,” ucap Tante Lupita.