Jangan Nackal, Nurul!

Jangan Nackal, Nurul!
Ramalan Adik Tiri Tommy (Bab Bonus)


__ADS_3

“Cindy!” tegas Tommy.  “Kalau kamu mengira Rudi akan berpikir untuk menikahi seorang gadis bebas (gampangan) seperti itu, berarti kamu ga kenal dengan Rudi,” ucap Tommy membela sahabatnya.


Nurul dan Cindy saling bertukar pandang dengan penuh pengertian.

__ADS_1


“Sayang, kamu harus mempercayai adikmu untuk masalah ini,” kata Nurul.  Sebuah senyum perlahan menghiasi bibirnya.  “Dia punya naluri yang hebat.  Cindy, ceritakan kepada kakakmu ini apa yang kamu katakan kepadaku tepat sebelum pernikahan kami,” ucap Nurul.


“Menceritakan apa?”   Cindy menyeringai, matanya tiba-tiba berkilau nakal.  “Ingat dulu waktu kamu menceritakan padaku bahwa kamu pernah mengalami masalah malam-malam waktu di Jember?  Tapi kau, Tom, malah ga mau cerita dengan jelas masalah apa itu.   Sebenarnya Sarah sempat meneleponku untuk mengadukan kamu yang menyebalkan malam itu.  Kamu telah salah menjemput perempuan,” ucap Cindy.

__ADS_1


“Kenapa kamu diam, Cindy?  Harusnya kamu bisa lebih memudahkanku waktu itu, membantu untuk melepaskan istriku ini dari masalah yang rumit,” protes Tommy.  “Iya.  Tapi, kalau aku ikut campur, kamu jadi ga akan pernah benar-benar berjodoh dengan bidadari ini, kan?” ucap Cindy.  “Selain itu kayanya seorang santriwati adalah pilihan yang cocok yang dibutuhkan kakakku,” lanjut Cindy kemudian tertawa.


“Jadi, gimana?  Betapa jagonya aku, kan?  Aku bisa tahu pasangan yang tepat saat aku melihat dua orang sedang bersama,” ucap Cindy.

__ADS_1


“Halah, itu hanya kebetulan saja,” ucap Tommy.  Selalu menyenangkan baginya saat memikirkan bahwa suatu nasib yang menggelikan telah menyatukan ia dan Nurul.


__ADS_2