Jebakan Cinta Mr Bastard

Jebakan Cinta Mr Bastard
Idola Istri Orang Lain


__ADS_3

“Zura!! Bagaimana kabarmu?” suara Luci tampak lelah di seberang panggilan. Zura yang tengah memakan cemilannya berhenti sejenak, mendekatkan telepon rumah itu ke telinganya.


Benar. Sampai detik ini, gadis itu masih belum membeli ponsel baru. Selain menghindari perhatian publik, gadis itu juga enggan membuka sosial media. Lagipula, dia ingin beristirahat sejenak dari kesibukan yang selalu menderanya.


“Aku sehat, Luci. Sepertinya, kamu lah yang tengah dalam kondisi tidak baik.”


“Haaaaaaaaaaaaahhh.. Memang. Aku sangat sangat sangat sangat tidak baik Zuu. Para wartawan entah bagaimana menemukan tempat tinggalku dan mereka terus merepotkan ku. Karena itu pula aku tak bisa menghubungi mu beberapa hari terakhir. maafkan aku..”


“Hei, kenapa kamu meminta maaf? Jangan membuatku merasa bersalah Luci! Aku lah yang menyebabkan semua masalah ini.”


“Lupakan! Jadi, bagaimana hari-hari mu dengan sang suami hm?”


Seketika wajah Zura memerah.


“Ehem. Tidak adakah hal lain yang ingin kau tanyakan? Kau menanyakan hal yang tidak penting.”


“Apanya yang tidak penting hei!! Justru ini adalah hal paling penting yang seharusnya aku tanyakan bukan?”


“Haha.. Apakah begitu?”


“Tentu saja!!”


“Um.. baiklah. Hubungan kami, tidak ada yang spesial sih sejak terakhir kali. Sekarang bahkan Aiden sudah tidak di rumah beberapa hari. Dia memiliki urusan bisnis di luar kota.”


“Ouh. Apakah kamu ditinggal pergi sejak hari pertama?”


“Hei!! Apakah kamu cenayang?”


“Haha..”


“Tapi, itu hal yang lumrah bukan? Mengingat identitas Aiden, dia memang sudah selayaknya memiliki kesibukan tinggi. Lagipula, ini mungkin malam terakhirnya. Aiden bilang seharusnya ia akan pulang ke rumah besok siang.”

__ADS_1


...**...


Malam menjelang.


Hotel tempat Aiden menginap adalah salah satu dari top class hotel di bawah naungan Antarest Group. Di sepanjang lorong lantai VIP dimana Aiden dan Kliennya tinggal, hanya terdapat 4 kamar. Dan dua diantaranya itulah yang dipakai oleh Aiden dan sang Klien. Sementara itu, di ujung lorong itu, terdapat sebuah mini bar eksotis yang cukup luas. Para pengunjung hotel boleh masuk meski bukan tamu VIP. Menikmati pemandangan yang terpampang indah di balik kaca. Atau menikmati semilir angina di balkon sembari menyesap wine atau martini.


Aiden menyesap minumannya. Pada malam terakhir ini, Aiden melakukan pesta perpisahan dengan klien. Menikmati mini bar eksotis bersama. Dan besok, ia sudah bisa pulang ke rumah. Menemui Zura.


Apa gadis itu tengah menunggunya?


Apa gadis itu merindukannya?


“Haruskah aku mengirim wanita untuk menghangatkan ranjang?” sang Klien, George Raksha bertanya dengan sebuah senyuman licik.


Aiden menatapnya. Ia tak terlalu memperhatikan perbincangan mereka. Namun setidaknya ia tahu apa yang tengah dibahas oleh kliennya itu.


“Mr George, aku sangat berterimakasih. Anda pasti juga tahu, aku tidk bermain dengan sembarang wanita. Dan aku juga tak bermain dengan wanita lain saat aku menjalin hubungan.” Jawab Aiden dengan senyuman bisnis, lantas kembali menyesap gelas wine yang entah sudah keberapa kalinya


.


“Ku dengar kamu sedang tak menjalin hubungan dengan siapapun. Setidaknya, aku memiliki kenalan yang katanya sangat mengidolakan mu. Dia juga wanita yang cukup manis.”


“Sayang sekali kalau begitu. Aku baru saja menjalin hubungan dengan seorang wanita yang bukan hanya manis, tapi juga cantik, seksi, dan sangat menggairahkan.”


Jika Zura mendengarnya, gadis itu pasti sudah melayangkan tatapan maut untuk Aiden. Mengingat itu, Aiden terkekeh ringan.


George mengangkat satu alisnya. George telah menyelidiki profil Aiden sebelum membuat kesepakatan kontrak. Awalnya, dia kurang suka dengan gaya hidup bebas Aiden. Meski George telah beberapa kali menikah, dia tak pernah berselingkuh dari istrinya. Dan dia selalu menunggu sekian waktu setelah perceraiannya sebelum kembali menikah dengan wanita lain. Bagi George, orang yang tak bertanggungjawab dengan hubungan adalah orang yang menyebalkan. Karena itu lah awalnya ia terus menolak kesepakatan Aiden meski menggiurkan.


Namun, setelah membaca data pria itu dan bertemu langsung, George menyukai laki-laki itu. Aiden justru terlihat lebih baik daripada dirinya. Dia hidup bebas, namun tidak sepenuhnya bebas. Aiden memperlakukan wanita dengan sangat baik saat berhubungan. Dan memang benar, dia tak berhubungan dengan sembarang wanita. Meski dia memang seringkali berkencan dengan wanita mana pun, Aiden sangat pemilih soal wanita yang ia ajak ke ranjang.


Dia adalah bajingan.

__ADS_1


Namun dia juga seorang laki-laki yang berpendirian dan bertanggungjawab.


“Aku masih sangat menikmati kehidupanku dengan kekasihku sekarang Mr George. Bahkan, aku sudah sangat merindukannya.”


“Haha.. Aku juga sangat merindukan istriku.” George lantas mendekati Aiden, setengah berbisik.


“Tapi dia sedang kabur karena marah pada ku. Aku belum ingin cerai lagi..” ucap George.


“Oh.. anda sungguh kasihan Mr George..”


Balasan Aiden lantas membuat George tertawa. Satu hal yang dia sukai lagi dari Aiden adalah fakta bahwa dia diakui memiliki pesona untuk menjerat wanita. Bahkan istrinya menyukai Aiden. Padahal, sudah tidak bisa dihitung lagi, berapa kali istri George terus memaki karena wanita masa lalu George. Dan akhirnya mereka lagi-lagi bertengkar.


Lalu kenapa Aiden malah disukai oleh istrinya?


“Ck. Jika mengingat itu aku jadi kembali marah pada mu, Aiden.” Gerutu George.


“Mengingat itu?”


“Ya. Mengingat sesuatu yang menyebalkan. Istriku menyukaimu. Padahal dia seringkali memarahiku karena memiliki banyak wanita masa lalu. Hei! Wanita yang pernah kau kencani mungkin sepuluh kali lipat lebih banyak!!”


“Haha.. Mungkin dia menyukai wajah tampanku.”


“Ya! Dan dia menyukai setiap gossip terbaru saat kamu tengah bersama kekasih barumu.”


“Itu bukan salahku, Mr George!”


“Sudahlah. Sebagai gantinya, kamu harus menemaniku minum semalaman, Aiden.”


Aiden pun tergelak, menatap wajah masam George.


“Tentu. Untuk malam ini saja, aku tak akan keberatan.”

__ADS_1


__ADS_2