Jebakan Cinta Mr Bastard

Jebakan Cinta Mr Bastard
Everything's Done


__ADS_3

“Dengan sangat tidak terhormat, apa kau mau bermalam denganku?”


Jeska benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran Varlos. Apa tuannya sedang mengajak bermalam? Bukan bermalam dalam artian bercinta kan? Tapi semua situasi ini semakin mengarah ke sana. Apakah ini ajakan one night stand? Atau semacam friend with benefits? Ayolah, bahkan belum genap dua minggu sejak Jeska mulai bekerja.


“Tuan Varlos, sebaiknya kita segera menemui tuan Aiden.” Ujar Jeska mengalihkan pembicaraan. Dengan gesit, gadis itu mendorong tubuh Varlos dan menyingkir. Bersentuhan dengan atasannya yang satu ini adalah mimpi buruk.


...**...


“Jadi..”


Aiden menelan saliva. Ia menatap kakaknya dengan harap-harap cemas. Apa yang akan diucapkan Varlos sekarang menentukan masa depan rumah tangganya dengan Zura.


“Sebelum aku melanjutkan, aku ingin bertanya dulu.” Ujar Varlos. Di belakangnya, Jeska hanya berdiri memperhatikan. Ia tak memiliki hak apa pun juga untuk ikut campur. Aiden hanya bisa menahan rasa was-was. Sedang Zura, gadis itu menanggapi Varlos dengan tenang.


“Tentu. Aku akan menjawab pertanyaan kakak ipar dengan jujur.” Jawabnya.


“Apa rencana kalian jika.. Aiden memang bersalah?”


Aiden menahan nafasnya. Sedang Zura menghela nafasnya.


“Kami akan bercerai. Meski belum diketahui kandungan gadis itu milik siapa, kami tak bisa mempertahankan hubungan kami. Terutama karena yang publik tahu adalah kesalahan Aiden.”


“Lalu, bagaimana jika kamu juga hamil? Apakah kemungkinan itu tidak ada?”


Pertanyaan Varlos membuat Zura membeku sesaat. Jika diingat lagi, itu memang sangat mungkin. Juga, apakah bulan ini ia sudah terlambat menstruasi? Zura melirik Aiden. Jangan ditanya lagi ekspresi laki-laki itu. Aiden terlihat pucat pasi persis seperti mayat.


“Jadi, kemungkinan itu ada?” tanya Varlos lagi.


Jeska ikut menghembuskan nafas melihat atasannya. Dalam hati, ia merasa kasihan juga dengan pasangan Aiden-Zura. Meski Jeska bukan termasuk orang yang update informasi selebriti, ia sangat mengenal dua aktor aktris itu, juga mengidolakannya. Apalagi Saffir Azura, Jeska adalah penggemar beratnya. Dan sekarang, ia semakin menyukai aktris penuh pesona yang sangat cantik itu.


Zura akhirnya kembali menatap Varlos. Tatapan yang tidak goyah. Ada kesedihan yang tampak jelas di pelupuk matanya. Namun, Zura adalah Zura. Ia telah kembali menjelma menjadi wanita tangguh yang penuh pendirian.


“Bahkan jika aku hamil, kami harus tetap bercerai.” Ujarnya lembut.


“Zura..” lirih Aiden dengan suara tercekat. Wajahnya benar-benar pucat, dan matanya memerah, menyimpan mendung yang bisa tumpah kapan pun.


“Hear me..” Zura tersenyum tipis. Jemarinya menggenggam Aiden erat, berusaha menenangkan laki-laki itu.


“Aku tidak melakukannya karena marah atau ingin berpisah, Aiden. Bagiku, semua ini adalah cobaan. Kamu mungkin telah melakukan kesalahan. Tapi aku tak memiliki hak menyalahkan seseorang yang bahkan tak bisa mengingat apa pun. Juga, kamu lah yang paling menderita karena itu. Kamu jauh lebih menderita menanggung kesalahan itu dibanding aku, Aiden.”


“Lalu, kenapa?”


Zura menunduk. Jemarinya juga bergetar.


“Ini yang terbaik. Untukmu, untukku, untuk.. anak kita juga jika aku memang hamil. Publik hanya akan melihatmu sebagai seseorang yang bersalah. Kabar pernikahan kita juga sudah terlanjur tersebar. Salah satu pemegang saham itu memang sudah sewajarnya tidak melepaskan situasi emas ini untuk menjatuhkanmu, Aiden..”


“Ya, semua pasti hanya akan menyalahkan Aiden. Dan jika kalian tidak bercerai, sentimen publik akan semakin buruk. Itu justru akan semakin berbahaya untuk kehidupan Zura, Aiden..” ujar Varlos setuju.


Aiden menundukkan kepalanya semakin dalam.


“Aku mengerti..” ujarnya lirih. Ia pasrah. Mungkin, semua ini adalah karma untuknya.


Suasana sendu itu hanya berisi keheningan. Zura maupun Aiden sama-sama diam. Jeska bahkan ikut berkaca-kaca. Ia terenyuh melihat pemandangan di depannya. Tidak ada wanita yang marah-marah dan mengamuk seperti yang biasanya terjadi dalam drama. Aiden juga tidak emosi. Dan Varlos malah kelewat santai. Lupakan tentang atasannya. Intinya, Jeska saja bisa melihat dengan jelas seberapa besar dua sejoli itu saling jatuh cinta dalam kisah yang rumit.


“Baiklah. Itu jika Aiden memang ikut terlibat dan bersalah, bukan?” ucap Varlos memecahkan hening.


Aiden pun mengangkat wajahnya dan memicing, menatap kakaknya penuh selidik.


“Apa maksud kakak?” tanya Aiden.


Seketika itu pula, seulas senyum terbit di wajah Varlos yang menyebalkan.


“Aiden hanya korban. Kamu tidak melakukan kesalahan apa pun. Wanita itu juga bersedia bersaksi setelah mendapat tawaran besar dariku.” Ujarnya enteng.


“Tu- tunggu. Apa maksud kakak?”

__ADS_1


“Mau melihat langsung saja konfirmasi dari Kisya Atrida?”


Wajah Aiden dan Zura masih jelas menampakkan keterkejutan. Bahkan Jeska yang tak tahu menahu ikut terbengong.


“Jes..”


“JESKA.”


Jeska terkesiap kaget.


“Yes, sir?” tanyanya kemudian dengan refleks.


“Tunjukkan video konfirmasinya.”


Jeska bingung sesaat. Namun, dengan cepat perempuan itu membuka tabletnya. Ia masih belum tahu video konfirmasi apa yang dimaksud. Atasannya benar-benar menyebalkan. Beruntung saja, video itu memang tengah menjadi trending topic, jadi gadis itu tak kesulitan mencari apa yang Varlos maksudkan.


Dengan cekatan, Jeska memutar video itu dan mengeraskan volume suara.


Suara dan gambar Kisya Atrida yang tampak sedikit pucat pun terpampang jelas di layar kecil itu.


“Hallo semua. Aku Kisya Atrida yang sebelumnya sempat membuat heboh jagat berita. Aku di sini untuk meminta maaf. Sejujurnya, Aiden sama sekali tak terlibat dalam kejadian nahas malam itu. Aku.. Aku.. aku.. dijual oleh kakakku. Dan.. pada malam itu, a- aku bingung dan frustasi. Saat itulah aku melihat Aiden mabuk dan tertidur. Aku menggunakan obat bius padanya dan merekayasa kejadian. Aku tahu aku sudah dibuang dan aku tidak punya uang sepeser pun. Karena itulah aku memanfaatkan Aiden.”


Kisya nampak menangis sesenggukan. Ia berusaha mengatur nafasnya.


“Aku sangat kacau saat aku tahu aku hamil, dan aku lagi-lagi memanfaatkan Aiden. Saat tahu ternyata dia sudah menikah, aku semakin gelap mata. Aku sungguh minta maaf. Terimakasih juga karena kalian malah mau membantu. Terutama kak Varlos, terimakasih sudah bersedia mengusut ma- ma- malam itu dan.. membuat mereka membayar perbuatan mereka.”


“Sekali lagi, aku minta maaf untuk semuanya. Aku bersumpah Aiden tak ada hubungannya dengan semua ini. Dia hanya korban. Meski aku sendiri tak percaya, namun Aiden sangat mencintai istrinya. Keluarga Aiden dan Zura juga bersedia memberikan saksi. Dan jika kalian ingin tes DNA saat anak ini lahir, aku juga tak keberatan. Karena Aiden memang sama sekali tak bersalah.”


“Terakhir, aku mendoakan pernikahan kalian agar bahagia. Terimakasih.”


Sesaat setelah tayangan itu berakhir, Aiden menatap Varlos dengan tatapan membunuhnya.


...**...


Jeska membuka matanya terpaksa saat cahaya matahari yang silau mulai menyusup melalui korden jendela. Tubuhnya terasa remuk redam. Wanita itu mengedarkan pandangan. Sayang, sepertinya di ruangan itu memang hanya ada dirinya.


Bagaimana tidak? Setelah drama dengan Aiden berakhir, Varlo mengajaknya, setengah memaksanya kemari. Dan, sisanya terjadi begitu saja. Jeska hanya bisa menghela nafasnya. Ia kembali mengingat kejadian semalam. Bagaimana ia bisa berakhir dalam suite room hotel ini.


Jeska menatap horor saat tuannya itu berdiri dengan tatapan penuh niat buruk di depan suite room hotel. Tangannya dicekal kencang. Bahkan sang tuan itu sama sekali tak berniat menutupi rencana busuknya.


Jeska benar-benar menyesali keputusannya mengantar sang atasan sampai kamar.


“Kamu tak lupa aku memintamu menginap, bukan?” tanya Varlos gamblang.


“Anda tahu umur saya bukan?” Jeska balik bertanya.


“Kamu berada dalam umur yang sangat legal untuk menikah.” Balas Varlos.


“Anda berada dalam umur yang pantas saya panggil Om.” Balas Jeska balik.


“Selama kamu wanita dewasa dan aku laki-laki dewasa, apa masalahnya? Kita sama-sama dewasa untuk menghabiskan malam yang dewasa. Jika kamu pikir aku orang yang tidak bertanggung jawab, aku tak keberatan kamu merekam adegan menyenangkan kita.”


“Anda akan menyesal. Laki-laki yang singgah dalam hidup saya cukup banyak. Tubuh saya juga biasa saja. Saya tidak istimewa sama sekali.”


“Jadi kamu berpengalaman di atas ranjang? Kalau begitu, aku jamin kamu tidak akan menyesal. Meski aku tak lebih berpengalaman, aku akan memberikan malam paling spesial untukmu.”


Jeska seketika menyerah. Mendebat Varlos adalah suatu kebodohan.


“Baiklah. Saya akan mandi lebih dulu.” Ujarnya singkat. Ia melepas tangan Varlos dan memasuki kamar hotel itu lebih dulu.


“Wait. Bukankah kamu terlalu mudah menyerah?”


“Bukankah saya bilang lelaki yang hilir mudik dalam hidup saya cukup banyak? Saya tak berniat sok jual mahal.”


Jeska lagi-lagi menghembuskan nafasnya. Dengan tertatih dan meringis menahan sakit, wanita itu berjalan pelan menuju kamar mandi. Jika atasannya itu memiliki hati sedikit saja, seharusnya Varlos tak akan mempermasalahkan keterlambatannya ke kantor bukan?

__ADS_1


Jeska merendam dirinya di dalam air hangat. Rasanya sangat nyaman. Ia bahkan sengaja berlama-lama agar rasa sakitnya sedikit berkurang. Apa Varlos akan marah nanti? Laki-laki itu sangat disiplin terhadap waktu. Sedang sekarang saja Jeska sudah terlambat hampir 3 jam.


Tok tok..


“Jes.. kamu belum selesai?”


Deg!!


Jeska menoleh ke arah pintu dengan pandangan horor. Apalagi saat melihat laki-laki itu berdiri di sana.


“Oh, pintunya tidak dikunci.”


Mata Jeska semakin terbelalak.


“Ka- ka- Ehm, anda masih di sini?” tanya Jeska gugup.


“Ck, lalu kamu pikir aku sudah pergi? Sudah ku bilang aku laki-laki yang bertanggung jawab bukan.”


“Eh, tunggu- Ah!!” Jeska menjerit saat Varlos mengangkat tubuhnya dari dalam bathup. Laki-laki itu mengenakan bathrobe dan membawanya kembali ke atas ranjang. Yang lebih mengejutkan lagi, sudah ada makanan dan minuman di sana.


“Aiden menyuruhku melayani wanita setelah menghabiskan malam penuh cinta. Menjadi kakinya, menjadi tangannya, memanjakannya, dan lain-lain. Dia bilang aku harus menggendong, menyiapkan sarapan, membantu mengeringkan rambut..” tangan Varlos yang tengah sibuk dengan hair dryer berhenti sejenak. Ia menatap Jeska yang masih diam terpaku.


“Kenapa kamu bohong? Jelas sekali semalam adalah pengalaman pertama untukmu.” Ujar Varlos, ia menatap Jeska lekat.


“Kenapa anda berpikir seperti itu? bisa jadi aku hanya melakukan operasi selaput dara.”


Varlos mengangkat satu alisnya, ia kembali mengeringkan rambut Jeska dengan kaku. Ia bukan Aiden yang bisa bersikap manis pada wanita.


“Ya, tak masalah. Hanya saja, kamu tampak sangat kesakitan.”


“Dan anda tetap terus melakukannya, bahkan berkali-kali dalam semalam.”


Varlos terkekeh melihat tingkah Jeska yang sepertinya sangat kesal. Benar sih. Entah berapa kali ia menumpahkan benih cinta dalam rahim Jeska.


“Baiklah, makan saja sarapannya. Kamu butuh energi setelah semalaman bekerja keras bukan?”


Dengan enggan, Jeska tetap saja memakan sarapan itu sangat lahap. Ia bahkan tak segan lagi meski menghabiskan jatah Varlos juga. Tubuhnya memang sangat lelah.


“Jadi, semalam pertama kalinya untukmu atau bukan, Jeska?” tanya Varlos lagi. Ia tak mengeluh meski sarapannya dihabiskan oleh sang asisten. Varlos hanya tersenyum sambil memesan kembali layanan kamar.


“Apa itu penting?” tanya Jeska balik.


“Kamu terlalu amatir untuk seseorang yang bilang bahwa dia sangat berpengalaman. Haruskah aku ingatkan kalau semalam-”


“O-oke, please shut up!!” seru Zura keras, ia menatap Varlos tajam. Sedetik kemudian, Jeska kembali menghela nafas.


“Iya, itu memang pertama kalinya, jika anda percaya. Tidak juga tak masalah.”


“Of course aku percaya. Tapi, kenapa kamu mau melakukannya denganku?”


Jeska menatap Varlos.


"Apa perlu alasan?"


"Tentu. Bahkan jika alasannya adalah tanpa alasan."


Jeska menahan bibirnya agar tidak mengulas senyum. Jika dipikir lagi, ada banyak alasan yang membuatnya tergoda. Tapi mungkin, semua itu berawal karena satu hal yang membuat awal mula Jeska kagum pada sosok Varlos dengan sedikit berbeda. Kekaguman dan.. benih ketertarikan yang terpendam.


“Saya hanya.. jatuh cinta dengan cara anda menyayangi adik anda.”


...**...


...Hai semua, bab terakhir untuk Jebakan Cinta Mr Bastard akan diunggah besok. Nantikan yaa....


...Tadinya mau hari ini sih, tapi waktunya agak gak nyampe. So, sampai jumpa besok....

__ADS_1


...Sebagai penghormatan terakhir, penulis meminta dengan sangat pada pembaca sekalian untuk memberikan ulasan pada episode terakhir karya ini yang akan diunggah besok. Tolong berikan komentar meski hanya satu kata. Terimakasih...


__ADS_2