Jebakan Cinta Mr Bastard

Jebakan Cinta Mr Bastard
END


__ADS_3

...*...


...Ai & Az...


...Aiden Antares & Azura Antarest...


...Terimakasih pada Tuhan YME yang telah menganugerahkan seorang putri yang cantik jelita untuk kami....


...Kayra Saffra Antarest...


...Semoga ia dikaruniai kehidupan bahagia dan menjadi pribadi yang jelita rupa dan hatinya...


...Yang berbahagia...


...Ai & Az...


...*...


...V & J...


...Varlos Antarest & Jeska Antarest...


...Terimakasih pada Tuhan YME yang telah menganugerahkan seorang putra yang tampan rupawan untuk kami....


...Arsen Faj Antarest...


...Semoga ia dikaruniai kehidupan bahagia dan menjadi pribadi yang gagah rupa dan hatinya...


...Yang berbahagia...


...V & J...

__ADS_1


...*...


... ...


“Oh.. kecil sekali..” gumam Jeska dengan air mata menggenang. Ia masih terpaku melihat bayi yang ada dalam gendongannya. Padahal sudah hampir sebulan, Arsen yang dulu mungil juga sudah sedikit lebih besar. Namun Jeska masih saja sering menggumamkan hal itu.


“Kamu sudah sedikit banyak belajar saat aku mengasuh Kayra. Kayra memang sedikit lebih besar. Its okey Jes, yang penting sehat bukan?” ujar Zura menenangkan. Meski sudah berkali-kali Jeska mengeluh, Zura sama sekali tak keberatan atau malas. Wajar jika seorang ibu mengkhawatirkan anaknya.


“Di mana Key?” tanya Jeska.


“Bersama Aiden. Ngomong-ngomong, dari dulu aku penasaran. Kenapa kak Varlos menamai Arsen Faj. Kata Faj itu sedikit.. asing?”


“Em, Suamiku bilang dari kata Fajar. Matahari, bintang paling bersinar. Diambillah kata Faj. Oh iya, kenapa dulu kak Aiden meminta nama untuk baby Keyra pada Kak Varlos?”


“Kamu gak tahu? Aiden bilang dulu ia tak punya nama. Kak Varlos lah yang memberikan Aiden nama. Aku juga gak keberatan sih kak Varlos memberikan nama buat Key. Tapi, kak Varlos malah hanya urun Saffra. Katanya, dari namaku, Saffir. Seperti berlian yang berharga. Dan Keyra, Aiden mencari nama itu sampai pusing berhari-hari.”


Jeska dan Zura sama-sama tertawa ringan.


"Iya. Aku benar-benar sangat mengagumi kak Varlos. Dia.. sedikit terlalu mencintai Aiden, bukan?"


“Hm.. Suamiku benar-benar sangat menyayangi Aiden.” Ujar Jeska.


“Sayang, aku juga sangat menyayangi dan mencintaimu.” Varlos yang datang mengecup singkat kening Jeska.


“Em. Aku tahu, sayang..” Jeska tersenyum malu.


"Terimakasih telah menyayangi Aiden, kakak ipar. Aiden pasti juga sangat bersyukur memiliki kakak seperti anda." ujar Zura dengan senyum simpul.


"Itu karena kalian hanya mendengar kebaikanku. Sebenarnya, Aiden juga melakukan hal yang sama. Bahkan lebih. Ia menyayangiku dengan caranya sendiri. Aiden hanya selalu melakukannya di belakang layar. Seolah semua yang ia lakukan tak berharga."


"Oh ya? Aku penasaran dengan itu." ujar Jeska, menatap Varlos antusias.

__ADS_1


"Aku juga ingin tahu.." balas Zura. Sayang, percakapan mereka harus terputus karena suara tangisan Kayra terdengar.


“Oh, Aiden.. Honey!!” Zura mendekat ke arah Aiden dengan langkah besar.


“Sepertinya Key lapar, sayang.” Ujar Aiden, menyerahkan Kayra kepada istrinya. Gadis kecil yang menginjak usia 5 bulan. Kayra memang mulai berulah sekarang. Dan Aiden dengan sabar menemani gadis kecil itu bermain.


“Haha, iya. Makasih udah menemani Key bermain seharian, sayang..” Zura memberikan kecupan singkat di pipi Aiden. Mereka berjalan bersama ke arah kamar dan segera menutup pintu


"Apa yang tadi kalian bicarakan?" tanya Aiden, ia memperhatikan dengan lekat Zura yang tengah memberi ASI.


"Nama. Aku bertanya arti kata Faj. Ternyata dari kata Fajar. Aneh bukan? Kenapa huruf a dan r terakhir harus dibuang? Tapi maknanya indah. Cahaya matahari pagi yang menyapa."


"Jika aku ingat lagi, kakak pernah bercerita kalau Aiden dalam bahasa Irlandia juga berarti api atau matahari. Sebenarnya juga, kak Varlos ingin menamai bayi itu dengan nama Fajar. Namun terjadi sedikit kesalahan cetak. Jadi yang tertulis hanya Faj."


Zura menatap tak percaya.


"Jadi karena itu?"


"Iya. Kak Varlos berniat menggantinya, tapi entahlah. Ia harus berdiskusi dulu dengan Jeska bukan?"


"Benar. Oh, lihatlah, Key manis kita sudah tertidur. Terimakasih sudah menjaganya seharian, sayang.." Zura bersandar di bahu Aiden. Dia sungguh sangat bahagia.


“Of course aku akan selalu menjaga kalian. Kamu, Keyra juga. Dia cahaya baru dalam hidupku, sayang. Aku bersyukur karena memiliki putri yang sangat cantik dan menggemaskan. Dari seorang wanita yang sangat cantik bak bidadari.”


“Ck. Daddy gombal. Key, look at your Daddy! Daddy, you’re so handsome.” Zura merebahkan pelan tubuh kecil Kayra sambil bersuara pelan dengan suara anak-anak.


“Mommy, you’re so damn beautiful.” Balas Aiden dengan tingkah lucunya. Sangat menggemaskan.


“Damn itu tak baik diucapkan di depan anak-anak, sayang. Pilih kata yang lebih baik lain kali.”


“Haha.. siap, my sunshine.”

__ADS_1


...~END~...


__ADS_2