Jebakan Cinta Mr Bastard

Jebakan Cinta Mr Bastard
Varlos


__ADS_3

“Kondisi Aiden memburuk..” gumam Ken pelan dengan wajah khawatir.


Pagi ini, Ken, Zura, Heris Helios, Luci, dan Selen lagi-lagi berkumpul di bawah, duduk di atas karpet dengan nyaman. Meja di depan mereka bekas berisi sarapan yang telah tandas. Sedang Aiden tertidur di atas ranjang setelah meminum obat.


“Bagaimana dengan berita itu?” tanya Luci. Asal muasalnya berita itu saja mereka belum tahu pasti. Juga perkembangannya sekarang.


“Aiden mendapat surat dari tim penyelidik. Aku meminta mereka datang langsung siang nanti untuk memperlihatkan kondisi Aiden.” Jawab Ken.


“Benar. Jika kita hanya memberikan kabar tuan Aiden tengah sakit, publik justru akan membuat semua ini semakin runyam.” Ujar Helios.


“Iya. Mereka akan menganggap kakak lari dari tanggung jawab.” Balas Heris, yang sedikit berdebar karena mendapat lirikan singkat dari Helios. Sudah pasti soal ia memanggil Aiden dengan sebutan kakak. Heris memang semakin berani sekarang.


“Netizen sekarang juga semakin menjadi. Mereka menjelek-jelekkan Aiden dan menyangkut pautkan kak Zura. Mereka juga mengungkit masalah-masalah lama entah sesepele apa pun.” Luci mendesaah pelan.


Zura yang mendengar itu diam. Tadi pagi ia sempat membuka website dan membaca banyak komentar di sana.


“Maaf, tapi.. bolehkah kami melihatnya?” tanya Heris. Ia belum membuka website karena harus menghandle para bodyguard yang berjaga bersama Helios. Dan Ken sudah pasti sibuk dengan pekerjaannya sendiri.


“Tentu..” jawab Zura. Justru gadis itu yang mencarikannya di laptop. Padahal yang lain khawatir Zura akan tertekan.


“Aku juga sempat membacanya. Netizen memang sangat kreatif menduga-duga.” Ucap Zura lagi.


Mereka sekarang sibuk melihat balasan komentar yang tertera di layar itu.


“Sangat kacau.” Gumam Ken pelan. Matanya masih sibuk membaca komentar yang semakin lama semakin tak tentu arah.


Lione112 : Bukankah Zura melakukan selingkuh dan aborsi? Mungkinkah itu anak Aiden?


Ilko000 : Jangan bercanda!! Mereka selama ini musuh! My muse tak mungkin begitu. Bukankah buktinya sudah jelas? Dia bahkan masih virgin!


Kiddo44 : Operasi selaput dara sudah marak LOL.


Qwetu.ala : Apakah selama ini mereka membohongi publik? Jangan-jangan citra bertengkar itu palsu. Untuk menutupi kalau jalaaang itu selingkuh dari tunangannya sejak lama.


H00lyy : Dia sendirian dintara empat cowok Euwwwww.. Illlfeelll banget. Apakah mereka melakukan pesta ranjang?


Inkuuyy : Hey, pakaian my muse masih rapi. Dan bukankah laki-laki di sana itu asisten Aiden?

__ADS_1


Pradaa88 : Cewek yang ngilang, tandanya takut ketahuan


Iyuuuu6ty : JIJIIKK!!


Kiki.poo : Ja Lang \= La Cur \= Ma Ti Aja Lo


Mereka menghela nafasnya panjang. Masih banyak hujatan lain yang tak kalah pedas. Terkaan para netizen semakin buas. Hujatan untuk Aiden justru lebih parah. Ada yang bilang Aiden kabur, ada yang bilang Aiden judi dan foya-foya, ada yang bergosip tentang penggelapan Aiden, ada yang bilang Aiden memiliki banyak anak haram, ada yang bilang Aiden terkena HIV, dan entahlah. Mereka saja merasa hati mereka teriris. Mereka sedikit bersyukur kondisi Aiden sekarang membuat pria itu tak melihatnya secara langsung.


“Mengenai penggelapan itu, apa masalahnya, Ken?” tanya Zura.


Ken menghembuskan nafasnya panjang.


“Kamu masih ingat tentang mahar yang diberikan Aiden?” tanya Ken. Zura mengangguk singkat.


“Aiden sempat mengurusnya, namun berhenti di tengah karena suatu kendala. Dan sepertinya itu yang sekarang tengah dipermasalahkan. Saham itu entah bagaimana tak lagi tercatat sebagai milik Aiden, namun pemilik selanjutnya masih belum resmi. Entah apa yang terjadi. Intinya, pasti ada yang melakukan trik licik.”


“Saham??” tanya Selen yang tidak paham.


“Iya. Aiden berniat memberikan 15% saham Antarest Group kepada Zura.”


“Whaaattt?? Tunggu, Aiden tak memiliki sebanyak itu bukan?” seru Selen lagi. Antarest Group terlalu besar. Memiliki saham 2% saja sudah bernilai puluhan milyar, (mungkin). Selen tak terlalu tahu.


“Jadi, Kakak berniat memberikan kakak ipar 15% saham miliknya?” tanya Heris.


“Bukan 15% saham miliknya. Tapi 15% saham AE miliknya.” Jawab Helios santai. Heris sempat menelan ludah. Takut takut kakaknya itu akan berceramah karena ia (lagi-lagi) memanggil Aiden kakak.


“Apa bedanya?” tanya Luci, belum mengerti. Zura memang sempat bercerita sedikit, tapi ia masih belum mengerti.


“Kakak ipar memiliki saham 30% di AE. Dan kakak ipar membagi dua dengan kak Zura.” Selen yang menjawab. Ia juga sebenarnya sangat takjub. Harta yang dibagikan itu akan menjadi milik Zura sepenuhnya, bukan milik bersama. Bukankah itu luar biasa?


“Aku tak tahu akau akan membuat Aiden berada dalam masalah.” Gumam Zura. Lagipula, ia tak sepenuhnya menginginkan uang itu.


“Intinya, para keparat kapitalis itu membuat seolah mereka kehilangan uang sangat banyak dan Aiden lah yang menggelapkannya.” Ujar Helios.


Orang-orang itu kemudian mengerang lirih. Sungguh licik sekali trik mereka.


Tok tok

__ADS_1


Semua orang menoleh ke arah pintu. Bertanya-tanya siapa yang datang.


“Aku akan membukanya.” Ujar Zura yang kini sudah berdiri, bahkan sembari berjalan. Tak memberikan kesempatan para laki-laki ‘bawahan’ Aiden itu untuk menginterupsi.


Zura membuka pintu itu sedikit. Tampak seseorang dengan tubuh tegap tinggi, rahang kokoh yang tegas, wajah yang tampak dingin, dan setelan pakaian yang rapi. Dilengkapi pula dengan berkas yang berada di tangannya.


Zura menatap laki-laki itu dengan dahi berkerut. Dan laki-laki itu juga tampak memicingkan matanya menatap Zura.


“Maaf.. Anda siapa?” tanya Zura berusaha sesopan mungkin. Melihat sekilas, tampaknya orang di depannya berkaitan dengan kepolisian, hukum, atau mungkin pejabat pemerintah.


Zura merasa familiar dengan orang ini. Otaknya berpikir keras apakah ia pernah melihat laki-laki di depannya atau tidak.


“Nama say-


“OH!! God!! Anda pengacara Varlos bukan??” seru Zura tiba-tiba dengan sangat antusias. Ia bahkan setengah berteriak, dengan tangan menutupi mulutnya karena tak percaya.


Orang-orang di dalam ruangan itu sedikit terkejut setelah mendengar teriakan Zura. Bahkan Aiden mengerutkan kening karena terbangun.


“Astagaaa.. Sa- saya salah satu fans berat anda, tuan Varlos!!” Seru Zura lagi. Dengan gugup ia mengulurkan tangannya mengajak bersalaman.


Varlos kemudian tersenyum simpul. Senyuman yang ramah yang membuat wajah dinginnya terhempas. Astagaaa!! Rasanya Zura berdebar kencang. Bahkan tangannya sedikit berkeringat karena gugup. Apalagi setelah Varlos menerima uluran tangan Zura.


“Salam kenal, nona Saffir Azura An- Ansana.”


Suara Varlos yang serak dan berat membuat Zura termenung. Suaranya indah dan memikat. Apalagi laki-laki yang diidolakannya itu berbicara dengan ramah.


“Apa anda tak berniat membiarkan saya masuk, nona?” tanya Varlos.


Zura gelagapan. Seketika ia menarik tangannya dan membuka pintu itu dengan lebar, mempersilahkan Varlos masuk.


Semua orang di dalam ruangan itu terbengong menatap dua insan yang berada di pintu itu. Mereka berdua tersenyum manis seperti sepasang kekasih sedang kasmaran. Apalagi Zura yang jelas sekali nampak antusias, terkagum-kagum, dan malu-malu.


Bahkan Luci dan Selen. Seumur-umur, baru kali ini mereka melihat Zura sangat antusias!! Siapa laki-laki itu??


Prang!!


Suara itu membuat semua orang berjengit. Tatapan mereka beralih ke arah ranjang.

__ADS_1


Tampaklah di sana pecahan gelas berserakan dengan air menggenang di lantai. Dan seorang laki-laki dengan wajah pucat kini tampak sangat pucat. Apakah Aiden kesakitan??


Tidak. Aiden tengah amat sangat marah karena terbakar api cemburu!


__ADS_2