
Maxi menyipitkan matanya menatap sosok wanita yang dari belakang terlihat rambutnya yang bergelombang indah dan berwarna madu. Tubuhnya langsing namun begitu menggoda, Maxi menebak apakah wajahnya akan se menggoda tubuhnya.
"Selamat siang" kata Maxi menyapa wanita itu.
"Sudah aku tebak, anda pasti mau menemuiku Tuan Maxi" kata Gwiyomi membalikkan tubuhnya memperlihatkan wajah cantiknya.
Maxi memiringkan kepalanya, wajahnya seketika berubah menjadi senyuman menggoda ketika melihat kecantikan Gwiyomi, bahkan keindahan bunga mawar yang bermekaran kalah cantik dari sosok wanita didepannya ini.
"Apakah aku menganggu waktu siang anda Tuan Maxi?" kata Gwiyomi lembut mendayu, ia membenarkan sedikit cara duduknya dengan begitu anggun.
"Oh tidak, Nona?" kata Maxi mengulurkan tangannya.
"Gwiyomi, kau bisa memanggilku Gwi Tuan Maxi" kata Gwiyomi menyambut uluran tangan itu, tak lupa dia melemparkan senyuman mautnya yang membuat Maxi semakin berdebar.
"Nama yang sangat bagus Nona Gwi" kata Maxi tak melepaskan tatapannya dari Gwi.
"Terima kasih Tuan Maxi" kata Gwi tersenyum tipis menanggapinya.
Maxi terus menatap Gwiyomi dengan pandangan liar, dia akui kalau dia memang pencinta wanita, tapi melihat paras dan kecantikan Gwiyomi, siapa yang tidak menyukainya? Memiliki mata tajam namun begitu menggoda, bibirnya yang mungil dan merah, bahkan kulitnya yang begitu terawat, juga harum tubuhnya yang begitu menggoda.
"Baiklah Nona Gwi, apa yang membuatmu kemari? Dan bagaimana kau tau kalau aku punya hubungan dengan Rendra?" kata Maxi sedikit menebar pesonanya.
Gwi tersenyum kecil, sedikit sinis namun tak terlihat, sejauh ini memang tidak ada yang tau kalau Rendra memiliki seorang adik perempuan karena Papa Axel sengaja menyembunyikan identitas Gwi, tentu saja Papa Axel ingin menjaga putrinya karena dia tau musuhnya diluar masih cukup banyak mengingat bagaimana kejamnya persaingan bisnis sekarang.
"Itu sangat mudah ditebak, semua media memberitakan tentang bagaimana hubungan kalian, aku sedikit senang melihat caramu yang berani menantangnya terang-terangan" kata Gwi menghentikan sejenak ucapannya, ia lalu melirik Maxi sedikit tajam.
"Tapi kau kurang maksimal melakukannya" sambung Gwi kemudian.
__ADS_1
"Lalu apa hubunganmu dengan Rendra?" kata Maxi lagi, terlalu tertarik dengan gaya wanita ini menatapnya.
"Anggap saja aku salah satu wanita yang pernah dikecewakan olehnya, dan kita sama-sama dirugikan olehnya" kata Gwi mencoba menarik simpati Maxi.
"Oh, percintaan yang kandas" kata Maxi, ternyata selera Rendra wanita yang sangat berkelas, pantaslah selama ini jarang ada wanita yang bisa mendapatkan Rendra. Tapi jika wanita ini adalah mantan wanita Rendra, dia pasti sangat tau kelemahannya, pikir Maxi.
"Ya memang, dia hanya memanfaatkan ku untuk kepuasannya saja, tapi itu bukan hal penting, tidak perlu membahasnya lagi, yang jelas kita punya tujuan yang sama, dan aku punya hal-hal yang bisa menjadi kelemahannya Rendra" kata Gwiyomi tampak berapi-api mengatakannya, wajahnya tampak begitu sinis, namun entah kenapa malah semakin menarik.
"Apa imbalannya?" kata Maxi mencondongkan tubuhnya pertanda ia tertarik dengan apa yang ditawarkan Gwi.
"Aku sudah punya segalanya, Rendra sudah terlalu membuatku sakit hati dan aku hanya ingin melihat dia hancur sehancur-hancurnya" kata Gwi dengan sorot mata penuh kebencian yang dapat Maxi lihat.
"Baiklah, aku setuju kerjasama denganmu" kata Maxi lagi.
Gwiyomi tersenyum senang, pria didepannya ingin memang sangat mudah sekali terjebak, hanya dengan melihat wanita cantik saja otaknya sudah tidak bekerja dengan benar, tapi baguslah, langkah awal sudah terlewati, kini dia tinggal melanjutkan langkah selanjutnya.
"Ya, karena kau memang tidak bisa di tolak Nona Gwi" kata Maxi sudah memperlihatkan gestur ketertarikannya kepada Gwi.
"Ehm...Anyway, bagaimana dengan calon istrimu itu?" kata Gwi lagi.
"Oh, dia bukan lagi calon istriku" kata Maxi malas jika membahas Kirana, wanita itu sudah membuat moodnya buruk hari ini.
"Kenapa? Kau terlihat begitu mencintainya waktu itu?" kata Gwi berwajah terkejut dan ingin tau.
"Aku hanya tidak suka jika barang milikku di sentuh orang lain" kata Maxi lagi, ia berasumsi jika Kirana dan Rendra memang sudah melakukan hal lain waktu di dalam hutan, tentu saja dia tidak cemburu karena Maxi hanya menganggap Kirana hanya wanita sampah untuknya.
"Apa kau yakin? Setahuku Rendra itu orang yang sangat angkuh dan dingin, apalagi jika dengan seorang wanita, tapi jika memang Rendra telah melakukan sesuatu dengan calon istrimu, itu artinya dia sudah bisa masuk kedalam hatinya" kata Gwi lagi.
__ADS_1
"Maksudmu?"
"Ya, aku sudah sangat mengenal Rendra, dia tidak akan melihat seorang wanita jika wanita itu tidak menarik perhatiannya, tapi terbukti dia mau menolong calon istrimu, itu bisa kita jadikan kesempatan Tuan Maxi" kata Gwi semakin membuat Maxi tak mengerti.
"Kesempatan?"
"Yaps, wanita itu pasti sudah menarik perhatian Rendra dan kau bisa menggunakannya sebagai titik kelemahannya. Rendra itu tipe orang yang tak bisa melepaskan lawannya, jika tidak karena cinta dia pasti ingin mendapatkan wanita itu untuk balas dendam" kata Gwi tersenyum licik.
"Maksudmu kita akan menggunakan wanita ini untuk menekan Rendra begitu?" kata Maxi mulai mengerti jalan pikiran Gwi.
"Benar sekali Tuan Maxi" kata Gwi tersenyum senang.
"Baiklah, aku akan menyuruhnya untuk menggoda Rendra lagi" kata Maxi tak masalah jika harus menyuruh Kirana melakukan itu.
"Jangan, jangan menyuruhnya" kata Gwi mencegah.
"Lalu?"
"Jika wanita itu tiba-tiba datang dan menggoda Rendra, dia pasti sudah berpartisipasi karena Rendra bukan anak kemarin sore yang mudah kau bohongi, kita harus membuat semua ini senatural mungkin Tuan Maxi, lagipula apa kau bisa mengendalikan wanita mu itu? Bagaimana kalau dia malah berbalik mengkhianatimu?" kata Gwi mengerti kalau Maxi pasti punya kontrol penuh atas wanita itu karena melihat bagaimana cara Maxi yang memperlakukannya layaknya barang.
"Tentu, wanita itu tidak akan berani melawanku" kata Maxi sangat yakin kalau Kirana itu hanya wanita polos yang tidak mengerti apapun, apalagi sekarang dia masih punya ibunya yang bisa digunakan sebagai senjatanya.
"Ternyata kau tidak secerdas pikiranku ya Tuan Maxi, untungnya aku sedikit tertarik dengan dirimu, aku sudah bilang padamu bukan kalau Rendra itu jika sudah sangat menginginkan sesuatu, dia pasti akan terus mengejarnya sampai dia dapat, dan saat ini aku yakin kalau Rendra sedang mengincar kau dan juga calon istrimu, jadi kau harus melepaskan sebentar calon istrimu itu dan biarkan Rendra mendekatinya, jika benar kalau dia tertarik dengan wanitamu, kita bisa mengambilnya kembali untuk menekan Rendra, kau mengerti kan maksudku?" kata Gwiyomi tersenyum licik dan begitu sinis, wajah cantiknya tampak begitu emosional.
Melihat senyuman licik itu Maxi terdiam, wanita didepannya ini memang sangat cantik, namun juga memiliki otak yang sangat licik, Cantik namun mematikan.
Happy Reading.
__ADS_1
Tbc.