Jerat Cinta Kirana

Jerat Cinta Kirana
Bab 53.


__ADS_3

Kirana memandang Dandi khawatir, ia takut kalau para penghadang itu akan menyerang Dandi. Ia ingin membantu, tapi ia juga sangat takut kalau akan dilukai. Saat ketegangan dalam diri Kirana meningkat, tiba-tiba ia malah dibuat terkejut saat melihat sosok pria yang baru saja turun dari mobil.


"Rendra!" serunya dengan menahan kesal, seketika saja bahunya yang tadi tegang langsung mengendur seketika.


Dengan tergesa-gesa, Kirana langsung turun dari mobil. Ia menghampiri Rendra yang terlihat mengintimidasi Dandi.


"Rendra!" panggilnya tanpa bisa menyembunyikan nada kekesalan.


Rendra yang tadinya menatap Dandi dengan sinis langsung mengalihkan pandangannya. Dandi pun begitu, ia heran kenapa Kirana bisa tau nama pria didepannya ini, pikirnya.


"Sayang, akhirnya kau turun juga. Aku merindukanmu," ujar Rendra tanpa angin maupun hujan, ia langsung memeluk Kirana.


"Rendra, kau?" Kirana terkejut dan juga bingung saat Rendra memeluknya secara tiba-tiba. Ia merasa tidak percaya diri karena saat ini pasti bau tubuhnya sungguh tidak enak.


Rendra terus memeluk Kirana, namun matanya melirik kearah Dandi yang pasti kaget melihat tingkahnya. Tapi Rendra tak perduli, ia hanya ingin pria itu tau kalau Kirana adalah miliknya, jika memang dugaannya benar, pria itu harus membuangnya jauh-jauh perasaan itu.


"Rendra! Lepaskan aku …" ucap Kirana merasa risih karena Rendra terus memeluknya di depan banyak orang.


Rendra menurut, ia melepaskan Kirana namun masih memegang lembut lengan wanita itu.


"Ada apa kau mencariku?" tanya Kirana penasaran apa yang membuat Rendra sampai harus menjemputnya dengan cara seperti ini.


"Kau mau kemana? Apa kau lupa kalau malam ini aku akan mengajakmu menemui orang tuaku?" kata Rendra lagi.


"Aku tidak lupa, nanti malam 'kan? Sekarang masih jam berapa? Aku akan bekerja dulu," kata Kirana jengkel mendengar alasan Rendra. Pria ini memang sangat tidak bisa ditebak.


"Kau mau bekerja atau berduaan dengan pria ini?" ujar Rendra melirik Dandi dengan tatapan sinisnya.


"Apa yang kau pikirkan? Aku dan Dandi hanya teman kerja," kata Kirana heran kenapa Rendra mengatakan hal itu.


"Kalau begitu, aku tidak mengizinkanmu bekerja," kata Rendra memutuskan dengan seenaknya, ia tak akan membiarkan Kirana terus berduaan dengan pria ini, pikirnya.


"Kenapa tidak boleh?" tanya Kirana tak mengerti.


"Pokoknya tidak boleh. Sekarang ayo kita pulang, udara di luar tidak bagus untukmu" kata Rendra merangkul bahu Kirana dan mengajak wanita itu pergi.


"Eh? Kita akan pulang kemana? Jam kerjaku belum habis Rendra" seru Kirana berontak dari pelukan Rendra, ia melirik Dandi yang juga bingung harus berbuat apa. Ingin mencegah tapi ia juga takut melihat banyaknya anak buah Rendra.


"Tidak masalah," kata Rendra seenaknya saja, tetep kekeh membawa Kirana pergi dari sana.


"Maaf Tuan, Anda akan membawa Kirana kemana?" ucap Dandi memberanikan diri menghentikan Rendra.

__ADS_1


"Bukan urusanmu!" sahut Rendra dengan ketus, melirik tak suka kepada Dandi.


Dandi menelan ludahnya kasar, nyalinya seketika ciut melihat tatapan Rendra yang sangat tajam itu. "Tapi Tuan, kita belum selesai bekerja, bagaimana nanti kalau bos kami mencari Kirana? Dia bisa di pecat Tuan," kata Dandi sedikit terbata.


"Iya benar Rendra, aku nanti bisa dipecat. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu ya? Nanti jam 7 malam 'kan? Tenang saja aku tidak akan terlambat kok" kata Kirana mengulas senyum tipisnya, merayu Rendra agar tetap mengizinkan ia bekerja. Kirana juga tak enak jika bersikap seenaknya seperti ini.


Rendra mendengus kecil, ia menarik dagu Kirana agar wanita itu menatapnya.


"Kau tau, sekarang kau adalah Kekasihku. Kekasih seorang Gyanendra Xavier, jadi kau tak perlu takut dipecat. Bahkan kekasihmu ini bisa membeli Toko tempatmu bekerja" kata Rendra mengeluarkan sikapnya yang angkuh. Toh, yang memberikan Kirana pekerjaan juga dia, jadi dia juga berhak menentukan Kirana bisa bekerja atau tidak.


Kirana mengerucutkan bibirnya kesal, dia tau Rendra kaya, tapi bukan berarti bisa bersikap seperti ini juga, pikirnya.


"Bukan seperti itu, haduh …" Kirana bingung sendiri akan menjelaskan kepada Rendra dengan cara apalagi.


"Sudah tidak perlu memikirkannya. Yang harus kau pikirkan di dunia ini itu hanya empat hal," kata Rendra kini menatap Kirana lebih serius.


"Empat hal?" Kirana mengerutkan dahinya tak mengerti.


"Ya, empat hal." Kata Rendra tersenyum tipis.


"Apa itu?"


"Yang pertama, kau harus memikirkan aku. Yang kedua, aku lagi. Lalu ketiga aku juga, dan yang terakhir aku lagi. Pas, empat hal" kata Rendra menaik turunkan alisnya membuat Kirana tercengang.


"Hahaha, jangan cemberut seperti itu. Wajahmu sangat jelek," ejek Rendra mengacak-acak gemas rambut Kirana.


"Rendra ih, berantakan nih, jadi jelek kan?" Kirana merengek kesal seraya merapikan rambutnya.


"Memangnya sejak kapan kau cantik?" ujar Rendra menarik salah satu sudut bibirnya.


"Ya, aku tau kok. Aku memang tidak cantik seperti mantanmu" kata Kirana tau diri kalau ia memang tak ada apa-apanya dari wanita yang bersama Rendra dulu.


"Mantan? Kau yang pertama" kata Rendra lagi-lagi membuat Kirana terkejut.


Kirana terdiam menatap Rendra, mencoba mencari kebohongan disorot mata pria itu. Namun Kirana sama sekali tidak menemukannya. Apakah mungkin orang sesempurna Rendra tidak pernah memiliki pacar?


"Apa yang kau pikirkan? Aku memang tidak pernah punya pacar. Tapi aku punya calon istri dan itu hanya kau!" ucap Rendra lagi semakin membuat tubuh Kirana seolah membeku.


Jantung Kirana bahkan mulai bekerja tak normal dan ia mulai kehilangan fokus. Kirana hanya bisa terdiam saat Rendra menariknya lembut untuk mengajaknya meninggalkan tempat itu.


Sedangkan Dandi hanya bisa tersenyum kecut, sepertinya ia harus memulai lagi dari awal perjalanan cintanya.

__ADS_1


*****


Kirana pikir Rendra akan mengajaknya pulang dulu ke rumah setelah menjemputnya. Tapi ternyata dugaannya salah, karena pria itu ternyata malah mengajaknya ke salon terlebih dulu.


"Oh my Kiran, akhirnya kita bertemu lagi. Bagaimana kabarmu? Kabar baik bukan?" teriakan Syalome langsung terdengar begitu melihat Kirana datang.


Kirana tersenyum tipis, ia merasa lucu dengan gaya Syalome yang cukup begitu heboh.


"Aku baik Sally, bagaimana denganmu?" sahut Kirana bersiap untuk menyambut pelukan selamat datang dari Syalome tapi tiba-tiba saja Rendra malah menarik tangannya hingga tubuh Syalome hampir saja terjungkal karena tak siap.


"Rendra!" Kirana menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dilakukan Rendra.


"Eh, beruang kutub! Kenapa kau jahat sekali, untung saja aku terjatuh" protes Syalome dengan gayanya yang manja gemulai.


Rendra hanya mendengus kecil. "Kau tidak boleh berpelukan dengan dia" ucap Rendra menatap Kirana serius.


"Kenapa? Itu hanya pelukan biasa?" kata Kirana tak mengerti lagi kenapa Rendra malah melarangnya.


"Hanya pelukan biasa? Bagiku itu bukan hal biasa, apalagi dia seorang pria" kata Rendra melirik Syalome dengan sinis.


"Astaga Rendra, dia itu ba n ci" bisik Kirana merasa Rendra ini sangat aneh sekali.


"Mau dia transgender pun aku tidak perduli, dia tetap seorang pria dan kau tidak boleh bersentuhan dengan dia!" kata Rendra merasa geli sendiri melihat Syalome.


"*Hel*lo beruang kutub, tenang saja. Aku sudah jinak kok, aku tidak menggigit my Kiran" Syalome menyela jengkel.


"Kau memanggilnya apa tadi?" Rendra merasa panggilan itu sangat tak mengenakkan ditelinganya.


"My Kiran?"


"Tidak boleh. Kau tidak boleh memanggilnya seperti itu. Dia adalah Kiranku, dan hanya milikku." kata Rendra dengan suara tegas tak bisa dibantah. Biasanya jika ia sudah seperti ini, anak buahnya akan sangat takut padanya.


Wajah Kirana seketika memerah, merasa asa ribuan kupu-kupu yang menghinggapi perutnya saat Rendra dengan bangga mengklaim dirinya sebagai miliknya.


"Rendra sudah, kau tidak mungkin cemburu dengan dia bukan?" bisik Kirana merasa geli sendiri melihat tingkah Rendra yang sedang cemburu itu.


"Aku akan selalu cemburu dengan semua pria yang mendekatimu, termasuk dia!" ucap Rendra kali ini menatap Kirana lebih serius dari sebelumnya. Tatapan mata yang bisa membuat semua wanita didunia ini meleleh, begitupun dengan Kirana yang hanya bisa terpaku.


Happy Reading.


Tbc.

__ADS_1


Mohon maaf atas keterlambatan up ya guys ya, jangan lupa like dan komen …


__ADS_2