Jerat Cinta Kirana

Jerat Cinta Kirana
Pesta Ulang Tahun Fajar ~ 2.


__ADS_3

Maxi berjalan dengan sangat percaya diri, menggandeng wanita secantik Gwiyomi membuat ia merasa sangat bangga. Gwi pun sebenarnya enggan untuk pergi bersama Maxi, tapi pria ini memaksanya sampai mendatangi kampusnya, entah bagaimana pria itu bisa tau tempat kuliahnya. Padahal sebenarnya misinya untuk menggoda Maxi sudah selesai karena ia sudah berhasil membebaskan Kirana, tapi sepertinya Maxi sudah jatuh kedalam pesonanya terlalu dalam.


Rendra semakin menatap kedatangan Maxi dan juga adiknya dengan tajam, hatinya tak rela melihat bagaimana ba ji ngan itu menyentuh adik kesayangannya, tapi dia tak bisa melakukan apapun. Gwi pun kaget melihat kakaknya ada disana, namun ia sama, tak bisa melakukan apapun.


"Woho....kejutan bisa bertemu denganmu Rendra" kata Maxi dengan gayanya yang sangat tak disukai Rendra.


"Hai Max, kau sudah datang?" Cantika yang melihat kedatangan sepupunya langsung menemuinya.


"Ya, aku rasa kau tidak terlambat, aku harus menunggu wanitaku untuk tampil sempurna disini" kata Maxi tersenyum manis kepada Gwiyomi yang kaget mendengar ucapannya.


"Wow, suprise Max, kenalin juga Fajar my one and only" kata Cantik merangkul mesra lengan Fajar.


"Oh Hai Maxi, enjoy ya" kata Fajar tersenyum basa-basi, perasannya tak enak saat melihat wajah Rendra yang sangat kusut itu.


Maxi dan Rendra masih saling melempar tatapan tajamnya, tapi Rendra cepat-cepat memutus kontak mata itu. Ia ingat ada yang lebih penting saat ini, yaitu Kirana. Wanita itu tidak boleh sampai bertemu dengan Maxi, tapi kemana Kirana? kenapa Rendra tak melihatnya.


Acara pun sudah dimulai, semua orang tampak begitu antusias melihat acara potong kue dan dilanjutkan dengan minum wine, ada juga yang berdansa atau hanya sekedar berbincang. Rendra masih belum menemukan Kirana, apakah wanita itu pulang atau bagaimana?


*****


Kirana baru saja keluar dari toilet, ia berjalan menuju ballroom tempat dimana pesta tadi digelar. Ternyata tampak sangat ramai karena acarnya sudah di mulai. Kirana mencari sosok Rendra di antara banyaknya orang itu, ia lupa tadi dimana posisinya.


"Nona Gwi, bagaimana pestanya? Apa kau menikmatinya?" kata Maxi.


Deg


Jantung Kirana terasa berdetak kencang saat mendengar suara pria yang sangat dibencinya itu. Suara itu terdengar sangat dekat sekali di belakangnya.


"Cukup bagus, tapi aku tidak terlalu suka gaya pesta seperti ini" kata Gwi menanggapi sekenanya, ia malas sekali melihat wajah Maxi.


"Lalu gaya pesta apa yang anda sukai Nona Gwi?" kata Maxi lagi.

__ADS_1


"Ehm....kalau anda sendiri bagaimana Tuan Maxi?" kata Gwiyomi.


"Aku?" kata Maxi tiba-tiba sudah mendekatkan dirinya kepada Gwi.


"Ya, anda suka pesta seperti apa?" kata Gwi diam saja melihat tingkah Maxi itu.


"Aku lebih menyukaimu Nona Gwi" kata Maxi melemparkan senyuman khas dirinya yang menggoda.


"Kau mencoba merayuku Tuan Maxi?" kata Gwi tertawa renyah.


"Aku serius Nona Gwi, kau tidak percaya padaku" kata Maxi terus menerus menggoda Gwi.


Dada Kirana rasanya sangat sesak mendengar itu semua, bukan, bukan dia cemburu, tapi hatinya di penuhi oleh dendam yang ingin sekali dia lampiaskan. Pria itu benar-benar mengerikan dan sangat tidak pantas di sebut sebagai manusia. Tubuhnya bahkan terasa gemetaran saat melihat pria itu. Kirana ingin langsung mendatangi Maxi tapi ia kaget saat tubuhnya tiba-tiba ditarik sebelum ia berbalik.


"Ah......" Kirana berteriak kecil karena rasa kagetnya hingga membuat perhatian Maxi dan yang lainnya teralihkan.


Maxi mengerutkan dahinya saat melihat Rendra bersama seorang wanita itu. Tentu saja hal itu mengejutkan karena ingat sangat tau bagaimana sepak terjang Rendra yang anti wanita itu.


Rendra menatap Maxi tajam, ia lalu melihat Kirana yang tampak menatapnya dengan sorot mata berkaca-kaca, wajah wanita itu merah padam dan tangannya mengepal erat. Entah kenapa Rendra merasa kalau Kirana saat ini sedang ketakutan jika bertemu dengan Maxi.


"Stop! Jangan mendekat!" kata Rendra saat melihat Maxi yang berjalan menuju arahnya.


Maxi mengerutkan dahinya kenapa dia tidak boleh mendekat? Ia tak perduli dan kembali melanjutkan langkahnya.


Rendra langsung meraih kepala Kirana perlahan kedalam pelukannya, sebisa mungkin menyembunyikan Kirana agar Maxi tak melihat wajahnya. Ia bisa merasakan tubuh wanita itu gemetaran membuat ia yakin kalau ada hal yang tidak ia ketahui.


Tubuh Kirana langsung membeku, merasakan hangat akan pelukan Rendra membuat tubuhnya yang menggigil berangsur mereda, mencium harum lembut bau tubuh Rendra yang khas membuat nafasnya kembali sesak, bahkan ia bisa merasakan detak jantungnya yang keras karena perlakuan Rendra ini.


"Stop! Berhenti ditempat mu Maxi Wanitaku sedang sakit dan aku tidak ingin dia bertambah sakit karena melihatmu" kata Rendra asal saja membuat Maxi tercengang.


Memangnya Rendra pikir dirinya sebuah virus yang akan menyebabkan kekasihnya semakin sakit? Benar-benar sangat arogan.

__ADS_1


Rendra tak perduli, ia langsung meraih tubuh mungil Kirana dalam gendongannya dan membawanya pergi darisana melewati tatapan orang-orang yang ingin tau masalahnya.


Gwi tersenyum manis melihat hal itu. "Kau benar-benar sudah jatuh cinta kepadanya kak" batin Gwi.


"Tuan Maxi, are you oke?" kata Gwi pura-pura simpati.


"Aku tidak apa-apa Nona Gwi" kata Maxi memaksakan senyumnya, dia masih kesal dengan sikap Rendra dan dia pasti akan membalasnya, untuk saat ini lebih baik dirinya melanjutkan misinya untuk mendapatkan Gwiyomi, wanita yang sangat pantas menjadi istrinya.


"Oh baiklah, apa kita pulang saja?" kata Gwi.


"Bukankah ini masih terlalu sore Nona Gwi? Bagaimana kalau kita berdansa?" kata Maxi merangkul pinggang kecil Gwi.


"Aku tidak bisa berdansa Tuan Maxi, lagipula Ayahku pasti sudah mencari ku karena aku belum pulang se larut ini" kata Gwi sudah malas lagi bersandiwara gila seperti ini, pikirnya.


"Kenapa terburu-buru? Nanti aku yang akan menjelaskan kepada orang tuamu, sekarang minum dulu" kata Maxi tampak tak suka karena Gwiyomi ini selalu jual mahal dengannya. Sungguh wanita yang sangat susah didapatkan.


"Maaf Tuan Maxi, aku tidak bisa minum" kata Gwi menolak halus tau akal licik pria didepannya ini.


"Ayolah, hanya sedikit Nona Gwi, kau pasti akan menyukainya" kata Maxi langsung saja memaksa Gwi untuk minum wine yang di pegang nya.


Gwi yang tak siap sempat gelagapan karena Maxi langsung mencekoki nya hingga bajunya basah.


"Apa yang anda lakukan?" teriak Gwi menatap Maxi penuh amarah.


"Maafkan aku Nona Gwi, aku tidak bermaksud" kata Maxi mencoba membatu membersihkan baju Gwi.


"Lepaskan tanganmu! Aku tidak akan memaafkan mu Tuan Maxi, anda sudah sangat keterlaluan" kata Gwi menepis kasar tangan Maxi lalu pergi darisana tak perduli Maxi mengejar-ngejar dirinya.


Happy Reading.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2