
"Untuk apa dia disini?" kata Eril terlihat sekali tidak suka melihat keberadaan Kirana disana.
Ia tentu tak akan lupa apa yang sudah dilakukan wanita itu. Wanita itu sudah menjebak Kakaknya, dan yang lebih parah sudah meracuni Kakaknya, juga menyebabkan Adiknya terluka.
"Kamu udah kenal? Dia Kirana, Calon istri Kakak kamu," ucap Bella sedikit bingung melihat ekspresi Eril.
"Calon istri? Apa aku tidak salah dengar?" kata Eril sangat terkejut mendengar pengakuan Mamanya. Ia menatap semua orang yang berada disana, terutama Kirana yang langsung menundukkan wajahnya.
"Tidak, kau tidak salah dengar, dia memang calon istriku. Kita akan segera menikah," sahut Rendra juga heran melihat adiknya.
Eril tertawa, namun tawa itu terdengar begitu sinis. "Apa Kakak yakin akan menikahi wanita ini? Bukankah Kakak tahu betul siapa dia?" ucap Eril tak menatap Kirana dengan pandangan sinisnya.
Bella mengerutkan dahinya, semakin tak mengerti dengan apa yang Eril katakan. Ia lalu menatap suaminya yang hanya diam, sepertinya pria itu sudah tahu apa yang terjadi.
"Maksud lu apa ngomong begitu?" sergah Rendra melirik Eril tajam, tatapan matanya jelas-jelas memperingatkan adiknya itu untuk tidak mengatakan hal yang tidak seharusnya dikatakan.
"Iya Sayang, kenapa kamu berkata seperti itu?" ucap Bella menatap kedua putranya bergantian.
"Aku tidak mempunyai maksud apapun, aku hanya ingin mengatakan yang sebenarnya. Asalkan Mama tahu, wanita ini sudah …"
"Cukup!" sentak Rendra tiba-tiba membuat ucapan Eril terpotong. Ia kembali menatap adiknya itu sangat tajam, namun Eril sama sekali tak peduli.
Kirana menjalin jari-jemarinya dengan kuat. Inilah yang sangat ditakutkan, semua masa lalunya yang buruk pasti akan membawa masalah untuk Rendra.
"Kenapa Kak? Mama harus tahu siapa wanita yang sudah Kakak bilang sebagai calon istri itu. Aku juga heran, kenapa Kakak bisa dengan mudah memaafkan pengkhianat ini. Sebenarnya apa yang sudah dia berikan sampai membuat Kakak seperti ini," kata Eril semakin merendahkan Kirana.
"Pengkhianat?" ucap Bella seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya.
__ADS_1
"Jangan dengarkan dia, Ma. Dia hanya asal bicara," ucap Rendra geram sekali, ia ingin sekali memukul adiknya itu, tapi ia menahan dirinya dengan mengepalkan tangannya erat.
"Aku tidak asal bicara, Papa juga pasti sudah tahu 'kan siapa wanita ini? Wanita ini yang sudah menghancurkan Kakak dan hampir saja membunuh Kakak. Apa yang sebenarnya Kakak pikirkan membawa wanita itu masuk ke keluarga kita? Apa Kakak tidak pernah berpikir kalau wanita ini bisa sewaktu-waktu menodongkan pistol di kepala kita?" sergah Eril tak bisa semudah itu memaafkan orang yang sudah berkhianat. Meski sebaik apapun orang itu, jika sudah mempunyai bibit pengkhianat, maka cepat atau lambat akan kembali menusuk mereka. Itulah yang ada dipikiran Eril.
"Tutup mulutmu!" teriak Rendra tak terima Kirana disebut seperti itu oleh Eril. Ia ingin bangkit tapi Kirana menahan tangannya.
"Membunuh? Apa maksudnya?" ucap Bella dengan suara bergetar, ia menatap Axel untuk meminta penjelasan semua masalah ini.
"Kamu tenang dulu, Ma. Rendra, Eril, jangan bahas masalah apapun." Axel mencoba menenangkan Bella yang mulai panik. Ia juga menatap kedua putranya untuk tidak membahas masalah ini.
"Kalian tidak ingin menjelaskannya pada Mama?" ucap Bella berontak dari pelukan Axel. Ia menatap kedua putranya untuk meminta penjelasan.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan, Ma. Ini semua hanya salah paham," kata Rendra melirik adiknya tajam, berharap adiknya itu mau mendengarkan apa perkataannya.
"Eril?" merasa tak mendapatkan jawaban dari sang putra sulung, Bella beralih meminta penjelasan kepada putra keduanya.
"Baik kalau kalian tidak ingin memberitahu Mama, Mama akan mencari tahu sendiri." Bella langsung mengeluarkan ancamannya untuk kedua putranya mau membuka mulut.
"Bella, kamu juga perlu istirahat. Kita akan membahas hal ini nanti," ucap Axel mencoba membuat Bella mengerti.
"Kamu juga ingin menutupi semuanya dariku, By?" ucap Bella memandang suaminya kecewa.
"Bukan seperti itu …"
"Lalu apalagi? Apa yang sebenarnya kalian tutupi? Siapa Kirana? Apa benar dia wanita yang sudah menghancurkan nama Rendra dan hampir membunuhnya?" cerca Bella dengan suaranya yang meninggi.
Semua orang kompak terdiam, rasanya benar-benar tidak sanggup kalau mengatakan hal itu kepada Bella.
__ADS_1
"Kenapa kalian diam? Ayo jawab aku? Apa benar dia wanita itu?" Bella menunjuk Kirana dengan kesal. Ia tentu sangat tahu tentang masalah itu, hanya saja ia tak pernah tahu siapa dalang dibalik semuanya. Jika benar kalau Kirana adalah orangnya, maka artinya wanita itu benar-benar berbahaya.
"Oke, kalau kalian tidak ingin mengaku. Aku akan menanyakannya sendiri kepada Kirana," kata Bella berjalan mendekati Kirana.
"Ma, aku bisa jelaskan," kata Rendra mencoba menahan Mamanya.
Bella tak peduli, ia tetap menghampiri Kirana dan berdiri tepat di hadapan wanita itu.
"Apakah benar kau wanita yang sudah menghancurkan nama putraku?" tanya Bella dengan pandangan lurus pada Kirana.
Kirana semakin gugup, air matanya sudah menggenang di sudut matanya. Ia sangat takut dan merasa bersalah bercampur menjadi satu. Ia tak bisa hanya sekedar untuk membuka mulutnya.
"Ma, jangan begini Ma, Rendra bisa menjelaskannya pada Mama," kata Rendra menarik lembut tangan Mamanya agar tak melakukan hal itu.
Bella tak menghiraukannya. "Kiran, jawab Mama, apakah benar kau wanita itu?" tanya Bella lagi, kali ini dengan suaranya yang lembut. Ia tak ingin percaya dan berharap kalau Kirana mengatakan tidak.
Tangis Kirana seketika pecah, hatinya sangat sakit mendengar suara lembut Bella.
"Maaf," hanya kata itu yang keluar dari mulutnya, Kirana benar-benar tak berani untuk mengatakannya kepada Bella.
Bella menutup mulutnya syok, maaf? Itu artinya benar kalau Kirana yang menjadi dalang dari masalah yang mengenai putranya Rendra. Seketika saja tubuhnya bergetar dan air matanya mengalir tanpa bisa dicegah. Bagaimana bisa, anak perempuan yang dia kira akan menjadi bagian keluarganya ini tak lebih dari seorang pengkhianat.
Memikirkan hal itu semua membuat kepala Bella mendadak berdenyut pusing dan pandangannya kabur. Beberapa detik kemudian tubuhnya langsung limbung ke lantai.
"Mama!!"
Happy Reading.
__ADS_1
Tbc.