Jerat Cinta Kirana

Jerat Cinta Kirana
Pesta Ulang Tahun Fajar.


__ADS_3

Mobil Rendra memasuki sebuah hotel yang tampak begitu mewah. Malam itu ia memang sengaja mengajak Kirana untuk hadir di pesta ulang tahun sahabatnya Fajar. Alasan Rendra mengajak Kirana kesana adalah, tak ingin menjadi bulan-bulanan kedua sahabatnya karena setiap tahun jika ada acara apapun, Rendra tidak pernah sekalipun membawa pasangannya.


Pesta itu merupakan pesta yang cukup mewah karena Fajar yang memang dasarnya crazy rich, tak segan menggelontorkan uang ratusan juta hanya untuk sebuah pesta, apalagi gaya hidup Fajar yang hedon membuat dia mempunyai banyak teman dari kalangan sesama pengusaha dan juga artis papan atas.


"Ayo masuk" kata Rendra melirik Kirana yang masih diam ditempatnya.


"Iya Tuan" kata Kirana tersadar dari keterpanaannya ketika melihat bangunan hotel itu.


"Kau lupa, aku menyuruhmu memanggilku apa?" kata Rendra.


"Oh iya, Rendra, maafkan aku Tuan, maksudku Rendra" kata Kirana belum terbiasa.


"Baiklah, ayo kita turun" kata Rendra lagi.


Kirana mecoba membuang kegugupannya, ia menatap Rendra yang kembali menyerahkan lengannya. Kirana pun langsung melingkarkan tangannya kepada Rendra.


"Jangan takut, ada aku bersamamu" bisik Rendra yang melihat kegugupan di wajah Kirana.


Kirana langsung menatapnya, hatinya kenapa begitu menghangat saat mendengar ucapan Rendra.


Kedatangan keduanya itu langsung menjadi pusat perhatian, mereka tampak menatap kearah satu titik yaitu Rendra dan Kirana. Para wanita pun berdecak kagum begitu melihat sosok Rendra, namun para lelaki disana juga sangat terpesona dengan Kirana.


Kirana berjalan dengan anggun dan dagu terangkat, bibirnya yang merah seperti kelopak bunga mawar tampak mengulas senyum tipis yang begitu manis, tak berlebihan namun terlihat begitu menggoda. Tak akan ada satu pria pun yang bisa memalingkan wajahnya dari Kirana.


Rendra menarik sudut bibirnya saat melihat reaksi orang-orang itu, ia merasa bangga karena dialah yang menggandeng wanita mempesona ini. Perlahan langkah mereka mendekati Fajar yang sudah terlihat berkumpul bersama beberapa orang.


"Selamat ulang tahun" kata Rendra pada Fajar yang langsung syok mendengar suaranya.


"Sial! Ternyata elu Ren? Kirain siapa, tumben lu bawa cewek" kata Fajar begitu kaget saat tau sahabat paling anti wanita ini datang membawa pasangan.


"Ini seriusan Rendra? Gila man, bisa ada hujan badai nih lu gandengan sama cewek" kata Saka ikut menimpali.


"Kenalin, Kirana, Kiran, ini Fajar sama Saka, sahabat aku" kata Rendra secara reflek merangkul pinggang Kirana untuk memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


Kirana tersenyum tipis, ia cukup kaget saat melihat respon kedua sahabat Rendra, kenapa se heboh itu, pikirnya. Ia segera mengulurkan tangannya kepada kedua sahabat Rendra untuk berkenalan.


"Kirana" kata Kirana lembut, suaranya saja terdengar begitu merdu.


Fajar rasanya begitu kagum saat melihat kecantikan Kirana, tapi dia sadar kalau wanita ini adalah wanita sahabatnya.


"Fajar"


"Saka"


Seelah acara berkenalan itu selesai, mereka berbincang-bincang sejenak sebelum acara potong kue ulang tahun akan di mulai. Kirana sudah bergabung dengan para kekasih Fajar dan juga Saka, teman-teman mereka pun cukup banyak membuat suasana sangat ramai.


"Elu beneran pacarnya Rendra?" tanya Cantika kekasih Fajar, wajahnya tak kalah cantik dari Kirana, namun terlihat kalau semuanya permakan.


"Kenapa kak?" kata Kirana bingung harus menjawab apa.


"Nggak apa-apa sih, heran aja gue Rendra bisa cepet banget dapat pacar, setahu gue dia belum pernah punya cewek" kata Cantika lagi.


"Masak sih? Tapi Rendra berani loh bawa dia kesini, nggak mungkin kalau cuma pura-pura" sahut Cantika sebenarnya tak begitu suka dengan Kirana karena dia pun punya perasaan kepada Rendra, tapi mendapatkan Fajar pun tak buruk, pikirnya.


"Pastilah bayarannya mahal, iya kan? lu di bayar berapa sama Rendra?" kata Friska menatap remeh kepada Kirana.


"Maksud kamu apa ngomong gitu?" kata Kirana tak suka dengan ucapan Friska, memangnya dia wanita apa yang harus di bayar.


"Masih jual mahal lagi, kita tau sama tau lah Kiran, nggak mungkin Rendra bisa mudah bawa lu kesini kalau nggak ada imbal baliknya" kata Friska tersenyum mengejek.


Kirana mengepalkan tangannya, ingin sekali membantah tapi jika dilanjutkan pasti akan menjadi masalah dan pastinya akan membuat Rendra malu. Kirana harus tenang menghadapi wanita arogan seperti Friska ini.


"Ya benar, Rendra memang membayar ku, apakah itu masalah untukmu Friska? Lagipula disini, Rendra yang mendatangiku, jadi menurutmu apakah aku harus menolak pria sekelas Rendra?" kata Kirana tersenyum tipis namun sorot matanya begitu sinis.


"Ternyata benar, dasar wanita murahan" kata Friska menatap Kirana tak kalah sinisnya.


"Apakah kau yakin tidak membicarakan dirimu sendiri Friska?" kata Kirana tenang.

__ADS_1


"Kau--" Friska ingin sekali menampar wajah Kirana tapi ia mengurungkannya, ia masih punya tata krama untuk tidak melakukan hal itu.


"Kenapa Friska? Apakah kau takut untuk menampar wanita murahan ini? Asal kau tau Friska, wanita yang kau sebut murahan adalah wanita yang di gandeng oleh Rendra di depan publik. So, kau tau pasti bukan siapa pemenangnya disini?" kata Kirana menatap Friska dengan senyum penuh kepuasan.


Kirana segera meninggalkan tempat itu agar tidak lagi berhubungan dengan para orang munafik itu, dia mungkin wanita lemah dan tidak berpendidikan, tapi dia tidak ingin harga dirinya di injak-injak, sudah cukup sekali ia kehilangan harga dirinya, kini sebisa mungkin dia menjaga satu-satunya hal yang menjadi kehormatannya.


*****


"Jadi dia wanita itu?" kata Saka kaget saat Rendra menceritakan tentang Kirana.


"Ya" kata Rendra menjawab santai seraya menghisap rokoknya.


"Lalu, kenapa lu bawa dia kesini? Bukannya itu justru bahaya kalau publik tau kalau lu bawa tunangan orang lain" kata Saka.


"Gue hanya nggak mau lu berdua nge bully gue, makannya gua ajak dia" kata Rendra lagi.


"Lu yakin itu alasan lu bawa dia kesini? Bukan karena alasan lain?" kata Fajar tersenyum tipis, tau jika sahabatnya ini mulai ada perasaan kepada Kirana. Sudah terlalu sering bersama membuat Fajar sangat mengenal sifat Rendra.


"Alasan lain apa maksud lu?" kata Rendra tak mengerti.


"Gwiyomi?"


Fajar baru saja ingin menyahut, tapi diurungkan saat tiba-tiba Saka menyela begitu saja.


"Itu Gwi kan? Adik lu kenapa bisa sama Maxi?" kata Saka kaget saat melihat kedatangan Gwi.


Rendra pun kaget, kenapa Maxi juga ada disana? Dan kenapa adiknya itu mau saja diajak pergi oleh pria brengsek itu.


"Astaga! Gue baru inget kalau Maxi itu sepupunya Cantika, dia gue undang kesini, tapi kenapa dia bisa sama Gwi?" kata Fajar bingung.


Happy Reading.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2