
Setelah acara pernikahan selesai, Rendra dan Kirana langsung terbang ke negeri sakura untuk honeymoon. Bella sudah merencanakan semuanya agar anaknya bisa bersenang-senang. Mengingat sifat Rendra yang gemar bekerja, bukan tak mungkin nanti istrinya akan sering ditinggal bekerja.
"Akhirnya sampai juga, negara ini sangat bagus Rendra," Kirana berdecak kagum mengingat keindahan negara Jepang ketika malam hari. Apalagi sekarang musim gugur, jadi cuacanya tak terlalu dingin.
"Apa kau mau melihat yang lebih indah dari itu?" tanya Rendra memeluk istrinya dari belakang.
"Yang lebih indah? Apa?" Kirana melirik Rendra dengan dahi berkerut.
Kini mereka berdua sudah berada di villa setelah melakukan perjalanan hampir enam jam dari Indonesia. Villa ini terletak di sekitar pegunungan, jadi mereka bisa melihat pemandangan kota dari atas sana.
"Aku akan menunjukannya, ayo," Rendra tiba-tiba langsung menggendong Kirana membuat wanita itu terkejut.
"Eh? Kau mau kemana? Turunkan aku Rendra!" pekik Kirana melingkarkan tangannya di leher Rendra agar tidak jatuh.
"Hari ini sangat senang sekali," kata Rendra mengabaikan permintaan Kirana.
"Aku juga sangat senang," Kirana akhirnya terdiam memandang wajah Rendra.
"Kau sudah menjadi milikku sekarang, jadi jangan coba-coba pergi atau aku akan membunuhmu," kata Rendra memandang Kirana tajam dan serius.
Kirana justru tertawa kecil mendengar ancaman Rendra. "Aku tidak takut," ucap Kirana dengan wajah menantangnya.
Rendra menyeringai, ia menghentikan langkahnya lalu menatap Kirana dengan senyum tipis. "Bersiaplah, malam ini aku pasti akan menghabisi mu," bisik Rendra menggesekkan hidungnya pelan ke hidung Kirana.
Kirana sedikit bergidik mendengar kata-kata Rendra. Tapi hanya diam saja sampai mereka tiba di dalam kamar. Kirana pikir Rendra akan segera menghempaskan ke ranjang, tapi ia salah karena Rendra membawanya keluar. Lalu tanpa di duga Rendra malah melemparkannya ke kolam renang.
"Akh!" teriak Kirana kaget, rasa dingin langsung menyergap dirinya begitu tubuhnya terhempas ke dalam air.
"Rendra! Apa yang kau lakukan!" protes Kirana mengusap wajahnya yang basah.
"Menyenangkan sekali bukan?" ucap Rendra membuka kemejanya, memperlihatkan dada bidang dan otot perut yang membuat Kirana menelan ludahnya.
Setelah melepas sepatunya, Rendra langsung ikut menjatuhkan dirinya ke kolam renang. Ia berenang mendekati Kirana dan menarik pinggang wanita itu mendekat.
"Menyebalkan!" seru Kirana menciptratkan air di wajah Rendra.
"Malam ini adalah malam pertama kita menjadi suami istri, kita tidak boleh melewatkannya hanya dengan tidur," kata Rendra dengan tatapan mata yang tak lepas dari istrinya.
"Lalu?" Kirana sengaja bertanya, padahal ia sudah tahu apa yang di inginkan suaminya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau aku menjawabnya dengan tindakan?" kata Rendra semakin merapatkan tubuh keduanya.
Hanya lewat mata yang saling memandang, keduanya menyatukan bibirnya. Meluapkan perasaan menggebu melalui ciuman penuh cinta dan hasrat. Ciuman itu terasa basah dan dalam, Rendra tak mau melewatkan seinci pun sensasi dari bibir manis Kirana.
Saat ciuman mereka semakin memanas, Rendra segera melepaskannya lalu menggiring Kirana untuk keluar kolam renang lalu masuk kedalam kamar mandi. Di sana Rendra langsung menyergap Kirana di dinding.
Rendra mencium bibir Kirana lebih buat dari sebelumnya. Dengan menyalakan shower hangat, Rendra perlahan menyibak baju Kirana dengan jari jemarinya yang lembut.
Kirana men de sah tertahan saat Rendra menurunkan ciumannya ke leher. Tangannya hanya berpegangan pada pundak Rendra agar tubuhnya masih tetap berdiri. Tak lupa Rendra melakukan aktivitasnya dengan berjongkok di depan Kirana.
"Rendra, lakukan sekarang juga ..." Kirana sudah tak tahan dengan godaan yang Rendra berikan, ia sesekali menjambak rambut pria itu untuk meluapkan rasa yang memabukkan.
Rendra menurut, ia menyudahi aktivitasnya dengan mengecup milik Kirana dengan keras lalu menggendongnya kembali ke ranjang pengantin mereka.
"Apa kau lelah?" tanya Rendra memandang wajah Kirana yang begitu sayu.
"Sedikit," sahut Kirana malu-malu.
Rendra tersenyum kecil, ia kembali mencium bibir Kirana lebih panas dari sebelumnya. Lalu mereka melakukan aktivitas wajib sepasang suami istri setelah memiliki ikatan yang sah. Meski mereka sudah pernah melakukan sebelumnya, tapi kali ini terasa berbeda.
Rendra menjadi semakin liar dan juga bersemangat karena ikatan mereka yang sudah sah.
Keesokan paginya, Kirana terbangun saat hari sudah cukup siang. Tubuhnya masih terasa remuk karena pergulatannya semalam.
"Selamat pagi istriku," ucap Rendra menyapa dengan senyum manisnya. Ia masih setia di samping Kirana dan terus memandangi wanita itu sampai terbangun.
"Selamat pagi, kenapa tidak membangunkan ku?" ujar Kirana masih sedikit malu jika bertatapan dengan Rendra seperti ini.
"Kau tidur sangat lelap, apakah masih sakit?" tanya Rendra memegang milik Kirana.
"Eh! Kenapa harus dipegang!" sentak Kirana menepis tangan Rendra kasar.
"Aku hanya mengeceknya," sahut Rendra tersenyum tanpa dosa.
"Ck, ada-ada saja. Masih sakit, gara-gara kamu ini," ucap Kirana mencebikkan bibirnya sebal, memang miliknya masih sedikit perih karena kelakukan bar-bar suaminya semalam.
"Maaf ya, apa perlu kita ke dokter?" ucap Rendra menarik tubuh Kirana mendekat lalu mencium keningnya.
"Nggak usah, nanti juga ilang sakitnya," kata Kirana sudah terbiasa seperti ini, dulu bahkan saat Maxi melakukannya lebih sakit karena pria itu memang selalu bermain kasar.
__ADS_1
"Beneran?" tanya Rendra.
"Iya bener,"
"Yaudah, kamu mandi dulu aja, habis ini kita jalan-jalan," kata Rendra kembali mencium kening Kirana.
"Jalan-jalan kemana?" tanya Kirana mendongak menatap suaminya.
"Kemana aja, nanti juga kamu tahu," kata Rendra.
"Baiklah," Kirana menurut, ia melepaskan dirinya dari dekapan Rendra untuk turun dari ranjang.
"Bagaimana kalau kita mandi bersama?" ujar Rendra mengerlingkan matanya.
"Ish! Nggak mau!" cetus Kirana tak ingin tertipu dengan maksud terselubung suami mesumnya.
"Hahaha, aku hanya bercanda Sayang," ujar Rendra tertawa kecil.
"Kalau aku mengatakan mau, apa kau juga masih bilang hanya bercanda?" kata Kirana melirik malas.
"Maka, aku tidak akan menolak," sahut Rendra tersenyum kecil.
"Dasar!" sungut Kirana segera masuk kedalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan sarapan, pasangan pengantin baru itu berjalan-jalan di sekitar kota Tokyo Jepang. Rendra mengajak Kirana menjelajahi berbagai wisata yang berada di sana.
Kirana sangat senang sekali bisa berjalan-jalan menikmati pemandangan indah dengan di temani orang tercintanya. Ia juga mengabadikan momen indah ini dengan mengambil foto mereka berdua, menciptakan kenangan manis yang akan di ingat sepanjang usia mereka nanti.
Senyuman dan tawa mereka tak lepas menghiasai bibir sepanjang hari. Selama satu minggu di sana, Rendra dan Kirana benar-benar menciptakan momen yang sangat berkesan mereka.
"Jika tua nanti, aku ingin selalu seperti ini Rendra. Memandang matahari tenggelam dengan kau yang selalu menggenggam tanganku," ucap Kirana menyandarkan kepalanya di bahu Rendra.
Kini mereka berdua duduk di ayunan kayu belakang Villa seraya memandang matahari yang ingin kembali ke perpaduannya.
"Aku akan selalu bersamamu sampai kita tua nanti,"
Happy Reading.
Tbc.
__ADS_1