
Bella menunggu kedatangan Rendra dengan tak sabar, ia beberapa kali melihat ke arah luar untuk melihat mobil putranya. Axel yang duduk tak jauh darinya hanya melirik istrinya malas, membiarkan saja apa yang dilakukan Bella.
"By, kenapa lama banget ya? Aku udah nggak sabar," kata Bella mengadu pada suaminya.
"Sabar Sayang, kamu duduk aja dulu sini. Nanti juga sampai," ucap Axel menepuk kursi kosong di sebelahnya.
Bella mengangguk singkat, ia menurut untuk duduk dulu menunggu bersama suaminya. Namun sebelum ia sampai di tempat duduk, terdengar suara bel pintu rumah berbunyi.
"By, itu pasti Rendra. Ayo kita ke depan," ucap Bella menarik tangan Axel, meminta pria itu untuk bangkit.
"Udah datang, Ma?" tanya Gwiyomi yang baru saja datang.
"Iya, ayo kita sambut Kakakmu," kata Bella tersenyum sedikit kepada putrinya.
Bella menggandeng tangan Axel menuju pintu utama, ia sengaja ingin menyambut kedatangan kekasih Rendra untuk membuat kesan yang indah pertama kalinya. Bella membuka pintu rumah dan memasang senyum terbaiknya.
"Selamat da … tang," ucapan Bella menguap begitu saja begitu melihat siapa orang yang berada di depan pintu.
Axel pun hanya mengerutkan dahinya, ia pikir tadi Rendra yang datang, namun ternyata bukan. Yang datang kali ini Yolan bersama keluarganya. Untuk apa? Seingatnya mereka tidak membuat janji untuk bertemu atau mengundang mereka untuk datang ke rumah.
Bella pun langsung menatap Axel, bertanya tentang kedatangan keluarga Yolan yang cukup mendadak ini, namun Axel hanya mengangkat bahu pertanda ia tak tahu apapun.
"Jeng Salma?" ucap Bella meski bingung, ia mencoba bersikap biasa saja.
"Kenapa Jeng? Kok kelihatan kaget banget gitu?" ucap Salma dengan wajah bertanya.
"Oh tidak, aku hanya kaget, kalian datang tidak mengabari dulu," ucap Bella mengulas senyum tipisnya.
__ADS_1
"Ya kami sengaja tidak mengabarkan kedatangan kami, ada sesuatu yang ingin kami bicarakan, Jeng" ucap Salma melirik suaminya yang hanya diam saja.
Bella dan Axel kembali saling pandang, hal apa yang membuat mereka sampai datang kesana?
"Lebih baik kalian masuk dulu," ucap Axel merasa ini semua lebih serius dari yang ia kira.
*****
Kini mereka semua sudah berkumpul di ruang tengah rumahnya. Disana juga ada Gwiyomi yang ikut bergabung karena penasaran dengan apa yang akan keluarga Yolan katakan.
"Jadi?" tanya Axel tak suka basa-basi.
"Kenapa jadi tegang seperti ini? Kita nggak ada mau ngomong apa-apa kok. Kita kesini ingin membahas bagaimana tentang anak-anak kita nanti," ucap Salma terlihat begitu santai, namun tidak dengan Bella dan Axel, mereka sepertinya mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini.
"Anak-anak kita? Maksud kamu apa Jeng?" ucap Bell merasa harus memperjelas semuanya.
"Lalu apa maksud Anda berbicara seperti itu?" ucap Axel dengan aura dinginnya.
"Tuan Axel pasti sudah tahu apa maksud kami. Kami ingin meminta Rendra untuk segera meresmikan hubungannya dengan Yolan," sahut Salma to the point.
Bella langsung me re mas tangan Axel, jujur sebagai seorang ibu ia memang senang jika putranya Rendra menjalin hubungan dengan Yolan. Dia wanita yang baik, dan tentunya dari keluarga yang sudah sangat mereka kenal baik. Tapi Bella tak suka dengan cara mereka yang seolah menekan putranya.
Axel menghela nafasnya, ia sudah tahu jika hal ini yang akan mereka minta.
"Baiklah jika itu permintaan kalian, tapi aku tidak bisa memutuskan semua ini sendiri. Kita harus menunggu Rendra, biar dia sendiri yang akan memutuskan," ucap Axel tak ingin mencampuri urusan anaknya, ia tahu jika Rendra pasti sudah memiliki keputusan sendiri. Lagipula Axel sudah sangat mengenal anaknya.
Yolan dan keluarganya tampak terdiam, jika Axel sudah berkata seperti itu, mereka juga tidak bisa melakukan apapun. Tapi Salma sangat yakin kalau Rendra pasti akan mau menerima permintaan mereka.
__ADS_1
"Memangnya Rendra kemana, Tante?" tanya Yolan sedikit penasaran karena tak melihat Rendra sama sekali. Padahal menurut laporan anak buah yang ia tugaskan untuk mengawasi Rendra, pria itu sudah meninggalkan kantor sejak tadi sore.
"Kak Rendra sedang menjemput calon istrinya, mungkin sebentar lagi datang," tukas Gwiyomi dengan begitu ketusnya, sejak tadi ia sudah sangat kesal karena keluarga Yolan yang sangat licik.
"Gwi …" Bella menatap putrinya dengan tatapan memperingatkan.
"Apa Ma? Biarlah perempuan ini tahu kalau Kak Rendra itu sudah punya pacar. Lagian harusnya Kak Yolan tuh sadar diri kalau Kak Rendra tidak mencintai Kakak," kata Gwiyomi melirik Yolan dengan sinis.
"Jaga bicaramu Gwiyomi!" sentak Salma tak terima anaknya diperlakukan seperti itu.
"Bicara mana yang harus aku jaga Tante? Aku mengatakan fakta, seharusnya Tante …"
"Gwiyomi Allura!"
Ucapan Gwiyomi menguap begitu saja saat Axel menyebut nama lengkapnya dengan nada suara yang tegas. Gwiyomi tahu jika sudah seperti itu, Papanya itu sangat tidak suka dengan cara bicaranya.
"Maafkan ucapan putri saya," kata Axel.
"Apa yang dikatakan oleh Gwiyomi itu benar? Rendra akan membawa calon istrinya kesini? Bagaimana kalian semua bisa membiarkan putra kalian bertingkah seperti ini? Ini semua tidak benar," kata Salma tak senang jika apa yang dikatakan oleh Gwiyomi.
"Apa yang tidak benar?"
Semua orang langsung menoleh begitu mendengar suara berat yang cukup khas itu. Pandangan mereka terpaku pada satu titik, dimana Rendra sedang berdiri bersama Kirana dengan wajah dinginnya.
Happy Reading.
Tbc.
__ADS_1