Jerat Cinta Kirana

Jerat Cinta Kirana
Hukuman Untuk Kirana.


__ADS_3

Kirana menatap ruangan baru untuknya, saat keadaannya sudah membaik namun masih sedikit lemah. Pagi tadi ia dipindahkan dari kamar rawatnya ke sebuah kamar yang terlihat sederhana, ruangan itu sangat kontras sekali dengan bangunan rumah yang begitu mewah.


Kirana lalu mencoba merebahkan dirinya, menatap langit-langit dengan perasaan tak menentu. Lalu tiba-tiba pintu kamarnya diketuk membuat Kirana langsung bangkit, ia berjalan membuka pintu itu, terlihat sosok pria gagah yang mendatanginya membuat Kirana siaga, dia masih begitu trauma dengan para pria.


"Maaf Nona, saya Sam ketua penjaga disini, saya ingin mengatakan kalau hari ini anda akan ikut bekerja sebagai pelayan disini. Itu adalah sebagai bentuk hukuman dari Tuan Rendra kepada anda" kata Sam memberitahukan.


"Apakah dia baik-baik saja?" kata Kirana ingat sempat melukai Rendra waktu itu.


"Tuan baik-baik saja, saat ini beliau akan berangkat kembali ke rumah utama" kata Sam seadanya.


"Ehm...bolehkah aku bertemu dengan Rendra sebentar?" kata Kirana tak masalah jika dia harus dihukum, tapi dia ingin bertemu pria itu untuk meminta maaf.


"Maaf Nona, tapi anda tau sendiri jika Tuan Rendra tidak menyukai anda, jadi sebaiknya anda lakukan saja perintahnya. Setelah ini bersiaplah, anda sudah bisa mulai bekerja" kata Sam menyerahkan satu set baju pelayan kepada Kirana.


Kirana mengigit bibirnya, apa yang sebenarnya dia pikirkan? mana mungkin Rendra mau menemui wanita yang sudah memfitnah dan memojokkannya seperti itu. Rendra memang pantas membenci dirinya.


"Nona, hari ini kita bisa langsung bekerja, siapa nama anda?" kata Sella yang pagi itu ditugaskan untuk menemani Kirana.


"Aku Kirana, kau bisa memanggilku Kiran" kata Kirana.


"Baiklah Nona Kiran...."


"Kiran saja, posisi kita sama di rumah ini, jadi jangan memanggilku seperti itu" kata Kirana merasa tak pantas jika dipanggil se sopan itu.


"Baiklah Kiran, ini adalah rumah pribadi Tuan Rendra, beliau tidak tinggal disini, namun biasanya Tuan Rendra akan kesini jika terlalu malam pulang dari kantornya karena rumah ini lokasinya yang paling dekat dari kantor" kata Sella menjelaskan.


Kirana mengangguk, ia kembali menatap keseluruhan rumah yang terlihat sangat rapi itu, semua letak bendanya juga sangat simetris menandakan kalau pemilik rumah ini orang yang perfeksionis. Saat Kirana menyapukan pandangannya, tak sengaja matanya menatap sosok pria yang berjalan keluar di halaman rumah.


Pria itu adalah Rendra yang akan berangkat ke kantornya, ia menoleh sesaat kepada Kirana membuat wanita itu menunduk, entah kenapa hanya dengan lirikan nya saja perasaan Kirana campur aduk, ada rasa bersalah, takut namun juga senang saat bisa melihat wajah itu kembali.


"Tuan Rendra itu memang ganteng ya?" celetuk Sella tiba-tiba. Kirana langsung menoleh, dalam hati ia membernarkan perkataan Sella.

__ADS_1


"Tapi jangan pernah coba-coba mencintainya kalau kau tidak ingin sakit hati" kata Sella lagi membuat Kirana menekuk wajahnya.


"Kau mau tau kenapa alasannya? Tuan Rendra itu tidak pernah memiliki kekasih, sampai saat ini belum ada satu wanita pun yang berhasil mendapatkannya. Bahkan Tuan Rendra itu pernah menolak cinta seorang anak pejabat Kota, padahal wanita itu sangat cantik sekali tapi tetap saja di tolak oleh Tuan Rendra" kata Sella.


Kirana tersenyum kecut, ada setitik rasa nyeri dihatinya saat mengetahui hal itu, lagipula dia juga sadar diri, mana mungkin wanita sehina dirinya bisa mencintai Rendra yang begitu sempurna. Bahkan dalam anganpun tidak akan terjadi.


"Sudah jangan sedih, ayo kita mulai bekerja, hari ini aku masih menemanimu dulu. Aku ingatkan padamu ya, para pelayan wanita yang disini itu banyak yang tidak menyukaimu karena menurut mereka kau itu di istimewa kan. Selama bekerja disini, Tuan Rendra itu tidak pernah membawa seorang wanita, jadi kau itu wanita pertama yang dibawanya kesini" kata Sella lagi.


"Benarkah?" kata Kirana menanggapi.


"Ya benar" kata Sella seadanya.


Kirana kembali diam, tak ingin terlalu berharap saat Sella mengatakan itu karena dia tau alasan Rendra menolongnya hanya untuk membalas dendam.


****


Rendra duduk diruang kerjanya, pandangannya lurus menatap laptop yang menampilkan rekaman CCTV di rumah pribadinya. Sudah dua minggu lebih Rendra tidak berkunjung kesana, namun entah kenapa selama itu pula pikirannya selalu tak tenang. Padahal setiap hari dia sudah melihat Kirana dari layar CCTV itu.


"Ada apa Bram?" kata Rendra.


"Di bawah ada Nona Yolan, beliau ingin bertemu dengan anda" kata Bram.


"Oh, suruh masuk aja, panggilkan juga ketua divisi marketing Bram, dia ingin melihat gedung untuk usahanya" kata Rendra lagi.


"Baik Tuan" kata Bram segera berpamitan.


Tak lama setelah itu Yolan datang dengan tampilannya yang begitu cantik dan anggun, dia sengaja dandan seperti ini hanya untuk menemui Rendra.


"Selamat siang, maaf menganggu waktumu" kata Yolan seperti biasa menebar senyum bergulanya.


"Tidak, duduklah Yolan. Aku sudah menyuruh Bram untuk memanggil ketua divisi marketing, dia akan membawakan brosurnya kepadamu" kata Rendra tak terpengaruh oleh senyum Yolan, ia tetap saja bersikap formal.

__ADS_1


"Baiklah" kata Yolan sedikit masam, kenapa sih Rendra ini dingin sekali, tapi bukankah karena sikap dinginnya itu yang membuat ia semakin menyukai Rendra.


Setelah divisi marketing datang, Rendra langsung menyuruhnya menunjukkan model gedung-gedung yang bisa disewakan.


"Aku bingung nih, menurut kamu bagus yang mana?" kata Yolan dengan manja bertanya kepada Rendra.


"Semuanya bagus, tapi kalau untuk pemula seperti dirimu lebih baik di blok bagian D, kawasan itu sangat strategis untuk membuka usaha, disampingnya itu juga ada babershop dan juga salon" kata Rendra menunjukkan bangunan yang dimaksudnya kepada Yolan.


"Oh ini lokasinya di jl. Xxxx ya?" kata Yolan melihat brosur yang dibawa Rendra hingga tubuh mereka bersentuhan.


Rendra mengerutkan dahinya saat tau trik yang dilakukan Yolan itu, ia membiarkan saja dulu karena menurutnya belum keterlaluan.


"Ya itu bagus" kata Rendra datar saja.


"Aku boleh ngecek lokasinya nggak? Aku pengen lihat kesana langsung" kata Yolan menatap Rendra.


"Bisa, nanti kau akan ditemani tim bagian marketing kami" kata Rendra.


"Eh? Bisakah jika kau saja yang menemani? Aku tidak terlalu kenal mereka" kata Yolan menatap Rendra penuh harap.


"Mereka tidak akan macam-macam padamu" kata Rendra mulai risih dengan tingkah Yolan yang menurutnya berlebihan.


"Ya tapi jika bersamamu kan lebih enak Ren, sekali aja loh, nanti sekalian makan di luar, mau ya?" kata Yolan menarik-narik kemeja Rendra dengan manja.


Rendra sedikit berdecak dan menggeser tubuhnya, ia sungguh malas sekali jika harus pergi bersama Yolan. Tapi jika menolak pun tak enak karena mengingat hubungan baik antara keluarganya.


"Baiklah, aku akan menemanimu"


Happy Reading.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2