
"Sudah, sampai disini saja."
Setelah menyelesaikan sarapannya, Rendra meminta Bram untuk menjemputnya di depan gang rumah Kirana. Selain itu, ia ingin mengantarkan Kirana ke tempat kerjanya. Namun wanita itu menolak karena tak ingin menjadi pusat perhatian.
"Kenapa memangnya? Kita searah," kata Rendra mengerutkan dahinya.
"Ya, tapi akan aneh jika pegawai Toserba sepertiku diantar naik mobil bagus, sampai disini saja. Lagipula aku hanya tinggal jalan sebentar," ujar Kirana.
"Siapa yang akan bilang aneh? Masih 300 meter lagi dari sini, ayo aku akan mengantarmu," kata Rendra sedikit memaksa Kirana untuk masuk ke mobilnya.
"Baiklah, kau ini selalu saja memaksa," kata Kirana setengah menggerutu.
"Kau harus terbiasa seperti ini," kata Rendra melirik Kirana yang bersungut-sungut seperti ini.
"Terbiasa bagaimana? Aku tidak mengerti," kata Kirana.
"Kau tidak perlu mengerti. Cukup persiapkan saja dirimu, nanti malam aku akan menjemputmu jam 7," kata Rendra lagi.
"Menjemputku? Memangnya kita akan kemana?" tanya Kirana menatap Rendra bingung.
"Aku akan mengajakmu menemui orang tuaku," kata Rendra mengucapkan hal yang membuat Kirana tercengang.
"Menemui orang tuamu? Malam ini?" sergah Kirana kaget tentunya karena semuanya ini terlalu mendadak.
"Ya, apa kau keberatan?" ucap Rendra.
"Bukan begitu, aduh, aku belum siap," kata Kirana kebingungan, ia berpikir bagaimana ia akan bertemu orang tua Rendra. Dia harus memakai baju apa, pikirnya.
"Tidak apa-apa Kiran, kau tidak perlu khawatir. Aku sudah mengatur semuanya. Kau hanya perlu menyiapkan dirimu," kata Rendra rasanya ingin tertawa melihat wajah panik Kirana.
"Ehm ... apa Mamamu galak?" tanya Kirana mengecilkan suaranya, ia takut jika bertemu Mama mertua yang galak.
"Galak, Mamaku sangat galak," kata Rendra sengaja ingin mengerjai Kirana.
"Ha? Yang benar?" Kirana membulatkan matanya, ketakutan semakin mewarnai wajahnya membuat Rendra tak bisa lagi menahan tawanya.
__ADS_1
"Kenapa malah tertawa? Apa ada yang lucu," sungut Kirana memukul pelan lengan Rendra.
"Kau lucu, kenapa begitu panik?" kata Rendra masih dengan sisa tawanya.
"Tidak, aku tidak panik. Aku hanya berpikir bagaimana harus bersikap kepada Mamamu," kata Kirana.
"Ya benar, kau harus mengambil hati Mamaku agar bisa memberikan restunya untuk kita nanti," kata Rendra dengan wajah seriusnya, namun bagi Kirana itu malah seperti ejekan baginya.
"Rendra, aku serius" kata Kirana semakin kesal.
"Hahaha ... kau tidak perlu takut Kiran. Percayalah, Mamaku pasti menyukaimu," kata Rendra tertawa kecil, mencoba menenangkan Kiran yang sangat gusar itu.
"Ehm ... nanti malam, aku harus pakai baju apa?" tanya Kiran bingung lagi kan, ia tak memiliki baju sama sekali.
"Aku sudah menyiapkan untukmu. Nanti akan ada orang yang menjemputmu," kata Rendra lagi.
"Baiklah, aku akan turun dulu kalau begitu," kata Kirana melihat mobil mereka sudah berhenti di depan Toserba tempatnya bekerja.
Rendra mengerutkan dahinya saat Kirana akan turun, kenapa hanya begini saja, pikirnya. Rendra lalu mencekal tangan Kirana sebelum wanita itu turun.
"Ada apa?" tanya Kirana menatap Rendra.
"Apa begini caramu berpamitan kepada kekasihmu?" ujar Rendra menekuk wajahnya.
"Eh? Maksudmu?" ucap Kirana tersenyum kikuk, tak mengerti dengan perkataan Rendra.
Rendra sedikit berdecak kesal, ia menatap Bram yang masih duduk di kursi kemudi lalu menatap Kiran yang hanya bisa bertampang polos itu. Rendra menarik wanita itu hingga tubuh mereka menempel erat.
"Rendra, kau mau ..." ucapan Kirana menguap begitu saja saat Rendra tiba-tiba langsung membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman.
Bersamaan dengan itu, Rendra menutup sekat penutup mobilnya hingga Bram tak akan melihat apa yang akan mereka lakukan. Namun Bram bukan orang bodoh, ia sudah hafal apa yang akan dilakukan kedua orang yang sedang di mabuk asmara itu.
Rendra mencium bibir Kirana dengan lembu dan cukup dalam, kalau saja ia tak ingat akan menghadiri meeting penting, ia pasti tak akan mengakhiri hal yang mengasikan itu.
"Aku suka salam perpisahan seperti ini, lain kali kau harus melakukannya padaku," ucap Rendra mengusap bibir Kirana yang basah karena ulahnya.
__ADS_1
"Iya," sahut Kirana mengigit bibirnya, masih terlalu malu jika harus bersikap seperti ini pada Rendra.
"Baiklah, kau sudah bisa masuk. Selamat bekerja," ucap Rendra dengan senyum manisnya.
"Kau juga," kata Kirana buru-buru pergi setelah mengatakan hal itu.
Rendra memastikan Kirana benar-benar masuk kedalam Toserba, barulah ia membuka sekat penutup mobilnya. Rendra sedikit berdehem untuk mengusir kecanggungan.
"Kita langsung ke Kantor Bram," ucap Rendra langsung memasang mode seriusnya.
"Baik Tuan," sahut Bram mengangguk patuh. Mencoba bersikap biasa saja, seolah tidak terjadi apapun.
*****
Kirana sedang menata buah-buahan di rak yang terlihat kosong. Toserba tempatnya bekerja ini memang sangat ramai sekali, banyak orang-orang dari kalangan atas yang menjadi langganan membeli stok bahan-bahan kebutuhan pokok mereka. Di sana memang semua barang yang terjual adalah bahan pilihan dari luar negeri maupun dalam negeri.
"Kiran, hari ini lu ikut gua ya," Dandi seorang Senior muda menghampiri Kirana yang sedang sibuk itu.
"Ikut kemana, Kak?" tanya Kirana menatap Dandi.
"Biasa, nganter barang ke rumah pelanggan," kata Dandi mengulas senyum tipisnya, terlihat sekali ia sedang senang karena bisa punya banyak waktu berdua dengan Kirana.
"Oh, baiklah Kak. Aku selesaikan ini sebentar ya," ucap Kirana setuju saja, toh selama ini ia juga sering di ajak mengantar barang oleh Dandi jika temannya tidak masuk.
"Oke, santai aja. Aku bakalan tunggu kok," kata Dandi mengerlingkan matanya.
Kirana tak begitu memperhatikan, ia sibuk menyelesaikan pekerjaannya agar bisa secepatnya mengantarkan barang-barang ke rumah pelanggan. Kadang teman-teman Kiran dengan sikap Kiran yang terlalu bekerja keras, padahal Kirana itu cantik, tetapi kenapa memilih pekerjaan yang terbilang kasar.
"Udah Kak, mana aja barang yang mau di antar?" tanya Kirana menghampiri Dandi setelah menyelesaikan semuanya.
"Udah ada di mobil, kita langsung berangkat aja," kata Dandi menunjuk mobil yang sudah terparkir di depan Toserba.
Happy Reading.
Tbc.
__ADS_1