
Dikediaman Maxi, terlihat banyak sekali wartawan yang berdatangan menyerbu rumahnya setelah beredar kabar tentang dugaan skandalnya mencuat. Bahkan tak hanya berita tentang skandal itu, melainkan berita tentang Maxi yang mempunyai bisnis dunia bawah tanah.
Hal itu tentu sangat menggegerkan publik, pasalnya Maxi memang dikenal sebagai pengusaha muda yang kemajuan perusahaannya pun sangat pesat, selain Rendra tentunya. Banyak orang mengira kalau Maxi memang mendapatkan kekayaannya itu dengan cara kotor dengan memanfaatkan simpati publik beberapa saat lalu tentang dugaan penculikan calon istrinya.
"Brengsek! Kau sudah salah bermain-main denganku Rendra!" Maxi menggebrak meja kerjanya dengan sangat keras meluapkan emosinya.
Kini semua gerak-geriknya sangat terbatas karena dalam pengawasan polisi. Meskipun polisi sempat menggeledah tempatnya, tentu saja tak akan menemukan apapun karena rumahnya ini sudah ia rancang khusus dengan memiliki bunker untuk menyembunyikan senjata dan obat-obatan ilegal yang di jualnya.
"Tuan, saya sudah mendapatkan laporan yang anda minta" kata Franky asisten Maxi.
"Apa yang kau dapatkan?" kata Maxi dengan nada kasarnya.
"Hal ini mungkin akan membuat anda terkejut" kata Franky lagi.
"Apa?" kata Maxi tak sabar.
"Saya sudah mendapatkan dimana selama ini Tuan Rendra membawa Nona Kirana, dan saya juga sudah mendapatkan laporan kalau saat ini hubungan keduanya pun semakin dekat" kata Franky.
"Lalu?"
"Ya saya rasa ini hal bagus Tuan, ini saatnya anda mengambil Nona Kirana kembali untuk kita jadikan alat untuk menekan Tuan Rendra" kata Franky lagi.
"Maksudmu, aku harus menjemput wanita murahan itu lagi begitu?" kata Maxi sudah terlalu bosan dengan Kirana.
"Anda tidak perlu menjemputnya, Saya yakin kalau Nona Kirana yang akan datang sendiri pada kami" kata Franky dengan senyum misteriusnya yang sangat dipahami oleh Maxi.
"Lalu apa poin pentingnya?" kata Maxi tau jika asistennya ini punya berita lain yang lebih penting.
"Ini tentang Nona Gwi" kata Franky.
"Gwi? Apa hubungannya masalah ini dengan Gwi?" kata Maxi langsung terbayang wajah cantik wanita itu, sudah lama sekali ia tak bertemu Gwi karena wanita itu sangat menghindarinya.
__ADS_1
"Hubungannya adalah, ternyata Nona Gwi merupakan adik kandung dari Tuan Rendra Tuan" kata Franky langsung mengucapkan berita yang sangat mengejutkan itu.
"Adik kandung Rendra??" kata Maxi syok.
"Benar Tuan, selama ini Nona Gwi menyamar dan mendekati anda lalu menyuruh anda melepaskan Nona Kirana, awalnya Tuan Rendra hanya ingin membalas dendam, tapi ternyata Tuan Rendra sekarang memang benar-benar menyukai Nona Kirana" kata Franky.
"Kurang ajar!!!" Maxi langsung membuang barang-barang di mejanya karena sangking emosinya. Tak percaya dia akan dibodohi oleh seorang wanita dan parahnya dia percaya begitu saja.
"Tapi bukankah ini hal bagus Tuan?" kata Franky menemukan ide brilian di otaknya.
"Ide bagus apa maksudmu?" kata Maxi mengepalkan tangannya erat, ingin sekali langsung membuat perhitungan kepada Rendra.
"Saat ini, Tuan Rendra pasti belum mengerti kalau kita sudah mengetahui identitas Nona Gwi, jadi saya rasa ini hal bagus untuk kita bergerak Tuan"
Maxi langsung menatap Franky dengan tatapan satu sama tau, ia tersenyum licik membayangkan apa yang akan dilakukannya nanti.
"Baiklah, mungkin memberi sedikit kejutan untuk My Pretty Girl akan sangat menyenangkan" kata Maxi menyeringai keji.
"Kiran, habis ini kamu ikut aku ya, sekarang tanggal 30, waktunya kita belanja bulanan" kata Sella pada Kirana yang sedang menyetrika baju.
"Belanja kemana?" tanya Kirana tak menoleh, ia fokus dengan baju yang di setrika-nya.
"Ke Mall deket sini aja, nanti kita diantar supir, sekalian jalan-jalan cuci mata" kata Sela tersenyum kecil.
"Lihat nanti deh, aku belum selesai menyetrika ini semua" kata Kirana menunjuk baju Rendra yang masih belum ia setrika.
"Santai aja, aku tunggu kok" kata Sella lagi.
Kirana hanya mengangguk singkat, tak ingin berjanji karena dia memang tidak pernah keluar dari rumah itu sama sekali.
Sejak kejadian Rendra mengungkapkan perasannya beberapa saat lalu, hubungannya dan Rendra semakin menjauh. Sebenarnya Kirana yang sengaja menghindar karena benar-benar merasa dirinya tak pantas untuk orang seperti Rendra.
__ADS_1
Kirana sudah cukup bersyukur dengan kehidupan yang di berikan Tuhan saat ini, ia tak ingin menambah masalah baru dengan mencintai Rendra, meskipun itu artinya ia harus menyakiti hatinya sendiri, tapi itu lebih baik daripada ia tak tahu diri karena membalas perasaan cinta Rendra.
Mulai sekarang ia harus melupakan Rendra dan fokus saja menjalani hidup yang entah bagaimana jadinya karena Rendra pun tak mau melepaskannya, Rendra akan semakin marah jika Kirana meminta hal itu. Bahkan beberapa hari terakhir ini Rendra tak datang kesana, Kirana tak tau apa alasannya, tapi hatinya lebih lega jika tidak bertemu Rendra kembali.
"Sel, jadi nggak? Aku udah selesai" Setelah mengerjakan semua pekerjaannya, Kirana langsung menghampiri Sella.
"Jadi dong, aku udah siap gini. Kamu ganti baju dulu deh" kata Sella.
"Nggak usah, aku pakai baju ini aja Sel, lagian udah sore juga, nanti sekalian mandi" kata Kirana tak mempermasalahkan baju pelayan yang dipakainya, baginya sama saja, mau pakai baju bagus pun, dirinya tetap wanita kotor.
"Terserah kamu lah" kata Sella mengangkat bahunya acuh.
Mereka berdua langsung berangkat ke Mall bersama supir pribadi yang memang sudah bertugas disana. Sebenarnya semua orang yang bekerja disana itu adalah orang-orang dari jalanan yang Rendra bawa untuk bekerja di rumahnya. Rendra ingin dari mereka setidaknya memiliki kehidupan yang baik dengan pekerjaan yang lebih terhormat dari pada pengemis.
Malah menurut mereka, Rendra itu orang yang sangat baik karena pria itu mempercayakan rumah pribadinya kepada orang seperti mereka. Padahal bisa saja dari mereka mencuri barang-barangnya atau bagaimana, tapi mereka semua juga tau diri, sudah diberi tempat tinggal nyaman dan pekerjaan, tak mungkin mereka mengkhianati orang yang menjadi malaikat penolong bagi mereka.
"Ran, kamu kemarin ngomong apa aja sama Tuan Rendra?" tanya Sella kepo. Ia mendorong troli belanjaannya menuju area sayuran terlebih dulu.
"Ngomong apa emangnya?" kata Kirana tak begitu mengerti.
"Nggak usah pura-pura kamu, aku tau lo, kamu ngapain sama Tuan Rendra di taman" kata Sella terkikik.
"Kamu ngintip?" kata Kirana kaget, dia pikir saat itu semua orang sudah tidur.
"Enggak, aku nggak sengaja lewat aja. Keren Ran, kamu bisa dapetin Tuan Rendra" kata Sella memang sempat melihat Kirana dan Rendra berbicara di taman, tapi tak begitu jelas karena saat itu lokasinya cukup jauh, lagipula tadi dia hanya asal menebak dan ingin tau reaksinya Kirana.
"Apaan sih Sel, orang kayak aku masak pantes buat Tuan Rendra, sadar diri Sel"
Happy Reading.
Tbc.
__ADS_1