
"Aaahhh..." Zoya tersungkur dengan rambut menutupi wajahnya
Ketika Zoya menyingkap rambutnya ternyata kening Zoya terantuk meja hingga berdarah, David yang hendak memberi pelajaran pada penjaga itu menoleh ketika mendengar suara Zoya
"Zoya.." David menghampiri Zoya dan berjongkok di hadapannya
"Kalian bodoh, kenapa hanya diam saja ? cepat ambilkan kotak obat" David terlihat panik
David membantu Zoya berdiri dan mendudukkannya di sofa, David juga membersihkan luka Zoya dan mengobatinya
"Apa dia khawatir?" batin Zoya tak percaya David kali ini sampai mengobatinya padahal sebelumnya dia hanya meninggalkan Zoya setelah membuatnya terluka
"Kenapa kau menatapku seperti itu? jangan terlalu percaya diri, aku mengobati mu agar kau bisa mengerjakan pekerjaan rumah.. sana pergi memasak" ucap David lalu menutup kotak obatnya
"Baiklah.. terimakasih sudah mengobati aku, permisi" jawab Zoya seraya pergi menuju dapur
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Tony terbangun dari mimpinya ketika dia kembali memimpikan dirinya yang pernah di tolong seorang wanita cantik, saat itu dia lari karena terkena peluru yang di tembakan saat baku tembak dengan David dan anak buahnya
Tony lari kesebuah hutan namun saat dia keluar ternyata dia menginjak tepian danau dan tenggelam, seorang wanita melompat dan menyelematkannya
"Ayah.. dia terluka.. dia masih hidup ayah" hanya itu yang terdengar saat dirinya masih setengah sadar
Tony sempat menatap mata gadis itu dengan bulu mata lentik dan bola mata bulat, manik matanya berwarna coklat
Tony samar samar mengingat wajah gadis yang terus berteriak memanggil ayahnya. namun sayangnya setelah dia sadar gadis tersebut tidak ada di sampingnya
Tony di bawa ke rumah sakit namun di tinggalkan begitu saja, Tony selalu memimpikan gadis itu dan berharap bisa bertemu dengannya
"Kenapa begitu sulit bertemu denganmu kembali?" gumam Tony
Tony tidak bisa mencari gadis tersebut karena dia juga tidak yakin dengan wajahnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Besok adalah hari jadi pernikahan kita, aku sudah menyiapkan semuanya jangan lupa untuk datang" ucap Lisa
"Ya" hanya jawaban singkat yang Martin katakan
"Aku juga sudah memilih beberapa baju untukmu, kau bisa memilihnya sendiri"
"Tidak perlu... kau pilihkan saja" jawab Martin
Seperti biasa Martin hanya datang untuk formalitas agar para kolega dan kliennya mengira hubungan rumah tangga mereka harmonis dan baik baik saja, Lisa pun tidak mau sampai teman temannya tahu bahwa rumah tangganya tidak baik baik saja sejak awal
Demi harga dirinya Lisa rela menyiapkan segala sesuatunya setiap tahun meskipun Martin hanya menanggapinya dengan dingin
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zoya Masih menyiapkan makanannya di piring sementara David sudah tidak bisa menahan rasa laparnya, David tiba-tiba berada di belakang Zoya membuatnya terkejut
__ADS_1
Saat Zoya berbalik hampir saja makanan yang dia bawa tumpah ke baju David, Zoya mundur sambil terus menundukkan kepalanya
"Maaf tuan.. aku tidak sengaja" ucap Zoya
"Kenapa kau lamban sekali? aku sudah kelaparan dari tadi" ucapnya seraya mengambil piring dari tangan Zoya dan membawanya ke meja makan
"Kenapa kau masih berdiri di sana?" tanya David
Zoya pun melangkah hendak pergi namun suara David kembali membuat langkahnya terhenti
"Siapa yang mengatakan kau boleh pergi?" Zoya kembali dan berdiri di samping David
"Duduk.. temani aku makan" ucap David dan Zoya pun menurutinya
"Makanlah"
"Tidak tuan... saya akan makan nanti sisanya saja" jawab Zoya
"Kau membantah? " Zoya dengan cepat menggelengkan kepalanya
"Aku harus makan apa? semua yang aku masak sudah dia makan, apa aku harus makan di piring yang sama dengannya?" batin Zoya
"Makan ini.. aku tidak mau kau mati terlalu cepat" ucap David seraya mengulurkan piringnya juga mengambilkannya sendok
"Apa kau serius tuan?" tanya Zoya
"Apa aku terlihat bercanda?"
"Lain kali masak lebih banyak, kenapa kau pelit sekali? apa bahan bahan di rumah ini kurang?"
"Bukan begitu tuan.. aku takut tidak habis nanti mubazir " jawab Zoya
"Besok masak yang banyak, aku yang akan menghabiskannya" Zoya mengangguk patuh
"Apa aku tidak salah lihat? tuan dan nona itu makan satu piring berdua" bisik salah satu pelayan
"Kau tidak lihat saat nona terluka? tuan David terlihat khawatir"
"Aku rasa akan ada cinta di rumah ini sebentar lagi"
"Sssttt.. jangan bergosip atau riwayat kalian akan tamat"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di acara ulang tahun pernikahan Lisa dan Martin para tamu sudah hadir, acara pemotongan kue belum di lakukan karena menunggu kedatangan David
Semua mata mengarah pada pintu masuk saat seseorang datang, kedatangannya menjadi perbincangan dan menyihir mata para wanita
"Anakku sudah datang" Martin memeluk David begitu pun Lisa
"Selamat hari jadi pernikahan ayah.. ibu.. aku membawa hadiah kecil semoga ayah dan ibu berkenan" ucap David
__ADS_1
Rupanya hadiah yang di berikan David adalah sebuah mobil mewah limited edition, semua mata lebih takjub melihat tampang David yang tampan meskipun tanpa senyum sedikitpun
"Ayo masuk... setelah ini ibu akan memperkenalkan mu dengan seseorang" ucap Lisa
Acara sudah hampir selesai dan ketika David hendak pulang tiba-tiba Lisa memanggilnya, David menghentikan langkahnya lalu berbalik kembali berjalan ke arah ibunya
"David perkenalkan ini Zellyn, dia keponakan ibu" Lisa memperkenalkan seorang wanita
"David" David mengulurkan tangannya, wanita itu menggenggam lama tangan David membuat David harus menepisnya
"Ibu aku harus pulang, ada sesuatu yang harus aku urus" ucap David
"Makan dulu nak, ibu lihat sedari tadi kau tidak menyentuh apapun"
"Aku akan makan di rumah saja" jawab David
"Kalau begitu antar Zellyn pulang dulu, bisa ?"
"Baik ibu" David tidak pernah menolak permintaan ibunya
Wanita itu berjalan di belakang David lalu masuk ke dalam mobil yang sudah di buka pintunya oleh David, Lisa melambaikan tangannya saat mobil itu melaju keluar halaman rumah
"Kau sudah memiliki kekasih?" tanya Zellyn
"Aku tidak suka wanita" jawab David dingin membuat Zellyn terkejut
"Kau bercanda? bibi mengatakan akan menjodohkan kita" tiba-tiba mobil tersebut berhenti mendadaknya
"Turun" titah David
"Ta..tapi.. ini baru saja jalan, rumahku masih jauh"
"Disini bukan hutan, kau bisa naik taksi" karena Zellyn masih tak bergerak juga akhirnya David membuka pintu mobil dan menarik Zellyn keluar
David pergi dengan mobilnya meninggalkan Zellyn sendirian, David memang tidak berperasaan meninggalkan seorang wanita tengah malam di jalanan yang sepi
Sesampainya di rumah David melihat Zoya tidur sambil duduk di kursi dengan makanan di atas meja
"Zoya... Zoya.." David mengguncang tubuh Zoya namun gadis itu sepertinya masih tertidur lelap
David memindahkan Zoya ke dalam kamar tanpa membangunkannya, David juga makanan masakan Zoya tanpa di hangatkan terlebih dahulu
Semua makanan yang ada di meja ia habiskan tanpa sisa, setelah mandi David ikut berbaring di samping Zoya
David memperhatikan wajah Zoya yang masih terdapat luka lebam di wajahnya, tiba-tiba tangan Zoya terulur memeluk tubuh David
"Ayah... aku ingin ikut ayah" Zoya terisak dengan air mata mengalir di kelopak matanya
David melambaikan tangannya di hadapan Zoya namun ternyata gadis tersebut tertidur lelap
"Ayah.. semua orang jahat, aku tidak membuat masalah tapi mereka selalu membuatku menderita.. bawa aku pergi ayah" tangis Zoya begitu pilu
__ADS_1
Entah kenapa tiba tiba David ingin mengelus kepalanya Zoya lalu memeluknya, Zoya semakin merapatkan tubuhnya dan mengusak kepalanya di dada David