
Magdalena tengah menutup pintu toko saat malam hari, saat berbalik Magdalena di kejutkan dengan keberadaan David yang berdiri di belakangnya
"Maaf tuan toko sudah tutup" ucap Magdalena
"Aku ingin bicara denganmu, bisa ikut aku sebentar?"
"Baiklah.. kita bicara disana saja" Magdalena menunjukkan sebuah bangku di sebrang jalan
David menceritakan tentang Zoe yang menulis sebuah surat di kado yang dia berikan, Magdalena cukup terkejut namun tak menunjukkan rasa terkejutnya
"Aku sempat berpikir, apakah anak itu selalu menganggap semua orang adalah ayahnya?" tanya David
"Maafkan keponakan saya tuan, dia memang sering seperti itu.. kasihan dia selalu di bully teman temannya hingga sering meluapkan emosinya dengan cara seperti itu"
"Kejadian ini bukan pertama kalinya dia lakukan, bahkan Nasya ibunya sering di tegur karena Zoe.. dia hanya ingin perhatian dari seorang ayah" lanjut Magdalena
"Kenapa ibunya tidak menikah lagi dan mencarikan ayah untuk Zoe?"
"Ada pria yang setia menantinya selama lima tahun dan dia juga sudah dekat dengan Zoe. namun, Nasya masih terjebak dalam trauma masa lalunya" jawab Magdalena
"Kasihan sekali mereka, apa kau pernah membawa Zoe ke psikiater?" tanya David
"Mungkin nanti akan kami bawa, sekali lagi saya minta maaf atas kejadian ini" Magdalena terpaksa berbohong
Dia sama sekali tidak menyangka Zoe akan mengetahui jika David adalah ayahnya, Magdalena ingin segera pulang dan mengatakan ini pada Zoya
"Baiklah aku tidak akan memperpanjang hal ini, jika butuh bantuan katakan saja" ucap David
"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih tuan"
Setelah David pergi Magdalena segera mengambil motornya dan pulang, dia harus mengatakan ini pada Zoya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zoya menangis di tenangkan oleh ibu Magdalena di halaman gedung, Magdalena baru saja turun dari motornya dan menghampiri keduanya
__ADS_1
"Zoya.. ada apa?" tanya Magdalena
"Zoe belum pulang dari tadi siang, ibu mengatakan dia pergi dengan sepedanya"
"Dia memang mengendarai sepedanya dan sempat ke toko memberikan kado pada Maya, dan apa kau tahu yang lebih mengejutkan?" Zoya menghapus air matanya menatap Magdalena
"Dia menulis sebuah surat dan memasukkannya ke dalam kado tersebut, Zoe sudah tahu bahwa David ayah kandungnya "
Bak disambar petir Zoya mematung seketika, Zoya berpikir darimana anak sekecil itu bisa mengetahui hal sebesar ini
"Jangan pikirkan darimana dia tahu semua itu, sekarang kita harus mencarinya ini sudah larut malam" Ucap Magdalena mengguncang tubuh Zoya
Magdalena dan Zoya pergi mencari keberadaan Zoe hingga bertanya kepada beberapa tetangga yang tinggal di sekitar sana, Zoya sudah seperti orang gila mencari keberadaan Zoe yang belum juga di temukan setelah lewat tengah malam
"Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya Magdalena? Dia hartaku satu satunya " Tubuh Zoya lirih di tanah tak kuasa menahan tangisnya
"Tenang Zoya.. tenang, jika kita panik akan sulit untuk berpikir"
Zoya dan Magdalena mendengar suara sesuatu yang jatuh di lempar ke dalam air, Magdalena naik ke atas bangku untuk melihat siapa yang malam malam bermain di tepi danau buatan
Zoya berlari memutar untuk menghampiri Zoe, Zoya langsung memeluk bocah kecil yang sedang duduk memeluk kedua lututnya
Sesaat Zoya memeluk dan menciumi wajah Zoe karena bersyukur bisa menemukannya.namun, sesaat kemudian dia benar benar di buat kesal karena seharian mengkhawatirkannya
"Kemana saja kau anak nakal? kau membuat masalah, apa kau tidak kasihan pada ibumu ini yang hampir gila mencari mu, kenapa kau tidak pulang? bagaimana jika seseorang menculikmu" Zoya bicara sambil memukuli Zoe
Melihat Zoe menangis karena di pukuli Magdalena segera menarik bocah tersebut, Zoya masih ingin menarik Zoe namun Magdalena mendorongnya hingga terjatuh
"Zoya sadarlah.. anakmu bisa mati karena ulahku sendiri" pekik Magdalena
"Aku mengkhawatirkannya seharian, aku tidak mungkin membunuhnya. aku membesarkannya seorang diri dengan segala kesulitan yang aku alami.. aku berusaha susah payah menyembunyikannya agar dia tidak di ambil bajingan itu tapi anak ini seolah tidak bersyukur memiliki aku sebagai ibunya dan malah menyerahkan diri pada bajingan itu" Tangis Zoya terdengar pilu membuat Magdalena yang memang menjadi saksi bagaimana kehidupan Zoya ikut menangis
Zoe berlari dari dekapan Magdalena dan memeluk sang ibu, Zoe baru melihat Zoya begitu sedih dan rapuh hingga membuatnya merasa bersalah
"Ibu maafkan aku.. aku janji tidak akan mengulanginya lagi Bu, aku tidak menginginkan ayah lagi" Zoe menangis tersedu
__ADS_1
"Maafkan ibu sayang.. kau pasti kesakitan " Zoya merapikan rambut Zoe lalu mencium dan memeluknya
Melihat anak dan ibu sedang menangis Magdalena ikut memeluk keduanya sambil menangis pula, Magdalena paham betul apa yang sedang di rasakan wanita yang sudah menjadi bagian keluarganya tersebut
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"David.. ini anakmu" Zoya memanggil David lalu menunjuk seorang anak kecil yang duduk di ayunan membelakanginya
"Zoya.. apa itu benar-benar kau? dimana kau sekarang? aku merindukanmu " David menangkup wajah Zoya meraba setiap inchi wajah cantik Zoya
"Apa kau masih mencintai ku?"
"Aku selalu mencintaimu Zoya, aku tidak pernah mengkhianatimu" Zoya mengambil tangan David dari wajahnya
"Kau tidak mencintaiku David.. kau tidak pernah benar-benar mencintaiku maka dari itu aku membawa anakmu" Zoya meninggalkan David seraya menggendong anak kecil itu
"Zoya tunggu... Zoya jangan tinggalkan aku lagi, zoyaaaaa" David berteriak sampai terbangun dari tidurnya
Meskipun sudah menikah dengan Zellyn namun David tidur di kamar yang berbeda, David segera meraih foto Zoya dari dalam laci yang selalu terkunci
"Zoya... aku tidak pernah mempercayai berita kematian mu, aku mencari mu selama ini tapi hasilnya tetap sama"
"Kenapa kau tak bertanya lebih dulu padaku? kenapa sangat sulit bagimu untuk mempercayaiku? kenapa kau memilih pergi membawa anak kita"
David yang tak pernah menangis kini sering meneteskan air mata ketika mengingat Zoya dan calon bayinya, David menyesal meninggalkan Zoya hari itu
Setelah kepergian Zoya David tak lagi memperdulikan Lisa, bahkan David yang biasanya akan begitu melindungi Lisa dan membelanya kini tak lagi peduli
David keluar dari kamar menuju balkon dengan sebatang rokok di tangannya, lamunannya kembali ke masa dimana dia bertemu untuk pertama kalinya dengan Zoya
Setiap perlakuan kasarnya, setiap kata katanya pada Zoya yang menyayat hati selalu terngiang di kepalanya
David menyesali setiap detik perlakuannya pada Zoya, jika saja sejak awal dia tak melakukan itu mungkin mereka akan sedikit lebih lama bersama sama
Apalah daya sekarang hanya tinggal penyesalan, setidaknya David memiliki sedikit kenangan indah bersama Zoya wanita yang amat dia cintai hingga hari ini
__ADS_1
"Aku berharap kau masih hidup dan datang membawa anak kita" ucap David seraya menatap langit malam tanpa bintang