
"Ada apa ayah? sepertinya ada hal penting yang ingin ayah sampaikan" ucap David saat masuk ke ruang kerja Martin
"Kau mengurung seorang wanita?"
"Ibu sudah mengatakannya? Aku harap ayah tidak ikut campur" jawab David
"David... apapun masalahmu dengannya jangan berbuat terlalu jauh, Kau selalu gegabah dalam memutuskan sebuah perkara karena kerap kali tersulut emosi "
"Aku tahu yang harus aku lakukan ayah"Jawab David
"Apa kesalahan yang dia perbuat?" tanya Martin
David hanya diam saja karena takut Martin akan bereaksi seperti Lisa, David tidak ingin sang ayah ikut mengincar Zoya
"David..."
"Aku tidak bisa memberitahu ayah" jawab David
"Jika karena masalah Luna maka lupakan saja, itu hanya sebuah kecelakaan David.. Luna tidak akan senang jika kau menyakiti seseorang karena dirinya" ucap Martin
Ya... Luna memang bersifat sama seperti Martin yang sekarang, lemah lembut, pemaaf dan tidak suka jika ada orang dekatnya yang menyakiti orang lain
"Aku harus pulang ayah" David beranjak dari duduknya
"David.... ayah tahu kau sendiri bingung, bukan? sudah ayah katakan memaafkan itu lebih baik" ucap Martin
David menghentikan sejenak langkahnya lalu benar benar pergi, pria ini memang sedang dilanda kebingungan
Dia terlalu gegabah untuk memutuskan sesuatu, jika Zoya terbukti tidak bersalah maka dia sudah membuat wanita tidak berdosa hidup menderita
"Aku akan menebus semuanya jika kau memang tidak bersalah" batin David seraya meninggalkan halaman rumah Martin
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
David tidak kembali ke kantor dan lebih memilih pulang, Betapa terkejutnya David saat masuk ke dalam kamar
Zoya tergantung dengan sprei melilit di lehernya, David segera mengambil kursi dan menurunkan tubuh Zoya yang sudah lemas
"Zoya... Zoya bangunlah" David menepuk pipi Zoya
Tubuh gadis itu semakin melemah dan hampir tak bernafas, David memberikan nafas buatan juga menekan dada Zoya beberapa kali hingga Zoya kembali bernafas dan segera membawanya ke rumah sakit
Zoya di dorong ke sebuah ruangan dan David memaksa untuk ikut masuk namun para perawat melarangnya, David terus mondar mandir di depan pintu ruangan tersebut
"Zoya... beraninya kau" gumam David seraya mengepalkan tangannya
"Kau ingin mati? baik.. kau hanya boleh mati di tanganku" ucap David
__ADS_1
David begitu khawatir melihat Zoya hampir tak bernafas, padahal dia selalu berkata ingin membunuh Zoya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di tengah perawatan dokter Zoya kembali mendapatkan kesadarannya, Zoya mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan
"Dimana aku?" tanya Zoya
"Kau sudah sadar.. ini di rumah sakit" jawab dokter
"Layani nona ini dengan baik" ucap dokter pada suster sebelum pergi
"Nona... jika memerlukan sesuatu katakan saja pada suster" ucap dokter
"Siapa yang membawaku kemari?"
"Tuan David.. apa hubungan mu dengannya? dia tampak sangat khawatir" ucap suster
"Sangat tidak mungkin dia mengkhawatirkan aku" batin Zoya
Tiba-tiba pintu di buka dengan kasar membuat Zoya dan suster terkejut, suster memasang senyum manis melihat kedatangan David
"Tuan...."
"Pergilah tinggalkan kami berdua" ucap David sebelum suster itu meneruskan ucapannya
"Baik... jika ada sesuatu tekan saja tombol yang berada di atas tempat tidur " ucap suster pada Zoya
"Apa yang kau lakukan? " David mencengkram kedua sisi wajah Zoya
Zoya tak menjawab dan masih menutup matanya, hanya air mata yang lolos dari sudut Matanya
"Akhiri semuanya... jika kau menaruh dendam padaku maka bunuh saja aku, aku sudah tidak sanggup menjadi wanita penghibur mu" ucap Zoya
"Kenapa? bukankah aku sudah berbaik hati padamu beberapa hari ini? kau hidup berkecukupan tanpa kekurangan apapun di rumahku, apa itu kurang?"
"Aku bukan wanita j*l*ng... aku tidak sanggup terus menerus di lecehkan olehmu tuan, semua kemewahan yang kau beri tidak ada artinya bagiku.. aku ingin di hargai, di hormati sebagai wanita meskipun kehormatan ku sudah kau renggut dengan hina" baru kali ini Zoya menangis berteriak hingga suaranya memenuhi ruangan rumah sakit
Zoya menangis tersedu-sedu hingga membuat hati David mencelos, baru kalo ini dia merasa tersentuh melihat seorang wanita menangis
"Mungkin karena dia mirip dengan Luna, hati ku sakit melihatnya menangis seperti ini" batin David seraya menatap wajah Zoya yang masih menangis
"Beristirahat lah... " David berguling ke samping Zoya dan memeluknya
David tak melepaskan pelukannya meskipun Zoya berontak hingga akhirnya Zoya menyerah, lama David memeluk Zoya sampai suara Isak tangisnya tak terdengar lagi
Drrttt... ddrrrtt...
__ADS_1
David yang ikut tertidur kini terbangun karena getaran handphonenya, rupanya itu adalah telpon dari Jack
"Halo.. katakan"
"Kami menemukan fakta baru tentang kematian nona Luna" ucap Jack
"Aku kesana sekarang"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Tega sekali kau... kau tidak muncul selama aku di rumah sakit" ucap Tony setelah pulang dari rumah sakit
"Aku sibuk" jawab Meily
"Sibuk? apa yang kau kerjakan sampai melupakan bos mu? "
"Kau pikir selama kau di rumah sakit siapa yang mengurus bisnis mu yang beresiko ini? " meskipun wanita namun Meily cukup bisa diandalkan
penjualan senjata dan narkotika yang digeluti oleh Tony diambil alih oleh Meily saat Tony terbaring di rumah sakit, Tony merangkul Meily seraya membuka koper koper kecil di hadapannya
"Kau memang anak buah ku yang bisa diandalkan.. ini untuk kalian bersenang senanglah" Tony mengeluarkan beberapa tumpukan uang
Anak buahnya bersorak gembira sementara reaksi Meily biasa biasa saja, Tony kembali mengambil beberapa tumpukan uang lalu memberikannya pada Meily
"Ini untukmu... ayolah kita pergi bersenang-senang" Tony merangkul Meily dan membawanya berdiri
"Tunggu... kau baru saja sembuh" Meily menahan Tony
"Ayolah... jangan bersikap seolah kau ini dokter, aku sudah sembuh" Tony membawa Meily pergi dari markas
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zoya baru saja terbangun dari tidurnya dan mencari keberadaan David, melihat David tidak ada di ruangan itu diam diam Zoya menyelinap keluar
Zoya diam diam mengikuti seorang suster dan masuk ke ruang ganti, Zoya memukul suster hingga pingsan lalu mengambil baju seragam dan memakaikan
Dengan langkah kaki yang masih di seret Zoya keluar dari rumah sakit, Zoya terpincang-pincang dan berjalan sangat lamban mendorong beberapa tempat sampah dengan roda
Akhirnya setelah beberapa saat Zoya berhasil keluar, hatinya begitu gembira lalu berjalan ke dekat jalan raya
Zoya mencegat taksi meskipun tak punya uang, setidaknya dia bisa memberikan cincin pemberian ayahnya sebagai ongkos
"Kemana nona?" tanya supir taksi
"Jalan saja dulu pak" ucap Zoya
Zoya begitu senang saat taksi pergi meninggalkan rumah sakit, senyumnya mengembang berhasil kabur dari David
__ADS_1
Zoya tak menyadari ketika supir taksi tersebut menyemprotkan sesuatu ke wajahnya, pandangan Zoya menjadi kabur dan matanya begitu berat untuk di buka
"Kau... apa yang kau...." Zoya terkulai tak sadarkan diri di dalam taksi tersebut