
"Hanya menjadi temanmu? kau tidak ingin minta sesuatu yang mewah?"
"Tidak... aku hanya ingin kasih sayang, selama ini hanya ayahku yang menyayangiku.. kau tahu sendiri aku anak angkat, aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang selain dari ayahku" lirih Zoya
"Jadi kau ingin aku menjadi teman seperti apa? teman main, teman curhat, atau teman tidur?" tanya David
"Teman hidup.." ucap Zoya
"Haha... aku hanya bercanda" sambung Zoya sambil tersenyum
David sempat merasa senang saat Zoya mengatakan ingin dirinya menjadi teman hidup. Namun sesaat kemudian kebahagiaannya lenyap begitu saja
"Aku ingin bertanya padamu" ucap Zoya
"Tentang apa?" tanya David
"Kenapa sekarang kau berubah? kau tahu? aku mulai nyaman berada di sini" Zoya berkata jujur
"Mungkin karena aku sudah terbiasa dengan kehadiran mu, aku rasa cukup menyenangkan bisa memiliki pelayan yang tidak di bayar" jawab David
"Dasar suka gratisan"
"Kau juga sama... kau mendapatkan semuanya secara cuma cuma, banyak wanita yang iri padamu karena kau hidup di bawah tanggung jawab ku" ucap David
"Ohh ya.... tapi aku lebih iri melihat orang lain bebas kemanapun tanpa di buntuti "
"Kau tidak bersyukur" David mencubit hidung Zoya
"David... David..." Teriak seseorang dari bawah
Zoya segera turun dari pangkuan David saat mendengar suara Lisa, Zoya menggelengkan kepalanya ketika David menuntun tangannya untuk ikut keluar
"Aku takut" ucap Zoya
"Tapi kau tidak takut bertemu ayah ku"
"Itu.... entahlah, rasanya ibu dan ayahmu begitu berbeda" jawab Zoya
"Padahal aku lebih takut kau bertemu dengan ayah.. dia mantan seorang penjahat"
"Benarkah? " Saat Zoya menjawab perkataan David saat itu juga tanpa sadar Zoya sudah berada di tangga
David sengaja mengalihkan fokus Zoya sambil menuntun tangannya keluar, Zoya tersadar dan bersembunyi di belakang tubuh David saat melihat tatapan Lisa yang seakan menusuk jantungnya
"Wanita sialan... bawa wanita itu kemari" teriak Lisa
"Ibu sabarlah.... aku sudah berjanji akan memperkenalkan Zoya, apa yang selama ini kita sangka ternyata salah, ibu" David menganggukkan kepalanya membawa Zoya turun
__ADS_1
"Aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri" Lisa hendak berdiri dari kursi rodanya namun dia terjatuh
David segera membangunkan Lisa dan mengembalikannya ke tempat duduk, David menangkup wajah Lisa dan berusaha bicara perlahan agar Lisa mengerti
Setelah merasa lebih tenang David membawa keduanya duduk di ruang tamu, Zellyn hanya mendengarkan di samping Lisa
"Zoya dan ayahnya tidak membunuh Luna, Tony yang membunuh Luna sesaat setelah Luna tertabrak.. awalnya Luna masih hidup namun Tony membunuhnya tanpa belas kasihan"
"Semua karena aku Bu.. Tony musuhku dan melampiaskan amarahnya pada Luna, Zoya tidak bersalah " Sambung David
"Kau bohong David, kau sengaja melindungi wanita ini, bukan?" Ucap Lisa
"Tidak ibu... "
"Zellyn ayo pergi dari sini" Zellyn pun beranjak dari duduknya mendorong kursi roda Lisa
"Bu tunggu..."
"Jangan temui aku lagi, aku bukan ibumu" ucap Lisa yang kecewa dan menganggap David berbohong demi Zoya
"Kenapa kau tidak mengejar ibumu?" tanya Zoya
"Biarkan saja.. aku akan menjelaskannya setelah dia tenang" ucap David
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kau rela di salahkan demi wanita j*l*ng itu.. apa yang dia lakukan padamu hingga membuatmu seperti ini?"
Setelah pulang Zellyn meninggalkan Lisa sendiri di rumah karena masih ada urusan di luar, Lisa mengunci diri di dalam kamar dan menghancurkan kamar tersebut
Pelayan khawatir Lisa akan menyakiti dirinya sendiri lalu bergegas menelpon Martin setelah mendengar wanita itu berteriak-teriak, Martin pulang dari kantor setelah mendapatkan laporan dari pelayan di rumahnya
"Dimana dia?" tanya Martin
"Di kamar tuan"
Martin mengambil kunci cadangan untuk membuka pintu kamarnya, setelah di buka kamar itu begitu berantakan
"Apa kau sudah gila? mau sampai kapan kau terus seperti ini? aku muak melihatmu seperti ini Lisa" ucap Martin
"Kau muak? kau pikir aku tidak muak dengan dirimu? kau hanya seperti angan angan bagiku Martin, kau benar aku sudah gila.. aku gila menghadapi dirimu yang masih terjebak dalam masa lalu" teriak Martin
"Tidakkah kau menyadari kehadiranku Martin? tidakkah kau mengerti aku yang terpuruk dan terluka kehilangan anak yang begitu aku cintai? kau hanya sibuk dengan duniamu tanpa memperdulikan aku dan Luna, harusnya kau mengerti aku membutuhkanmu Martin.. aku membutuhkanmu.." Tangis Lisa semakin pecah
Martin semakin lama semakin iba melihat Lisa namun apalah daya hatinya bak sudah mati rasa, Martin tak lagi bisa merasakan cinta setelah kepergian istri dan anaknya dua puluh tahun yang lalu
"Kau ingin aku seperti apa Lisa?" Martin berlutut di hadapan Lisa
__ADS_1
"Buka hatimu untuk ku Martin, aku ingin di cintai, aku ingin rumah tangga yang seutuhnya "
Martin menepuk punggung tangan Lisa lalu tertunduk, Martin pun sebenarnya merasa lelah dengan semua ini apalagi Lisa yang kerap kali marah dan menghancurkan seisi rumah
"Aku tidak akan bersikap dingin padamu tapi untuk membuka hatiku.. maaf Lisa, aku sudah lama mati .. kau benar, aku terjebak dalam masa lalu dan mati bersama mereka" ucap Martin
Lisa menepis tangan Martin saat mendengar perkataannya, Lisa mengira Martin akan mulai luluh dengannya
"Tidak apa jika kau ingin bebas, aku akan melepaskan mu seperti yang kau inginkan" ucap Martin
Deg
Mendengar Martin akan menceraikannya Lisa pun panik, dia memang selalu menggertak ingin berpisah namun bukan itu maksudnya
Karena tahu Martin tidak akan melepaskannya membuat Lisa terus mengatakan ingin bercerai, namun kenyataannya dia tidak ingin kehilangan semua kemewahan yang selama ini dia miliki
"Kau benar benar akan menceraikan aku?" tanya Lisa
"Kau saja yang mengajukan gugatan, aku yang bersalah selama ini.. maafkan aku tapi aku tidak bisa menerima orang lain di hatiku"
"Aku tidak bersungguh sungguh Martin.. aku mengatakan itu hanya agar kau mau membuka hatimu, aku rela menghabiskan sisa hidupku bersamamu walau tanpa cinta" ucap Lisa
"Tapi aku mohon... anggap aku ada di rumah ini, aku terlalu kesepian, aku tidak suka dengan sikap dingin mu padaku" sambungnya
"Aku tidak akan menahanmu lagi Lisa, tapi jika itu yang kau mau maka aku akan mencoba tidak bersikap dingin padamu "
"Terimakasih Martin.. aku hanya butuh teman" ucap Lisa seraya memeluk Martin, Untuk pertama kalinya Martin tidak menolak ketika di peluk oleh Lisa
"Mana mungkin aku meninggalkan tambang emas ku, aku harus membunuh wanita itu lebih dulu sebelum Martin membuangku, akan membutuhkan banyak uang untuk melenyapkannya" batin Lisa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Zoya... Zoya..." David berteriak di dalam kamarnya
"Ada apa?" tanya Zoya
Zoya mematung melihat tubuh David yang hanya dililit handuk di pinggangnya, sementara David berkacak pinggang memandang Zoya
"Sudah selesai memandangiku? sekarang siapkan aku air untuk mandi"
"Hanya menyiapkan air? kenapa tidak meminta pelayan saja?" batin Zoya
"Air apa?" tanya Zoya
"Air hangat.. aku lelah ingin berendam lebih dulu"
"Dasar menyusahkan.. kenapa tidak siapkan air sendiri saja, apa susahnya?" Zoya menggerutu dalam hatinya
__ADS_1
Ketika Zoya masuk ke dalam kamar mandi dan menyiapkan air David ikut masuk dan mengunci pintu kamar mandinya, Zoya membulatkan matanya ketakutan muncul dalam benaknya melihat David yang sudah berjalan mendekat