
"Kau mau mengajak ku kemana?" tanya Zoya
Tanpa bicara David menarik tangan Zoya turun dari mobilnya, Zoya di bawa ke sebuah butik ternama untuk membeli sebuah gaun
"Apa dia gila?" gumam Zoya ketika melihat harga yang tertera di baju tersebut
"Tidak usah beli.. aku masih punya banyak gaun" Zoya menarik tangan David untuk pergi
"Kau mau datang ke acara pernikahan saudara mu atau tidak? jika kau ingin pergi maka pilihlah satu gaun, aku tidak mau membawa wanita lusuh"
"Aku tidak mau semakin berhutang Budi kepadamu" ucap Zoya
"Aku tidak pernah mengatakan kau berhutang Budi, justru ini sebagai rasa bersalah ku karena telah salah menuduhmu"
"Kau pilih satu atau akan aku pindahkan isi butik ini ke rumah" sambung David
Zoya menunjuk beberapa gaun namun David selalu melarangnya dengan berbagai alasan, untuk ke sekian kalinya Zoya kembali menunjuk sebuah gaun
"Baiklah.. aku ambil yang ini saja" Zoya menunjuk sebuah gaun berwarna maroon
"Tidak.. ini terlalu terbuka, semua orang bisa melihat tubuhmu"
"Yang itu terlalu pendek, terlalu menunjukkan lekuk tubuh, dan yang ini terlalu terbuka, lalu aku harus pilih yang mana? kalau begitu kau saja yang pilih" ucap Zoya yang sudah frustasi
"Pakai yang ini saja, Ambilkan setelan jas yang serasi dengan ini"
Zoya dan David mencoba pakaian yang sudah di pilih, David mematut dirinya di cermin sambil menunggu Zoya keluar
Saat tirai Zoya di buka David mengalihkan pandangannya, sejenak David mematung menatap Zoya lalu kembali menatap cermin besar di hadapannya
"Apa ini cocok?" tanya Zoya
"Lumayan" jawab David
"Kalau tidak cocok aku ganti saja" ucap Zoya
"Tidak perlu.. kau pakai apa saja tetap tidak merubah apapun, kau gendut" Zoya membulatkan matanya dengan mulut menganga
"Kau mengatai aku gendut? tidak bisa di percaya, ini semua karena ulah mu yang selalu menyuruhku menghabiskan makanan yang tidak kau habiskan " gerutu Zoya
''Karena aku tahu kau suka makan, kau hanya malu malu jadi aku sengaja menyuruhmu makan makananku agar kau tidak malu"
"Benar benar menyebalkan" Zoya kembali ke dalam ruang ganti sambil menggerutu
David mengulum senyumnya melihat Zoya yang sedang kesal, David kembali merubah raut wajahnya ketika sadar sedang di perhatikan orang orang
"Apa itu tuan David?"
"Iya... aku tidak salah lihat, bukan? dia tersenyum"
"Apa wanita itu kekasihnya?"
__ADS_1
"Sepertinya begitu" bisik orang orang yang ada di butik tersebut
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Sepulang dari butik David mengajak Zoya ke sebuah toko perhiasan lalu mengajak Zoya ke sebuah restauran, Zoya benar benar di buat bingung dengan David yang selalu memaksanya membeli barang barang mahal
"Kau tunggu disini.. aku ke toilet dulu" ucap David meninggalkan Zoya sendirian di sebuah meja
"Jangan lama lama"
Zoya hanya memainkan sendok saat makanannya datang, gadis itu tak berani menyentuh makanan sedikitpun sebelum David datang
Tiba-tiba dua anak kembar berlari lari hingga tak sengaja jatuh dan menyiram Zoya dengan jus yang di bawanya, melihat anak anak itu menangis karena terjatuh Zoya pun bangkit dari duduknya
"Sssttt .. kenapa kalian menangis? apa kalian terluka?" Zoya berlutut dan membangunkan keduanya
"Hei... apa yang kau lakukan pada anak anakku?" teriak seorang wanita
"Aku tidak melakukan apa-apa nyonya.. anak anda terjatuh" jawab Zoya
"Kau pasti berbohong... kau memarahi mereka, bukan? apa kalian tidak bisa memaklumi anak anak, mereka tidak mengerti apapun" wanita itu menarik kedua anaknya
"Nyonya tapi aku..."
"Aku akan melaporkan hal ini pada polisi, kau telah melukai anak anakku" pekik wanita itu melihat kedua lutut anaknya lecet
"Apa kau tidak tahu malu nyonya?" ucap seorang Pria
"Siapa kau berani ikut campur?" ketus wanita itu
"Disini ada cctv.. silahkan laporkan kejadian ini pada polisi kalau kau ingin di permalukan"
"Harusnya dia yang malu karena telah melukai anakku dan membuatnya menangis" pekik wanita itu seraya menunjuk kearah zoya
"Justru kau yang bersalah karena tidak mendidik anak anakmu dengan benar, nona ini justru yang terkena jus karena kenakalan dua anakmu"
"Jangan selalu bersembunyi dari kata 'Maklumi karena masih anak anak' karena pada dasarnya mereka harus di bentuk sejak kecil agar dewasa kelak tak memalukan seperti anda" sambungnya
"Siapa kau beraninya menghinaku?"
"Aku hanya muak melihat dua anakmu yang tak tahu sopan santun di tempat umum"
"Sudahlah aku tak apa... tapi apa yang di katakan pria ini benar nyonya, aku tak melakukan apapun pada kedua anakmu.. mereka terjatuh dan menyiram ku, aku hanya ingin membantu mereka" ucap Zoya
"Sekarang pergi bawa kedua anakmu atau aku yang akan menelpon polisi dan mengatakan kalian membuat keributan di tempat umum" ancam pria tersebut
Dengan raut wajah kesal wanita itu pergi membawa kedua anaknya, saat Zoya menoleh rupanya pria itu sedang menatapnya
Mata mereka bertemu membuat pria itu tersenyum simpul, Zoya membalas senyum pria tersebut sambil membungkukkan kepalanya
"Terimakasih" ucap Zoya
__ADS_1
"Sama sama... apa kita pernah bertemu?" tanyanya
"Aku tidak yakin, tapi sepertinya kau tidak asing " jawab Zoya
"Aku Tony" pria itu mengulurkan tangannya
"Zoya... " Zoya membalas jabat tangan Tony
"Apa kau sering memancing di danau pinggiran kota?" tanya Tony
"Apa kita pernah bertemu disana? Dulu sering tapi setelah ayahku meninggal aku tidak pernah kesana lagi" Tony semakin mengembangkan senyumnya
"Sudah aku duga" gumam Tony
"Kau mengatakan sesuatu?" tanya Zoya
"Tidak... kalau begitu ini pasti milikmu, aku menemukannya beberapa hari yang lalu" Tony mengeluarkan jepit rambut dari sakunya
"Benar.. terimakasih"
"Tony semua sudah selesai, ayo pergi" Meily menghampiri mereka
Meily cukup terkejut melihat keberadaan Zoya disana, apalagi ketika melihat Tony tersenyum memandangi Zoya
"Kita harus pergi, ada masalah di markas" bisik Meily
"Sebentar lagi saja"
"Tidak bisa ini darurat " Meily langsung menarik tangan Tony keluar dari restoran tersebut
Zoya kembali duduk sambil memandangi jepit rambut di tangannya, Zoya mengingat kembali dimana pernah melihat pria itu
Ingatannya kembali membawanya saat memancing bersama ayahnya dan menemukan seorang pria yang terluka parah, rupanya pria itu adalah orang yang pernah dia tolong
"Syukurlah dia masih hidup" ucap Zoya
"Siapa yang masih hidup?" tanya David yang baru saja kembali
"Seseorang yang pernah aku tolong" jawab Zoya
"Kenapa bajumu kotor?" tanya David
"Tadi ada anak kecil tak sengaja menumpahkan jus "
"Dimana dia sekarang? apa dia tidak diawasi orang tuanya?" David terlihat marah
"Tidak apa apa mereka sudah pergi, ayo makan aku sudah lapar" ucap Zoya
"Kau tidak terluka?"
"Tidak.. hanya sebuah jus tidak akan membuatku terluka"
__ADS_1