Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 70


__ADS_3

"Siapa yang melakukan panggilan video malam malam begini?" Zoya sudah melepas semua penyamarannya karena sudah bersiap untuk tidur


Tiba-tiba sebuah nomor baru melakukan panggilan video, Zoya yang penasaran mengambil kacang lalu menutup kepalanya dengan selimut begitupun mulutnya yang tidak memakai gigi palsu


"Sial... gigiku baru saja aku rendam" gumam Zoya


"Halo... siapa ini? apa anda ingin memesan kue?" tanya Zoya


Zoya sedikit kebingungan melihat layar ponselnya hanya bayangan hitam, Zoya berpikir itu adalah orang iseng dan mematikan panggilan tersebut


"Dasar tidak punya pekerjaan" Ucap Zoya seraya menekan tombol blokir


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sial... berani sekali si kacamata kuda itu mematikan panggilan ku" rupanya si penelepon itu adalah David


David menelpon Zoya di sebuah penginapan karena di rumahnya masih ada Lisa, Entah apa yang membuatnya merasa senang bisa melihat ketakutan di wajah Nasya si wanita beranak satu


David seakan mendapatkan kesenangannya kembali saat melihat Zoya yang menyamar sebagai Nasya ataupun bertemu si bocah menyebalkan seperti Zoe


Meskipun Zoe terbilang kasar dan pengancam namun David malah suka melihat sikap bocah laki-laki tersebut, dia seperti bercermin ketika melihat Zoe


"Hari ini aku tidak melihat bocah itu.. aku senang ketika mengganggunya juga ibunya"


"Apa aku sudah gila? kenapa rasanya sama seperti dulu aku menakuti Zoya?"


"Jangan sampai aku tertarik dengan wanita jelek seperti dia, Zellyn lebih cantik tapi aku tidak suka sama sekali padanya berbeda dengan wanita jelek ini meskipun dia tidak menarik setidaknya aku seperti punya mainan baru" sambung David


Sesaat kemudian David tersadar dari lamunannya dan segera menatap foto Zoya yang ada di ponselnya


"Tidak.. tidak sayang, aku tidak akan mengkhianati mu dengan wanita secantik apapun.. kau tetap Zoya ku" David memeluk ponselnya yang masih memperlihatkan foto Zoya


David sering tidur memeluk foto atau bahkan baju yang di tinggalkan Zoya, David selalu membawa baju tersebut kemana pun dia pergi


"Aku mencintaimu" David mencium foto Zoya lalu kembali memeluknya sambil berbaring memejamkan mata


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Cepatlah Zoe nanti kau kesiangan" Zoe sedang bermalas-malasan ketika hendak pergi ke sekolah


"Bisakah hari ini aku tidak sekolah saja?" Zoya melirik Zoe dengan tatapan mautnya


"Boleh... tapi kau juga tidak boleh makan, tidak ada tv, game, tidak boleh bermain, tidur saja sampai matamu itu di penuhi sarang laba-laba"

__ADS_1


Zoe mengernyitkan sebelah sudut hidungnya menatap sinis sang ibu, Selalu saja terjadi perselisihan diantara keduanya saat akan berangkat sekolah


Zoya mengantar Zoe ke sekolah dengan sepeda motornya, Zoe menoleh saat seseorang memanggil namanya


"Zoe..." Maya melepaskan pegangan tangannya dari sang kakek


Melihat kehadiran Martin seketika Zoya menundukkan wajahnya, Zoya membungkukkan tubuhnya dan membisikkan sesuatu pada Zoe


"Cepat masuk ke dalam kelas.. ingat pesan ibu, jangan berhubungan dengan mereka" bisik Zoya


Zoe mengangguk lalu berlari sebelum Maya mendekat, Ketika Zoya hendak pergi tiba-tiba Martin memanggilnya


"Permisi" Zoya mematung diatas motornya


Martin berdiri di depan motor Zoya seraya memandangnya dengan lekat, Zoya ragu ragu mengangkat wajahnya menatap Martin


"Maaf tuan saya buru buru"


"Aku seperti tidak asing denganmu, apa kau mengenal Olivia?" tanya Martin


"Maaf tuan saya tidak mengenalnya, saya harus pergi.. permisi" Zoya segera memundurkan motornya dan pergi dari sana


"Kenapa aku teringat dirimu saat melihatnya " Martin seperti melihat bayangan istri pertamanya saat melihat penampilan Zoya


"Apa ada manusia yang begitu mirip di dunia ini?" batin Martin


Rupanya penyamaran Zoya malah terlihat lebih mirip dengan istri Martin, lagi lagi masalah untuk Zoya karena bukan hanya ada David namun sekarang Martin juga ada di kota yang sama dengannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Zoya hendak berbelok dengan motornya ketika di perempatan jalan, tiba-tiba seseorang menyebrang mendadak membuatnya panik dan menabrak orang tersebut


Tubuh pria tersebut berguling di jalan membuat Zoya semakin panik, Zoya segera berhenti dan menghampiri pria yang tergeletak di jalan


"Tuan.. Anda baik baik saja?" Ketika Zoya membalikkan tubuh pria tersebut Zoya terkejut bukan main


"David... matilah kau Zoya" batin Zoya ketika melihat kepala David berlumuran darah


Zoya segera menelpon ambulans untuk membawa David ke rumah sakit, Ketika di dalam mobil ambulans David membuka sedikit matanya rupanya Zoya tidak ikut


"Sial... aku sudah bersusah payah dan kesakitan dia sama sekali tidak mengantarkan aku ke rumah sakit" batin David


Entah apa yang di pikirkan pria itu hingga rela melakukan adegan berbahaya hanya agar bisa mempermainkan Nasya, Sesampainya di rumah sakit senyum David terbit saat di dorong masuk karena rupanya Zoya ikut namun menggunakan motornya

__ADS_1


"Halo.. aku sedang berada di rumah sakit"


"Tidak.. tidak.. bukan aku, aku menabrak seseorang "


"Kau tidak perlu khawatir dia baik baik saja, aku akan segera pulang tapi tolong jemput Zoe di sekolah"


"Ya... sampai nanti"


David pura-pura batuk saat mendengar Zoya menerima telepon dari seorang pria, Zoya menghampiri David lalu duduk di kursi dekat tempat tidur


"Maaf tuan aku benar-benar minta maaf.. aku akan menanggung semua biaya perawatan anda" ucap Zoya


"Apa kau pikir dengan membayar biaya rumah sakit masalahnya selesai?" David tampaknya akan mempersulit Zoya


"Maksud anda bagaimana? setidaknya aku sudah bertanggung jawab "


"Kakiku tidak bisa merasakan apapun, tunggu pemeriksaan dari dokter dan akan aku putuskan nanti" ucap David


"Kau... kau tidak bisa semena-mena tuan" Zoya tidak terima


"Tapi disini aku korbannya, apa ini bentuk pertanggungjawaban mu? apa kau ingin aku membawa masalah ini ke ranah hukum?"


"Tapi kau yang tidak berhati-hati saat menyebrang" bantah Zoya


"Tetap saja kau yang menabrak ku, lagi pula tidak ada saksi" Zoya mengepalkan tangannya dia benar-benar kesal sekarang


"Terserah kau saja.. setelah hasil pemeriksaan keluar beritahu aku, sekarang aku harus pulang"


Ketika Zoya hendak melangkah David menarik tas Zoya lalu mengambil sesuatu dari dalam, David mengambil kartu pengenal Zoya


"Kau..."


"Ini sebagai jaminan, sana pulang" Ucap David seraya kembali berbaring menutup matanya


"Kenapa dia masih saja menyebalkan? ingin sekali aku membakar berewoknya" batin Zoya


Zoya melangkah dengan kesal keluar dari ruangan itu, setelah kepergian Zoya kini David membuka matanya dan membaca tanda pengenal Zoya


"Nasya Marcella, cih... aku geli melihat kacamatanya yang lebih besar dari kacamata kuda" ucap David sambil terkekeh melihat foto wanita culun itu


"Tapi... aku suka giginya yang seperti tikus" sambung David


Entah apa yang membuat David begitu tertarik dengan sosok Nasya, dia begitu senang membuat wanita itu kesal dan itu membuat hari harinya terasa berwarna

__ADS_1


Sabar... sabar para pembaca kita ungkap satu persatu ya 🥰🥰 jangan lupa like komen vote dan gift nya ya


__ADS_2