
"Apa yang kau lakukan? kau baru keluar dari rumah sakit" David muncul di belakang Zoya dan menopang dagunya di bahu Zoya
"Sudah keluar rumah sakit berarti sudah sembuh, bukan begitu?" jawab Zoya
"Kau sebaiknya istirahat, tinggalkan semua ini" David mengambil pisau dari tangan Zoya
"Aku sedang memasak untukmu, tuan... aku ingin berterimakasih karena kau telah menyelamatkan aku"
"Apa kau berubah pikiran?" tanya David membuat kening Zoya berkerut
"Berubah pikiran?" gumam Zoya seraya berbalik menghadap David
"Bukankah saat di rumah sakit kau hendak membuka ini? kau tadinya ingin berterimakasih dengan cara lain bukan" David menunjuk ikat pinggangnya
Wajah Zoya bersemu merah seketika mengingat dia yang salah fokus saat di rumah sakit, Zoya berbalik membelakangi David sambil melanjutkan mengiris sayuran
"Duduklah... ini sebentar lagi matang" ucap Zoya mengalihkan pembicaraan
"Aku tebak wajahmu pasti memerah" ucap David sambil berjalan ke tempat duduk
Zoya menyelesaikan masakannya lalu satu persatu di sajikan di meja makan, David tampaknya sudah tak sabar untuk mencicipi masakan Zoya
"Kenapa masakannya begitu banyak?" tanya David
"Tadinya aku akan membagi yang lain juga"
"Yang lain? siapa?" David tidak suka saat Zoya juga memikirkan orang lain
"Anak buah mu, tuan... mereka juga ikut membantu, bukan?"
"Tidak.... aku akan menghabiskannya sendiri, jangan coba coba memberikan masakan mu pada orang lain'' ucap David
"Kau serakah sekali" gumam Zoya
"Kau mengatakan sesuatu?"
"Tidak" dengan cepat Zoya menggelengkan kepalanya
"Kalau begitu cepat suapi aku" ucap David menjadi tidak sabar
"Kenapa harus di suapi?" protes Zoya
"Dadaku sakit.. jangan membantah"
"Hanya dada mu yang sakit tapi tanganmu sudah tidak berfungsi" Zoya menggelengkan kepalanya sambil meraih sendok dan piring di hadapan David
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Pagi pagi sekali Zoya terbangun dari tidurnya saat merasakan tubuhnya menjadi sangat berat, ketika Zoya membuka mata rupanya David tidur di samping Zoya dan memeluknya erat
__ADS_1
"Sejak kapan dia tidur disini? bukannya pintu kamar aku kunci?" gumam Zoya
Perlahan Zoya menurunkan tangan serta kaki David dari atas tubuhnya, David membuka sedikit matanya saat terganggu dengan pergerakan Zoya
"Ada apa?" tanya David dengan suara parau
"Ada apa? harusnya aku yang bertanya kenapa kau bisa tidur disini?" Zoya balik bertanya
"Ini rumahku jadi aku bebas tidur dimana pun" jawab David
"Kau melupakan perjanjiannya tuan? "
"Bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan tuan? aku merasa seperti sudah tua" ucap David
"Memangnya siapa yang mengatakan kau masih muda?" gumam Zoya
"Aku mendengar ucapan mu, mulai sekarang panggil namaku saja jangan memanggilku dengan sebutan tuan" David berpindah tidur di pangkuan Zoya
"Baiklah namaku saja... menyingkirlah aku ingin pergi ke kamar mandi" Zoya mengangkat kepala David dari pangkuannya
"Kau mengejekku?" David bangun dan menggelitik Zoya
"Ampun tuan... baiklah ampun.. David lepaskan " mendengar namanya di panggil David pun menghentikan aksinya
"Ingat namaku... Akan lebih indah jika kau memanggil namaku disela d*s*h*n mu" bisik David diakhir kalimatnya
Mendengar ucapan David membuat Zoya langsung berlari ke kamar mandi, Zoya bersandar di pintu sambil terburu-buru menguncinya
Semakin hari David memang banyak berubah, mungkin karena sudah terbiasa hidup bersama Zoya membuatnya melupakan prilaku buruknya pada Zoya
"Aku merasa jauh lebih baik sekarang" ucap David seraya menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang
David juga jarang pergi ke markas dan jarang terlibat dalam transaksi ilegalnya, hanya Jack yang dia andalkan karena tak ingin meninggalkan Zoya sendiri di rumah
Sampai Lisa keluar dari rumah sakit pun David selalu beralasan ketika di minta datang ke rumah, David lebih sering menghabiskan waktu bersama Zoya di rumah setelah pulang dari kantor
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Nona segera masuk ke kamar" Nancy menarik tangan Zoya dari dapur
"Kenapa? " tanya Zoya
"Tuan Martin ada di depan, kami takut terjadi sesuatu jika kau masih disini"
Nancy dan Zoya terburu-buru untuk kembali ke kamar. namun, baru saja sampai ruang tengah Martin sudah berada disana
Martin melihat penampilan Zoya dari atas sampai bawah, mustahil jika Zoya adalah seorang pelayan karena terlihat dari penampilannya
"Tuan..." Nancy hendak bicara namun Martin mengangkat tangannya
__ADS_1
"Kau pergilah.. aku ingin bicara sebentar dengan nona ini" ucap Martin
Nancy hanya bisa menuruti ucapan Martin dan pergi, lalu Martin mempersilahkan Zoya untuk duduk
"Jadi kau wanita yang di sebut oleh ibunya David?" tanya Martin
"Benar tuan"
"Apa yang kau lakukan hingga David mengurung mu disini? tapi sepertinya kau tidak terlihat tersiksa sama sekali" Martin menunjukkan wajah dinginnya
"Hanya kesalahpahaman tuan.. aku di tuduh membunuh adik tuan David tapi aku berani bersumpah hari itu adalah kecelakaan " jawab Zoya
"Jadi David sudah memaafkan mu?" tanya Martin
"Tuan David mengatakan sudah menemukan orang yang membunuh adiknya. namun, tak dapat di tangkap dengan mudah dan sekarang tuan David sudah memaafkan saya"
"Apa dia masih sering memperlakukan dirimu dengan buruk?" tanya Martin
"Tidak tuan... saya di perlakukan dengan baik, saya ingin meminta maaf dengan sungguh-sungguh kepada anda, ayah saya benar-benar tidak sengaja menabrak anak anda "
"Kau sudah tahu siapa aku?" tanya Martin dan Zoya pun mengangguk
Tiba-tiba David berlari dari luar dengan tergesa-gesa, David mendapatkan telepon dari anak buahnya bahwa Zoya bertemu dengan Martin dan membuatnya bergegas pulang saat sedang meeting
Zoya dan Martin menoleh bersamaan melihat David yang berdiri dengan keringat membasahi wajahnya, Martin menarik sebelah sudut bibirnya melihat kekhawatiran di wajah David
Martin berjalan kearah David lalu menepuk beberapa kali bahunya, Martin juga membisikkan sesuatu di telinga David dan pergi begitu saja
"Aku tahu nak... perasaan itu akan muncul jika kalian terbiasa hidup bersama" bisik Martin lalu pergi
"Kau baik baik saja? apa ayah mengatakan sesuatu?" David terlihat khawatir
"Aku baik.. aku hanya meminta maaf pada ayahmu dan menjelaskan bahwa semua yang kau tuduhkan hanya kesalahpahaman "
"Lalu apa yang ayahku katakan?" tanya David
"Tidak mengatakan apapun karena kau datang "
"Syukurlah " David bisa bernafas lega
"Kenapa kau pulang seperti habis berlari? apa kau pulang jalan kaki?" tanya Zoya
"Ini karena dirimu "
"Kenapa aku?" Zoya menunjuk dirinya sendiri
"Jangan banyak tanya.. bawakan aku minuman dingin" Zoya menggerutu sambil berjalan ke dapur untuk mengambil air
"Aku bisa melihatnya David.. perlahan kau bisa membuka hatimu dan melupakan wanita itu" gumam Martin seraya melihat kearah rumah David sebelum pergi
__ADS_1
"Aku harap gadis ini tidak akan memberikanmu luka, aku ingin melihatmu seperti David yang dulu" sambung Martin
Semenjak Jane pergi David menjadi begitu dingin pada setiap wanita, bahkan dia menganggap wanita hanya seperti mainan yang dapat di beli dan di buang setelah dia bosan