Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 34


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan?" tanya Zoya


"Menutup pintu"


"Maksudku kenapa kau menutup pintunya? aku belum keluar" Zoya terus berjalan mundur saat David mendekat


"Bantu gosok punggung ku sekalian" David menarik tangan Zoya dan menjatuhkannya di bathtube


"Aaaaa... tunggu.. apa yang kau lakukan?" teriak Zoya saat David ikut masuk ke dalamnya


"Aku sudah mengatakan padamu bantu aku menggosok punggung, apa yang kau pikirkan?" David mengulurkan sabun ke belakang


"Apa aku terlalu berpikir negatif? "


Zoya menggosok punggung David juga memijatnya, Semakin lama David semakin mengantuk dan bisa bisanya dia tidur sambil duduk


"Dia tidur? "Zoya mencondongkan tubuhnya melihat wajah David yang berada di depannya


David tiba tiba berbalik hingga mencium pipi Zoya, mata Zoya membulat lalu di dorongannya tubuh David


"Kau menipu ku.. gosok saja punggung mu sendiri" Zoya bangkit dan keluar dari kamar mandi sambil menggerutu ketika mendengar tawa David


"Dasar menyebalkan.. dia mengerjai aku" gerutu Zoya


Zoya keluar dengan baju basah kuyup membuat Nancy mematung saat berpapasan dengannya, hanya melihat pandangan Nancy Seolah Zoya tahu bahwa Nancy sedang memikirkan yang tidak tidak


"Jangan berpikir sembarangan, tuan mu baru saja mengerjai aku" ucap Zoya


"Lalu kenapa wajahmu memerah? apa kalian berdua...." goda Nancy


"Hentikan... kalian sama saja" teriak Zoya sambil berlari ke kamarnya


"Syukurlah sepertinya hidup nona Zoya lebih baik" Nancy tersenyum seraya menggelengkan kepalanya melihat Zoya berlari karena malu


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Semua sudah siap... Ibu sangat senang anak ibu sekarang akan menjadi seorang istri" ucap ibu Charlotte saat melihat gedung pernikahan anaknya


"Aku tidak menyangka akhirnya bisa menikah dengan Samuel"


"Lalu apa yang di berikan mertuamu?" tanya ibu Charlotte


"Ssstt... ibu nanti Samuel dengar, mereka belum memberikan apapun" bisik Charlotte


"Mertua mu pelit sekali.. ibu saja dulu di beri emas turun temurun dari ayahmu meskipun mereka dari keluarga sederhana "


"Lalu sekarang kemana emas itu? harusnya ibu memberikannya padaku" ucap Charlotte


"Sudah ibu jual, hehe" Charlotte memutar matanya jengah


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...

__ADS_1


"Apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya Meily pada Tony


"Aku menunggu gadis itu.. kau sendiri sedang apa disini?"


"Aku mencari gadis itu untukmu.. kau tahu? sudah satu bulan aku selalu kesini untuk mencari gadis itu tapi nihil" Meily duduk di sebatang pohon yang sudah tumbang


"Apa mungkin gadis itu sudah menikah?" tanya Tony yang ikut duduk di samping Meily


"Bagaimana jika lebih buruk dari itu? bagaimana jika dia sudah mati?"


"Entahlah... harusnya aku tidak mencarinya lagi, aku seperti orang bodoh" ucap Tony


"Kau baru menyadarinya? kau memang bodoh"


"Sial.. Kau mengejekku" Tony mendorong bahu Meily dengan bahunya lalu tidur di pangkuan Meily


"Disini tenang... aku merasa nyaman berada disini" ucap Tony seraya memejamkan matanya


Meily menatap wajah Tony sambil tersenyum, rasanya ini adalah kesempatan yang langka saat Tony tidur di pangkuannya dengan suasana yang mendukung


Tony dengan pendengarannya yang tajam mendengar suara langkah kaki, saat Tony membuka matanya dia melihat seorang gadis memakai gaun putih selutut


Gadis itu sepertinya hendak ke danau namun entah apa yang membuatnya mengurungkan niatnya, gadis itu kembali pergi melewati jalan lain dan hilang diantara semak semak


"Gadis itu" Tony segera bangun dan bergegas mengejar gadis itu namun tak ada siapapun disana


"Kau berhalusinasi?" tanya Meily saat mengejar Tony


"Sepertinya dia sudah pergi" ucap Meily


Tony mengambil sesuatu yang dia injak, rupanya itu adalah sebuah jepitan rambut kecil milik gadis itu yang sepertinya terjatuh


"Tidak sia sia aku datang kesini" ucap Tony seraya tersenyum menggenggam jepitan rambut tersebut


"Untung saja gadis itu pergi" batin Meily


Sebenarnya Meily sudah melihat keberadaan gadis itu bersama seseorang yang masih tertutup semak, entah apa yang membuat mereka tak melanjutkan langkahnya menuju danau


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kau tidak pergi ke kantor?" tanya Zoya


"Tidak... aku sedang malas" jawab David seraya membalas pesan dari seseorang


"Aku bosan.. apa kau mau mengantarku ke suatu tempat?"


"Tempat seperti apa? " Tanya David


"Tempat kesukaan aku dan ayahku... bisakah kau mengantarku kesana? aku mohon"


"Aku tidak mau" jawab David masih sibuk dengan ponselnya

__ADS_1


Raut wajah Zoya menunjukkan kekecewaan karena David tak mau mengantarnya, David mengangkat kepala melihat Zoya yang sedang murung


"Baiklah.. ayo kita pergi" ucap David seraya beranjak dari tempat duduknya


Zoya melengkungkan senyuman di bibirnya sambil berlari menyusul David lalu memegangi lengannya, David menatap wajah Zoya yang sedang tersenyum manis padanya


"Kau serius mau mengajakku kesana?" tanya Zoya


"Kau pikir aku bohong? apapun yang membuatmu senang akan aku lakukan" jawab David


"Kau baik sekali" Zoya tanpa sadar memeluk lengan David


Jantung David berdetak kencang ketika Zoya memeluk lengannya, sepanjang perjalanan Zoya terus bercerita tentang dirinya dan ayahnya


Sesampainya di danau tempat biasa Zoya dan ayahnya memancing, David mengambil jalan utama namun Zoya menariknya ke jalan lain


"Kenapa ambil jalan ini?" tanya David


"Aku biasa jalan sini, Lihat... dari sini sudah kelihatan indah, bukan?"


"Ayo sini" Zoya berjalan mendahului David


David mengambil handphonenya dan memotret Zoya dari belakang secara diam diam, David mengikuti langkah Zoya namun tiba-tiba handphonenya berdering


"Zoya... kita kesini lain kali saja aku ada urusan " ucap David


"Tapi... baiklah" Zoya berbalik dengan raut wajah kecewa


"Aku janji nanti akan mengantarmu lagi kesini" Zoya akhirnya menghampiri David


David merangkul Zoya dan membawanya pergi dari sana, meskipun kecewa tapi Zoya tak bisa berbuat apapun


"Jangan cemberut seperti itu.. aku akan menemanimu lagi nanti"


"Aku tidak cemberut " jawab Zoya seraya mengalihkan pandangannya keluar jendela, David bisa melihat raut wajah Zoya dari kaca jendela


Tangan David terulur membelai rambut panjang Zoya, sesampainya di rumah David langsung pergi setelah menurunkan Zoya


"Jepitan rambutku kemana?" Zoya mencari jepitan rambut di kepalanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Tuan..." Para anak buah David berdiri saat David sampai di markasnya


"Masalah apa yang tidak bisa kalian tangani? kenapa masalah seperti ini saja harus memanggilku?"


"Maaf tuan.. tapi tuan Yamada ingin bertemu langsung dengan anda, apa yang kita kirim dia tidak mau menerimanya tanpa kehadiran anda" jawab Jack


"Menyusahkan saja.. apa dia tidak tahu aku sedang sibuk" gumam David


"Sibuk dengan wanita mu, tuan... padahal kau jarang ke kantor apalagi datang kesini" batin Jack

__ADS_1


Jack tahu sebenarnya David lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah akhir akhir ini, Jack paham betul sebenarnya David mulai jatuh cinta pada Zoya. Seorang gadis yang menjadi tawanannya selama beberapa bulan


__ADS_2