Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 7


__ADS_3

"Jangan menyerah nak.. hadapi semuanya dan kau akan menemukan kehidupan baru" Zoya bermimpi bertemu dengan sang ayah


"Ayah tunggu.. ayah aku ikut.. ayah.. ayaaaah" Zoya berteriak terbangun dari tidurnya


Tubuhnya berkeringat dengan nafas tersengal karena dalam mimpinya dia mengejar sang ayah yang perlahan menghilang, ternyata di dalam kamar ada David yang sedang duduk di sofa memandanginya


"Kenapa kau berteriak?" tanya David


Zoya tak menjawab dia memilih kembali tidur menggulung tubuhnya dengan selimut, David yang tak suka di abaikan menyingkap selimut yang di pakai Zoya


"Aku tidak suka diabaikan, jika aku bertanya maka kau harus menjawab" David mencengkram kedua sisi wajah Zoya


Zoya tak melawan hanya air matanya yang menyiratkan semua rasa sakitnya, David menatap mata Zoya dan entah mengapa sesuatu terjadi pada perasaannya


David segera menghempaskan wajah Zoya sebelum dia merasa kasihan pada wanita ini, David masuk ke dalam kamar mandi seraya membanting pintu


"Kenapa perasaanku aneh saat menatap matanya" gumam David seraya menatap cermin


"Aku tidak boleh lemah dengannya, dia harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan " sambungnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Bagaimana luka mu?" tanya David pada Jack


"Sudah membaik tuan" jawabnya


"Ini untukmu" David memberikan amplop tebal berisi uang


"Terimakasih tuan" tanpa bertanya tentu Jack sudah tahu untuk apa uang itu


"Kita pergi bersenang-senang, kalian bisa minum sebanyak yang kalian mau dan bisa bermain dengan wanita sepuas kalian" ucap David


Setibanya di club' malam mereka di temani para wanita malam, David memiliki ruangannya sendiri dan anak buahnya yang lain entah berada di mana


Saat wanita penghibur itu sedang melakukan tugasnya tiba-tiba David memejamkan matanya, bukan menikmatinya namun dalam pikirannya malah di penuhi dengan wajah Zoya


Beberapa hari selalu memaksanya seolah menjadi candu bagi David, David suka ketika Zoya meronta, berteriak dan melawan meskipun sambil menangis


David mendorong wanita tersebut dari atas tubuhnya, wanita itu hanya menatap David yang kembali memakai pakaiannya


"Ini untukmu " David melempar uang di atas ranjang lalu pergi


"Tuan mau kemana?" tanya Jack saat melihat David keluar dari ruangannya


"Kalian bersenang-senang lah aku akan pulang" jawab David


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Jack

__ADS_1


"Tidak.. aku hanya bosan " ucapnya lalu pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sesampainya di rumah David mencium bau wangi dari dapur, rupanya seseorang sedang memasak


Saat David pergi dia lupa mengunci pintu kamar Zoya hingga gadis itu bisa berkeliaran di rumah, pelayan menjadi panik melihat kedatangan David


Zoya berbalik dengan sup di tangannya namun saat melihat keberadaan David yang sudah duduk di meja makan membuatnya terkejut, sup tersebut sampai tumpah mengenai tangannya


"Apa aku terlihat seperti hantu?" tanya David


Zoya yang ketakutan hanya menjawab dengan gelengan kepala, Zoya hendak pergi namun David menahan tangannya saat melewatinya


"Mau kemana? aku tidak menyuruhmu untuk pergi, sekarang selesaikan masakanmu" ucap David


Zoya menepis tangan David dan melangkah untuk pergi. namun, langkahnya terhenti saat David menggebrak meja


Diatas meja sudah ada pistol yang sengaja di letakkan David, dengan susah payah Zoya menelan salivanya lalu kembali memasak sebelum peluru itu menembus kulitnya


"Siapa yang membiarkannya berkeliaran?" tanya David membuat para penjaga dan pelayan ketakutan


"Jadi ini yang kalian lakukan jika aku tidak ada? kalian membebaskan tawanan?" semua orang menunduk pasrah


"Aku.. aku.. aku yang salah, aku tidak mendengarkan mereka.. hukum aku saja" lirih Zoya seraya menundukkan kepalanya


"Jawab" teriak David seraya menggebrak meja membuat semua orang terlonjak


"Aku... aku..." Zoya menyesal tak mendengarkan para pelayan juga penjaga yang sudah mengingatkannya


Karena mendengar David tidak akan pulang malam itu Zoya memberanikan diri untuk memasak, dia merindukan masakan kesukaan ayahnya


"Jawab atau akan aku tembak mereka satu persatu " David mengacungkan senjata pada para bawahannya


Para pelayan dan penjaga sudah lemas, kakinya gemetar dan mungkin ada yang kencing di celana diantara mereka, melihat pistol mengarah pada mereka Zoya merasa bersalah


"Aku akan menjadi budak yang patuh.. aku berjanji tidak akan memberontak lagi apapun yang akan anda lakukan padaku tuan" Zoya terpaksa sepenuhnya menyerahkan diri


Tidak ada pilihan lain lagi selain menyerahkan dirinya, lagi pula tubuhnya sudah terlanjur kotor sekalian saja Zoya menjerumuskan diri pada kubangan lumpur


"Kalian dengar? kalian menjadi saksi, sekali saja kau membantah kata kata ku maka mereka akan menjadi sasarannya " Zoya tidak akan bisa keluar selamanya karena taruhannya adalah nyawa banyak orang


"Aku berjanji akan patuh" lirih Zoya


"Baiklah... sekarang selesaikan masakanmu, aku lapar"


Tangan Zoya gemetar saat memasak karena David mengawasinya dengan pistol di atas meja, dia takut sewaktu waktu David kembali menggila dan menyiksanya atau bahkan menembaknya

__ADS_1


"Ehem.." suara batuk David saja sukses membuat Zoya pontang-panting


Barang barang yang berada di dekatnya berjatuhan karena kegugupan Zoya, Zoya kembali memungutnya satu persatu dan tak berani berbalik menatap David sedikitpun


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Nyonya Martin ini sangat beruntung, suami anda begitu setia bahkan tak pernah melirik wanita lain sepertinya" puji seorang teman bisnisnya


"Ya... aku beruntung memiliki suami yang memanjakan aku" jawabnya seraya menggenggam tangan suaminya yang berada di sampingnya


"Mereka tidak tahu saja seperti apa kehidupanku yang kesepian" batin


"Kalian kenapa tidak menambah momongan saja? sejak kepergian Luna kalian belum memiliki anak lagi" tanya salah satu rekan bisnis Martin


"Kami sudah berusaha tapi Tuhan mungkin sudah menentukan yang terbaik" jawab Martin seraya tersenyum


"Usaha? bahkan setelah aku hamil kau tidak pernah menyentuhku lagi sampai saat ini, kau terjebak bersama jasad istri pertama mu " batin Lisa


"Iya.. apalagi sekarang aku sudah tidak muda lagi, aku juga takut tidak bisa merawat anakku karena aku cacat " ucap Lisa


"Kau ibu angkat yang baik nyonya Martin, kau mengorbankan hidupmu untuk menyelamatkan anak angkat mu"


"Aku sangat menyayanginya dan dia juga menyayangiku seperti ibu kandungnya sendiri" ucap Lisa


"Tentu saja dia akan menyayangi anda, anda begitu penyayang dan berhati lembut"


"Kalian terlalu memuji" Lisa tersipu malu


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Zoya berdiri di dekat kompor setelah selesai memasak, dia tidak berani bergerak sedikitpun ketika David sedang makan


Hatinya berdebar-debar takut jika ada kesalahan yang akan membuat David marah, David melirik Zoya yang hanya menunduk memainkan jari kakinya yang kesemutan karena terlalu lama berdiri


"Kau suka berdiri disana?" tanya David


Zoya mengangkat kepalanya sejenak lalu kembali menunduk, Zoya tak tahu harus menjawab apa karena sebenarnya sedari tadi dia ingin duduk


"Pergilah ke kamar dan mandi, persiapkan dirimu" mendengar ucapan David membuat perasaan Zoya tak menentu


Dia masih membayangkan bagaimana kasarnya David membuatnya takut hanya dengan membayangkannya


"Kau ingin mandi bersamaku? atau aku harus memandikan mu?" Zoya dengan cepat menggelengkan kepalanya lalu menyeret kakinya yang terasa kaku dengan terburu-buru


"Membuatnya ketakutan itu menyenangkan" gumam David lalu kembali menyantap makanannya


"Padahal aku lapar tapi aku tidak berani makan, tatapannya seperti harimau kelaparan" Zoya menghela nafas panjang setibanya di kamar

__ADS_1


__ADS_2