
"Siapa yang melakukan ini padamu?" tanya Lisa seraya memeluk Zellyn dan menggulung tubuhnya dengan selimut
Zellyn hanya menggelengkan kepalanya di pelukan Lisa, Zellyn masih menangis tersedu-sedu mengingat kejadian yang menimpanya semalam
"Kau tidak tahu atau kau takut? katakan siapa yang melakukan ini padamu? bibi yang akan memberikan pelajaran padanya"
"Aku... aku tidak tahu, dia tiba-tiba memaksaku masuk ke mobilnya karena aku berontak dia memukulku, aku tidak ingat apapun lagi hanya saja saat aku bangun semua itu sudah terjadi" ucap Zellyn disela Isak tangisnya
"Dia meninggalkan mu di hotel sendiri?"
''Sebenarnya saat bangun dia masih ada tapi aku terlalu takut dan akhirnya aku bersembunyi di dalam kamar mandi" jawab Zellyn
"Kenapa kau tidak meminta tolong saat pria itu masih ada di dalam kamar? kenapa kau malah bersembunyi?"
"Kau tidak akan mengerti bibi.. aku sendirian ketakutan dan kebingungan, aku sempat menanyakan siapa yang menyewa kamar itu tapi mereka hanya mengatakan mister T, Mereka saja tidak pernah tahu seperti apa rupa orang itu karena selalu memakai masker dan pakaian tertutup " Lisa mengusap wajahnya kasar
"Aku takut bibi.. aku takut terjadi sesuatu nantinya "
"Tidak akan terjadi apapun padamu, bibi berjanji dalam waktu dekat David akan menikahi mu" Zellyn mengangkat kepalanya menatap Lisa
"Tapi itu bukan kesalahannya, Dia akan marah jika tahu aku sudah tidak suci lagi" Zellyn ketakutan jika David akan marah setelah menikahinya
"Bibi akan urus semuanya, kau tenang saja" Lisa kembali memeluk Zellyn seraya mengelus kepalanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zoya berlari kecil saat melihat mobil David terparkir di halaman rumahnya, baru saja sampai di ambang pintu tiba-tiba Zoya berdiri mematung
David membukakan pintu di samping kursi pengemudi dan membantu Jane turun ke kursi rodanya, Jane tampak mengalungkan tangannya di leher David
"Hai Zoya '' sapa Jane
"Ha..hai" jawab Zoya seraya tersenyum
"Kau kemari" David memanggil salah satu pelayan
"Bawa Jane ke kamarnya dan mulai saat ini dia menjadi tanggung jawab mu" sambung David
"Baik tuan" Pelayan tersebut mendorong kursi roda Jane menuju ke sebuah kamar
"Aku.. aku akan kembali ke kamar" ucap Zoya seraya berbalik hendak pergi
Baru saja melangkahkan kakinya David tiba-tiba memeluk Zoya dari belakang, Seakan tahu kekasihnya itu sedang dilanda cemburu
"Mau kemana, huh? tidak ingin bertanya tentang sesuatu?" tanya David seraya menghirup aroma tubuh Zoya
__ADS_1
"Aku belum mandi" Zoya menjauh dari David
"Kalau begitu.. bagaimana jika kita mandi? " David kembali menarik tangan Zoya hingga menabrak dada bidangnya
"Kau saja duluan.. aku sebaiknya pergi memasak saja" Zoya berusaha melepaskan diri dari David
David terkekeh seraya mengangkat tubuh Zoya dan duduk memangku tubuh kecil Zoya di sofa, Zoya mengernyitkan dahi melihat David tertawa kecil
"Aku terpaksa membawanya kemari, dia beberapa kali mencoba melukai dirinya sendiri dan Tony si bajingan itu entah kemana, dia meninggalkan Jane sendirian"
"Lalu kenapa harus di bawa ke rumah ini?" Tanya Zoya
"Jika aku membawanya ke rumah lain dia akan terus menggangguku, menelpon ku setiap saat dan akan menyuruhku datang menemuinya.. bagaimana pun aku merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi padanya, kau mengerti?" David mengelus pipi Zoya
"Aku hanya merasa canggung saja" ucap Zoya
"Abaikan saja jika dia, aku tidak akan turun tangan sendiri karena sudah ada pelayan yang merawatnya.. aku hanya akan mengurus mommy bear saja" ucap David seraya mencubit dagu Zoya
"Kau masih saja memanggilku mommy bear" Zoya menepis tangan David
"Karena kau semakin hari semakin bulat seperti beruang"
Zoya yang tidak terima disamakan dengan beruang mencubit perut David, David hanya tertawa karena berhasil membuat Zoya cemberut
Jane keluar dari kamarnya ketika mendengar suara tawa David, David yang bertahun-tahun bersamanya tidak pernah tertawa selepas itu
"Apa secepat itu kau melupakan aku Dav? kau bahkan bersikap dingin padaku dan tertawa lepas bersama Zoya " gumam Jane
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa aku jadi memikirkan wanita itu? bagaimana keadaannya sekarang?" Tony masih dilanda rasa bersalah pada wanita yang sudah menjadi korbannya
Sayangnya Tony tak mengingat wajah wanita itu dan pergi ketika wanita itu sedang berada di kamar mandi, Tony berbaring menyilangkan tangannya di belakang kepala
"Zoya.... kau membuatku hampir gila" gumam Tony
"Kau datang membuatku mencari-cari dirimu dan kau muncul kembali membuat ku semakin yakin dengan perasaan ini tapi kau mematahkan keyakinan ku dengan kenyataan bahwa kau sedang mengandung anak pria bajingan itu "
"Zoyaaaaa...." teriak Tony seraya mengusap wajahnya kasar
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zoya dan David bersiap untuk makan malam, Jane baru saja bergabung diantar pelayan
Zoya tersenyum membalas senyuman Jane namun David hanya memasang wajah datar, Tangan Jane terulur mencoba mengambil lauk di hadapannya
__ADS_1
"Kau sangat suka ikan bakar bukan? " Jane hendak menyimpan lauk untuk David ke piringnya
David menahan sendok dari tangan Jane dan menyuruh Zoya mengambilkannya kembali, Zoya hanya menuruti ucapan David
"Ingat posisi mu Jane... aku membawamu kesini hanya karena rasa kemanusiaan " ucap David membuat Jane berkaca kaca
"Sebaiknya kita makan, makanan sudah hampir dingin" ucap Zoya mencairkan suasana
Selesai makan Jane semakin di buat cemburu karena David membuatkan susu untuk Zoya, Zoya masih mengupas buah dan menaruhnya di piring
"Kau mau? " Zoya menawarkannya pada Jane
"Terimakasih " ucap Jane seraya mengambil potongan buah tersebut
"Kau beruntung mendapatkan David, tapi hati hati saja dia suka bermain wanita" ucap Jane dengan nada pelan
"Kalau begitu apa untungnya?" jawab Zoya
"Kau hidup bergelimang harta, bukankah itu yang kau inginkan?"
"Kau sama sekali tidak tahu bagaimana aku bertemu dengannya dan bagaimana akhirnya David mengatakan perasaannya, aku rasa kau salah menduga jika berpikir aku menggodanya " ucap Zoya
Jane tak mengatakan apapun lagi ketika melihat David berjalan mendekat, David memberikan susu yang dia buat pada Zoya seraya mencium puncak kepalanya
"Aku sudah mengantuk" ucap Zoya dengan nada manja
"Baiklah mommy bear... ayo kita pergi tidur"
"Mommy bear? sejak kapan David menjadi seperti ini?" batin Jane
"David.. bisa bantu aku untuk ke kamar?" ucap Jane
"Hei kau.... kemari" David memanggil salah seorang pelayan yang kebetulan lewat
"Antar dia ke kamarnya" Ucap David lalu pergi membawa Zoya
Jane menatap sendu kepergian David dan Zoya, apalagi ketika melihat Zoya merengek karena David terus menggodanya
"Ada yang bisa di bantu lagi, nona?" tanya pelayan
"Tidak ada.. terimakasih"
"Nona... aku harap kau tidak mengharap apapun lagi dari tuan, kita semua sudah tahu bagaimana watak tuan" pelayan memperingatkan Jane karena kasihan melihat kondisinya
"Aku tahu... kau bisa pergi" pelayan pun pergi menutup pintu kamar Zoya
__ADS_1
"Aku tidak akan menyerah" gumam Jane