
"Kau harus membantu orang tua mu, apa kau tega melihat perusahaan orang tuamu hancur?"
"Tunggu... ibu, Samuel baru saja merintis perusahaannya dan dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu?" Charlotte yang berdiri menjawab
"Aku ibunya, siapa yang paling berjasa selama hidupnya jika bukan orang tuanya.. kau hanya orang baru di kehidupan Samuel jangan coba-coba mempengaruhinya " bentak ibu Samuel
"Ibu yang di katakan..." ucapan Samuel terhenti saat ibunya kembali membentaknya
" Hentikan omong kosong mu, jangan membenarkan perkataan wanita ini, dia bukan siapa siapa jika tidak menikah dengan mu'' teriak ibu Samuel
"Apa apaan ibumu ini? aku istrimu, aku juga punya tanggung jawab untuk mengatur keuangan rumah tangga kita" Charlotte tidak terima
"Hentikan.. hentikan.. cukup.. baiklah aku akan mencari cara untuk membantu ayah, kau tidak perlu ikut campur.. bagaimana pun orang tuaku adalah orang yang paling berjasa di hidupku" Charlotte tidak bisa berkata-kata lagi karena ibunya saja tinggal bersama mereka
🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝
David baru saja pulang dari kantor untuk makan siang, David mencari keberadaan Zoya di dapur namun gadis itu tak terlihat batang hidungnya
"Dimana Zoya?" tanya David pada Nancy
"Nona Zoya sedang berada di kamarnya, tuan" jawab Nancy
David berlari kecil menaiki satu persatu anak tangga, sesampainya di kamar David melihat kamar Zoya juga kosong
"Zoya.. Zoya.. kau di dalam?" David mengetuk pintu kamar mandi
Saat pintu kamar mandi di buka ternyata Zoya juga tak di temukan, di tengah kekhawatirannya tiba tiba sebuah tangan memeluk David dari belakang
"Zoya.... Kau hampir membuat jantungku berhenti berdetak" ucap David
"Kenapa? kau takut aku di makan hantu?" goda Zoya seraya menyembulkan kepalanya di ketiak David
"Aku takut kau kabur'' David memutar tubuhnya lalu mengangkat tubuh Zoya dan mendudukkannya diatas meja rias
Sebenarnya Zoya sudah mendengar suara mobil David lalu dia bersembunyi di balik pintu untuk mengejutkan David
"Aku lapar" Zoya mendorong David yang mengusak wajahnya di ceruk leher Zoya
"Kau belum makan?"
"Belum... aku menunggumu pulang, ayo kita makan'' Zoya turun dan menarik tangan David
"Beri satu ciuman dulu"
"Tidak.... aku sudah tahu otakmu" ucap Zoya membuat David terkekeh
"Begitu? memangnya seperti apa otak ku?"
"Otak mu terlalu kotor " jawab Zoya
"Kalau begitu tolong bersihkan" ucap David seraya mengusak wajahnya di leher Zoya sambil memeluknya
"Hahaha... lepaskan, David itu geli" terdengar suara tawa Zoya yang begitu lepas
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
Charlotte mendatangi kediaman Zoya dengan niat untuk mencurahkan isi hatinya, tampaknya Charlotte lupa bagaimana sikapnya dulu pada Zoya
Keadaan Zoya yang sekarang membuat Charlotte harus lebih dekat dengannya, Charlotte beranggapan dekat dengan Zoya akan membawa keuntungan
"Kau ini kenapa?" tanya Zoya saat melihat Charlotte menangis
"Aku kesal sekali... bagaimana bisa suamiku sendiri lebih mementingkan ibunya"
''Wajar saja dia kan ibunya... kau dan ibu mertuamu siapa yang lebih mengenal dekat Samuel?" jawab Zoya
"Kenapa kau bicara seperti itu? apa kau tidak bisa menyemangati diriku?"
"Sudahlah terima saja, sekarang mereka keluarga mu.. ada beberapa hal yang membuat mu terpaksa harus menerima setiap kejadian yang menimpa hidup mu, meskipun sakit, sulit, kau hadapi saja" Zoya memberikan tissu pada Charlotte
"Jangan katakan kau lupa bagaimana hidupku dulu saat tinggal bersama mu, aku bahkan hampir mati di tangan David sebelum hidup seperti sekarang "
"Kau mengingatkanku tentang itu karena ingin balas dendam, bukan?" Zoya tersenyum seraya meletakkan tissu di telapak tangan Charlotte
"Tidak... aku hanya ingin kau seperti aku, hadapi semua yang terjadi di hidupmu dan jangan menyerah " jawab Zoya
"Aku memiliki ibu mertua yang menyebalkan " ucap Charlotte seraya terisak menghapus air matanya
"Kalian akan merasakan apa yang aku rasakan, bahkan penderitaan itu akan terasa seperti tetesan air yang perlahan membuat sebuah batu terkikis habis" batin Zoya
Tiba-tiba pintu terbuka membuat Charlotte dan Zoya menoleh kearah pintu, David berjalan menghampiri keduanya dan duduk di samping Zoya
"Bagaimana hari ini? apa kau ingin makan sesuatu?" tanya David seraya mengelus perut Zoya
" Tuan David yang sombong, dingin dan kejam bagaimana bisa begitu lembut saat bicara dengan Zoya?'' batin Charlotte
''Zoya..."
"Ya?" Zoya menatap Charlotte
"Apa kau sedang mengandung?" tanya Charlotte
Zoya sontak memandang David untuk mendapatkan jawaban, David tersenyum mengerti dengan apa yang di maksud Zoya
"Memangnya kenapa? jangan terlalu ingin tahu kehidupan orang lain, urus saja urusan mu sendiri" ucap David
"Kalau kau sudah tidak ada urusan lagi sebaiknya segera pulang, kau seorang istri bisa saja suamimu sedang mencari mu sekarang " sambung David
"Ahh iya... Zoya aku pulang dulu, kapan kapan aku mampir lagi"
"Baiklah.. hati hati di jalan" ucap Zoya
"Untuk apa dia kemari?" tanya David
"Dia bercerita tentang ibu mertuanya yang meminta bantuan pada Samuel"
"Kau nakal sekali, kau yang membuat keributan tapi kau juga berpura-pura mendengarkan keluhannya " ucap David seraya mencolek hidung Zoya
"Aku belajar dari seseorang " jawab Zoya seraya mengalungkan tangannya di leher David
"Benarkah? apa kau mau diajari yang lain?" David mendekatkan wajahnya
__ADS_1
"Jangan...." Zoya menahan wajah David
"Kenapa? kau tidak mau?"
"Maksudku jangan disini" bisik Zoya membuat David langsung tersenyum mengangkat tubuh Zoya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
jari Jane bergerak saat suster sedang membersihkan tubuhnya, Suster segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Jane
"Suster apa yang terjadi?" tanya Tony melihat suster dan dokter masuk ke dalam ruang rawat Jane
"Nona Jane sudah sadar, tunggu dokter selesai memeriksa baru anda boleh masuk " jawab suster
"Syukurlah" Tony begitu lega mendengarnya
Setelah dokter memeriksa keadaan Jane kini Tony masuk, Tony duduk di samping Jane yang baru saja tersadar
"Kau baik baik saja? ada yang sakit?" tanya Tony
"Kakiku tidak bisa di gerakkan" ucap Jane seraya berusaha menggerakkan kakinya
"Kaki mu harus diterapi agar bisa berjalan, kau harus berusaha agar lebih cepat sembuh"
"Dimana David?" tanya Jane
"Kenapa kau masih menanyakan tentang dia? selama kau koma dia hanya menjengukmu satu kali, itu pun saat kau baru masuk rumah sakit"
"Aku mencintainya kak, apa menurutmu masih ada cinta di hatinya untuk ku?" Ucap Jane dengan wajah sedih
"Ini semua memang salahku, seandainya saja dulu aku mengatakan lebih dulu jika aku pergi untuk pengobatan.. tapi saat itu aku takut, takut jika aku mati maka David akan bersedih" sambungnya
"Sudahlah itu bukan kesalahanmu, aku tahu maksudmu baik tapi sekarang kau harus melupakannya dia bukan pria baik baik" ucap Tony
"Aku tidak bisa... aku akan berusaha mengambil hatinya lagi"
"Itu hanya akan membuat hatimu sakit" jawab Tony
"Aku tidak akan menyerah sebelum mencoba, aku yakin di hatinya masih ada cinta untukku"
"Terserah kau saja.. kau memang keras kepala" ucap Tony
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Zoya dan David masih saling berpelukan di bawah gulungan selimut, David beringsut saat handphonenya berdering
"Halo... benarkah? baiklah saya segera kesana" ucap David
"Siapa" tanya Zoya
"Dari rumah sakit.. Jane sudah sadar, aku harus segera kesana" jawab David seraya beranjak dari tempat tidur
Zoya hanya memandangi David yang sedang memakai pakaiannya, dalam hatinya bertanya tanya namun Zoya tak berani bersuara
"Dia terburu buru saat mendengar kabar tentang Jane, apa David benar benar mencintaiku atau hanya menjadikanku pelampiasannya saja?" gumam Zoya menatap kepergian David
__ADS_1