
"Kalian nikmati saja.. aku akan menemui cintaku" mendengar ucapan David membuat Jane segera melepaskan penutup matanya
Mata Jane terbelalak melihat pria pria bertubuh besar sedang mengerubunginya bagaikan lalat mengerubungi sampah, David terlihat melangkahkan kakinya menuju pintu
"David... apa apaan ini.. David kenapa kau tega melakukan ini padaku?" teriak Jane menangis ketakutan
"Kau tanya kenapa? karena kau telah membuat kesalahpahaman antara aku dan Zoya, nikmatilah sisa hidupmu di tempat ini" ucap David lalu pergi menutup pintu
"David tunggu.. aku minta maaf David.. jangan lakukan ini ampuni aku" teriak Jane
Jane hendak mengejar David namun tubuhnya dipegangi, hanya terdengar suara jeritan Jane dari ruangan tersebut ketika David melangkahkan kakinya
"Aku sudah membalas rasa sakit mu Zoya" ucap David
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Tiba-tiba gedung dimana tempat Zoya menyewa rumah mengalami pemadaman listrik, Zoya dan keluarganya makan malam hanya di terangi cahaya handphone saja
"Kenapa tiba-tiba listrik di gedung ini mati?" gerutu Zoya
"Entahlah.. mungkin sedang di perbaiki " jawab Magdalena seraya membereskan piring kotor dan membawanya ke tempat pencucian
"Ibu agak sakit kepala.. bisa tolong antar ibu ke kamar?" ucap ibu Magdalena
"Biar aku antar.. Zoe kau temani bibi mu disini" titah Zoya lalu mengantar ibu Magdalena ke kamarnya
Saat hendak masuk ke kamar ibu Magdalena langkah Zoya terhenti sejenak, dia melihat sekelebat bayangan di dekat pintu
"Kenapa nak?" tanya ibu Magdalena
"Apa pintu sudah di kunci? aku seperti melihat bayangan"
"Ibu sudah menguncinya tadi" jawab ibu Magdalena
"Mungkin aku salah lihat" Zoya membantu ibu Magdalena berbaring lalu menutup kembali pintu kamarnya setelah keluar
Saat Zoya kembali ke dapur ternyata Magdalena dan Zoe sudah masuk ke kamar masing masing, Zoya melihat segelas jus di atas meja dan mengira itu adalah jus sisa Zoe yang tidak di habiskan
Zoya masuk ke dalam kamar dan melihat Zoe sedang mengerjakan tugas sekolah dengan diterangi ponsel milik Magdalena, Zoya menghampiri Zoe dan mengelus kepalanya
"Jika sudah selesai segera tidur, ibu sangat mengantuk sekali" Zoya lalu berjalan kearah ranjang dan merebahkan tubuhnya
"Ibu aku sudah selesai" ucap Zoe ikut berbaring di sebelah ibunya
"Cepat sekali ibu tidur" gumam Zoe lalu mencium kening sang ibu
"Zoe.." Zoe menoleh kearah pintu dimana tampak sosok hitam dan tinggi sedang berdiri
__ADS_1
Zoe melawan rasa takutnya dan tangannya perlahan meraih tongkat baseball di dekat bantalnya, di tengah kegelapan Zoe diam diam berjalan dan memukul bayangan hitam tersebut
"Aarrghhh... ini ayah Zoe" David menutup mulutnya ketika Zoe memukul tepat di kakinya
"Ayah... kenapa ayah mengendap seperti pencuri?" Zoe bicara setengah berbisik
"Ayah hanya ingin tidur bersamamu tapi..."
"Aku tahu.. masalahnya ibu, bukan?" tebak Zoe
"Ibu sudah tidur" ucap Zoe seraya menarik tangan David menuju ranjang
"Tentu saja sudah tidur, aku yang menaruh obat tidur di jus yang dia minum" batin David
Kini Zoe berbaring di tengah tengah David dan Zoya, betapa bahagianya bocah itu kini bisa merasakan tidur satu ranjang bersama ayah dan ibunya
Zoe menarik tangan David dan Zoya agar keduanya memeluknya, David mengecup kening Zoe lalu kening Zoya
"Aku akan menebus segalanya, aku akan menebus semua rasa sakit kalian dengan kebahagiaan yang berkali-kali lipat" batin David
"Apa ayah akan tidur disini setiap malam? aku ingin segera bisa bersama dengan ayah, sekarang aku tidak akan merasa sedih lagi"
"Jika ayah dan ibu bersama maka ibu tidak perlu berpenampilan jelek lagi, ayah lihat betapa cantiknya wajah ibu" ucap Zoe seraya mengelus wajah sang ibu
"Kenapa dia berpenampilan jelek? apa dia tidak berniat mencari ayah baru untukmu?" tanya David
"Daddy? siapa yang kau sebut Daddy? "Mendengar sebutan Zoe pada pria lain membuat David cemburu
"Daddy Tony"
"Hei.. dengar boy, dia bukan orang baik mulai saat ini jangan dekat lagi dengannya" ucap David
"Daddy Tony baik.. dia yang selalu membantuku dan ibu selama ini"
"Justru Daddy mu itu dan temannya yang membuat ibumu kabur dari ayah" ucap David
"Tapi ibu mengatakan ayah yang jahat"
"Itulah mengapa ada kesalahpahaman diantara ibu dan ayah, Tony membuat ayah terlihat jahat Dimata ibumu makanya ibumu memilih kabur dan bersembunyi" Zoe terlihat mengerutkan dahinya
"Sudahlah kau masih kecil tidak akan mengerti, sekarang tutup matamu dan tidur"
Setelah Zoe tertidur David pindah tempat di sebelah Zoya, karena lampu sudah di nyalakan kembali oleh anak buahnya kini David bisa melihat wajah Zoya dengan jelas
"Kau tetap cantik.. aku tahu kau sangat mencintaiku hingga tidak bisa menerima pria lain dalam hidupmu, bukan?" gumam David dengan percaya dirinya
"Aku merindukanmu Zoya" David memeluk tubuh Zoya seraya mengecup seluruh wajahnya
__ADS_1
David baru berhenti setelah Zoya bergerak karena merasa terganggu dengan perbuatan David, Zoya membuka sedikit matanya lalu kembali tidur sambil memeluk tubuh David
"Untung saja" gumam David yang sempat menahan nafasnya karena panik
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Tidak.. tidak.. tidak ayah jangan pergi"
"Ayah... ayaaahhh" Maya berteriak seraya terbangun dari tidurnya
Tubuh Maya berkeringat saat bermimpi David meninggalkannya dan pergi bersama Zoe, Maya segera beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar David
"Ayah?" ketika Maya membuka kamar tersebut ternyata kamarnya kosong
"Apa di kamar ibu?" Maya kemudian pergi ke kamar ibunya
"Tidak ada... lalu kemana ayah pergi? jangan jangan ayah benar benar pergi bersama Zoe" Maya menangis membuat ibunya terbangun
"Kenapa kau menangis sayang?" Zellyn menghampiri Maya lalu membawanya ke ranjang
"Ibu aku mimpi buruk.. aku mencari ayah tapi ayah tidak ada di kamarnya"
"Tidak ada? kemana dia pergi?" gumam Zellyn
"Baiklah kau tidur disini saja, ibu akan menemanimu" ucap Zellyn
"Tapi aku mau ayah"
"Ayah sedang banyak pekerjaan sekarang pasti ayah ketiduran di kantor" Zellyn mencari alasan
"Kalau begitu siapa yang akan mengantarku nanti pagi ke sekolah?" tanya Maya
"Ibu akan mengantarmu, bila perlu ibu akan menunggumu di sekolah sampai pulang"
"Ibu... bagaimana jika ayah tidak sayang kita lagi?" Maya memeluk Zellyn, nada bicaranya terdengar sedih
"Tidak mungkin.. ayah sangat menyayangimu"
"Apa jika ibu dan ayah mempunyai anak lagi ayah akan lebih menyayangi kita?" Zellyn tersenyum seraya mengelus kepala putrinya
"Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan? Sepertinya kau takut sekali kehilangan ayahmu?"
"Ibu sebenarnya..." Maya menggantung kata-katanya
"Sebenarnya aku tadi bermimpi ayah akan meninggalkan kita" Sambung maya
"Aku tidak boleh memberitahu ibu atau ayah dan ibu akan bertengkar, aku harus memberi pelajaran pada Zoe agar dia dan ibunya yang pergi meninggalkan ayah" batin Maya
__ADS_1
Jangan lupa like komen vote dan gift nya 🥰🥰🥰🥰