Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 54


__ADS_3

Yang sebenarnya terjadi...


Lisa sudah mengatur semuanya dan malam itu Zellyn tidak mabuk sama sekali, David bahkan tak melakukan apapun karena dia sama sekali tak sadarkan diri


Lisa mengambil foto foto vulgar mereka untuk di jadikan ancaman jika David tak mau menikahi Zellyn, Lisa akan semakin gencar menyatukan Zellyn dan David


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Zoya... kau dimana?" David berteriak mencari cari keberadaan Zoya


"Nona Zoya sedang pergi ke rumah sakit tuan" jawab Nancy


"Ke rumah sakit? dia kenapa,apa dia terluka?" David terlihat panik


"Tidak tuan.. nona Zoya baik baik saja, nona Jane jatuh dari tangga di depan rumah"


"Kenapa kalian biarkan dia yang pergi? apa gunanya kalian semua disini?" bentak David


"Maaf tuan... tapi nona Zoya yang ingin pergi"


"Kalian mulai melawan? kalian semua sikat lantai di rumah ini menggunakan sikat gigi jangan sampai ada yang terlewat, jika tidak maka tangan kalian taruhannya" ucap David lalu pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Baru saja David turun dari mobil amarahnya sudah di buat memuncak, Zoya terlihat sedang mengobrol dengan Tony dari jarak yang begitu dekat


Dompet yang di pegang Zoya terjatuh dari tangannya, saat Zoya akan mengambilnya saat itu juga Tony bersamaan mengambilnya


Tangan Tony berada tepat di atas tangan Zoya, sepersekian detik mereka saling memandang lalu Zoya segera menarik tangannya dan mundur untuk menjauh


Zoya tak berhati-hati dan kakinya terpeleset hingga hampir jatuh, beruntung Tony menangkap tubuh Zoya meskipun kakinya terkilir


"Sakit?" tanya Tony hendak memeriksa kaki Zoya


"Tidak apa apa... " Zoya mundur menjauh


Tiba-tiba tubuh Zoya di tarik seseorang dari belakang, David dengan tatapan tajamnya memancarkan aura permusuhan


"David... kau tahu aku disini?" tanya Zoya terkejut melihat David berada di sana


"Kenapa? apa hanya kalian yang boleh berada di sini?"


"Ti...tidak" Zoya dengan cepat menggeleng


"Aku kesini untuk menjemput Jane" David melepaskan tangannya dari lengan Zoya lalu menghampiri Jane yang sedang di dorong suster menghampiri mereka


"Kau mau ikut pulang bersama atau pulang dengan supir?" tanya David seraya berlalu melewati Zoya


Zoya berjalan tertatih menyeret kakinya yang terkilir, Karena Zoya kesulitan Tony berniat membantu


"Tidak perlu... " ucap Zoya sambil melanjutkan langkahnya

__ADS_1


"Kau tidak bisa lebih cepat? atau ingin di tinggal agar bisa diantar pulang oleh nya?" bentak David


Jika saja David tidak berjanji pada Zoya mungkin saat ini amarahnya akan meledak pada Zoya, David hanya bisa melampiaskan kecemburuannya dengan memberikan perhatian pada Jane agar Zoya juga ikut cemburu


David menempatkan Jane di kursi depan sementara Zoya duduk sendirian di belakang, David asik berbincang dengan Jane namun matanya mengawasi Zoya di kursi belakang


"Zoya.. apa kau keberatan jika mampir ke restoran langganan kita?" tanya Jane


"Tidak... kalian bisa mampir lebih dulu kesana" jawab Zoya


Sesampainya di depan restoran David membantu Jane turun sementara Zoya hanya diam saja, David tak bicara sepatah katapun pada Zoya hanya Jane yang mengajaknya


"Kenapa kau masih diam?" tanya Jane


"Kalian saja.. aku masih kenyang" jawab Zoya


Keduanya benar-benar pergi meninggalkan Zoya sendirian di mobil, David sengaja duduk di dekat jendela agar dapat di lihat Zoya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aku jadi teringat kenangan kita dulu" ucap Jane


"Makan saja aku tak ingin membahas apapun" jawab David


Jane tahu bahwa dia hanya di jadikan alat untuk membuat Zoya cemburu, tapi dia tidak keberatan tentang itu


Jane mengulurkan tangannya untuk mengelap bibir David, David hanya berdecak menangkap tangan Jane


"Kita langsung pulang?" tanya Jane


"Kau pikir kita akan pergi kemana lagi?" jawaban ketus yang di dapatnya


David kembali mendorong kursi roda Jane setelah membayar, sesampainya di mobil David melihat Zoya sedang tidur di kursi belakang


Zoya terbangun saat David menutup pintu mobil dengan kencang, Zoya tak mengatakan sepatah kata pun dia hanya menatap keluar jendela


David mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, sebenarnya Zoya merasa takut namun enggan untuk mengatakannya


Tiba-tiba saja mobil berhenti mendadak membuat Zoya yang lupa memakai sabuk pengaman tersungkur ke depan, beruntung hanya kepala Zoya yang terbentur kursi pengemudi


Zoya hanya meringis memegangi kepala dan perutnya, David yang menyadari hal itu segera turun dan membuka pintu mobil di samping Zoya


"Apa kau terluka? kau baik baik saja?" tanya David khawatir


"Aku baik" jawab Zoya dingin seraya memakai sabuk pengamannya


"Kepalamu" David hendak menyentuh kepala Zoya namun gadis itu mendorongnya lalu menutup pintu mobilnya


Seolah tidak ingin melihat dan mendengar apapun Zoya membuat kursinya setengah berbaring, Zoya memijat keningnya seraya memejamkan matanya


Tak bisa di pungkiri David mencemaskan Zoya dan selalu memperhatikannya dari kaca spion, sesampainya di rumah Zoya langsung turun tanpa mengatakan apapun

__ADS_1


Zoya langsung masuk ke dalam kamarnya dengan berjalan tertatih di bantu Nancy, saat Nancy keluar dan menutup pintu dia berpapasan dengan David


"Bagaimana Zoya?" tanya David


"Saya akan mengambil air hangat untuk mengompres kaki dan kening nona Zoya, kakinya bengkak tuan" jawab Nancy


"Bawa airnya kemari, biar aku yang mengompresnya" nancy hanya mengangguk patuh


David masuk membawa air hangat yang sudah di siapkan Nancy, Zoya sama sekali tak menoleh saat David masuk


Dia sudah hafal suara ketukan langkah sepatu David, Zoya hanya memijat kakinya yang tampak bengkak dan memerah


"Kenapa kau tak meminta bantuan ku?" tanya David seraya berlutut di hadapan Zoya


"Tidak perlu... aku bisa sendiri" Zoya menarik handuk kecil yang di pegang David


"Aawww... sssshhh.. " Zoya menjatuhkan kembali handuk itu


"Kau tidak lihat air ini masih mengeluarkan asap" Rupanya air itu masih sangat panas namun David tak kepanasan sama sekali


"Letakkan saja airnya disitu, aku akan mengompresnya sendiri"


Bukan hanya David yang sedang marah namun Zoya juga, bagaimana tidak.. semalaman David tidak pulang dan hari ini dia mengajak mantan kekasihnya makan di depan matanya sendiri


"Keras kepala" David menaruh handuk itu ke mangkuk air


David masih berdiri di tempatnya melihat Zoya yang sedang mengompres kakinya, Zoya menunduk sambil sesekali mengusap matanya


David baru menyadari bahwa Zoya sedang menangis, entah karena sakit di kakinya atau karena kesal pada David


David duduk di samping Zoya dan menariknya kedalam pelukannya, Isak tangis Zoya semakin terdengar


"Kenapa kau menangis?" tanya David seraya mengelus kepala Zoya


Zoya hanya menggelengkan kepalanya seraya mengusap air matanya, David menghapus air mata Zoya seraya mengangkat dagunya agar menatapnya


"Apa kau tahu aku cemburu? aku tidak suka kau berhubungan dengan pria lain" ucap David


"Kemana kau pergi semalam? kenapa aku harus tahu bahwa kau sedang cemburu sementara kau terang terangan mengajak mantan kekasihmu makan? apa selama ini kau hanya menganggap aku lelucon? Kau melarang ku berhubungan dengan pria lain tapi kau sendiri selalu berhubungan dengan wanita lain, bukan?" David terdiam mendengar ucapan Zoya


"Kau egois" Sambung Zoya menepis tangan David di dagunya


"Aku hanya sibuk bekerja di kantor" David berkilah


"Pekerjaan apa yang meninggalkan noda lipstik di kemeja Mu? dan apa ini? apa di kantor mu tidak ada racun serangga?" Zoya menunjuk noda lipstik di kemeja David juga leher David yang terdapat tanda merah


David mematung seketika dia benar-benar tidak menyadari hal itu, dia sama sekali tidak menyadari jika ada noda lipstik dan tanda merah di lehernya


"Zoya... aku..."


"Aku cukup tahu David.. kau tidak akan pernah puas dengan satu wanita " ucap Zoya lalu beranjak dari duduknya

__ADS_1


__ADS_2