Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 83


__ADS_3

"Apa lagi?" Zoya menepis tangan David yang sedang menahan tangannya


"Ikut aku pulang"


"Pulang? aku tidak punya rumah selain kontrakan kecil yang aku tinggali sekarang" ucap Zoya lalu kembali melanjutkan langkahnya


"Aku sudah menyiapkan semuanya, kita akan bahagia tinggal disana"


"Taksi... sayang tunggu di dalam ibu harus bicara dengan ayahmu" ucap Zoya pada Zoe


Zoe menurut pada Zoya lalu masuk ke dalam taksi, Zoe sangat ingin tinggal bersama ayahnya tapi dia tidak rela melihat ibunya tertindas seperti tadi


"Zellyn benar David.. kau pria beristri dan jika kau terus mendekati aku dan Zoe maka nama baikku akan semakin buruk Dimata orang"


"Tidak perlu mendengarkan kata orang lain, kita akan tinggal di rumah yang berbeda dengan Zellyn " Zoya menyunggingkan senyuman seraya menggeleng


"Kau ingin memiliki istri dan wanita simpanan, begitu? berarti kau tidak berniat menceraikan Zellyn?" pertanyaan Zoya membuat David terdiam sejenak


"Aku butuh waktu.. bagaimana dengan Maya? dia akan terguncang mendengar perceraian orang tuanya"


"Lalu bagaimana dengan anakmu sendiri? dia sudah terguncang jiwanya sejak kecil, kekurangan kasih sayang, materi dan selalu menerima cemoohan, apa kau pernah berpikir bagaimana jiwa anakmu yang masih sekecil itu di hajar habis habisan oleh kenyataan?" David merasakan bagaimana sakitnya perasaan Zoe saat Zoya mengatakan itu


"Sudahlah.. jangan pernah datang lagi di kehidupanku dan Zoe. istri dan anakmu ada di rumah, pulanglah" Zoya naik ke dalam taksi lalu pergi


David sempat mengejar mobil tersebut sampai akhirnya mobil yang di tumpangi Zoya menjauh, David memukulkan tangannya di udara


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ibu..." Magdalena mendengar isak tangis ibunya di dalam kamar yang gelap


Sang ibu sedang menatap sebuah foto usang dimana dia saat muda menggendong seorang anak laki-laki, Magdalena berlutut di hadapan kursi roda ibunya


"Ibu adalah ibu yang terbaik.. ibu hanya ingin anak anak ibu hidup lebih layak" Magdalena berusaha menghibur sang ibu


"Ibu bukan ibu yang baik.. kakakmu membenci ibu karena ibu menelantarkannya dan kau.. kau malah lebih kurang beruntung karena hidup dengan ibu" lirihnya diiringi dengan tetesan air mata


"Ibu salah.. aku bahagia bersama ibu"


"Walaupun kau sering kelaparan dan terpaksa harus mencuri hanya untuk bisa makan?" ibu Magdalena mengelus kepala sang putri


"Yang penting aku selalu hidup bersama ibu" Magdalena meletakkan kepalanya di pangkuan sang ibu


"Apa kakakmu akan mengerti seperti dirimu? ibu merindukannya, dengan kekuasaan yang dia miliki mustahil dia akan mengingat ibu"


"Dimana kakak sekarang Bu?" tanya Magdalena

__ADS_1


"Dia hidup sukses sekarang, kau tidak perlu tahu dimana dan siapa kakakmu, ibu takut dia tidak akan menerima kita"


"Aku senang bisa hidup bersama cucu kandungku, tak ku sangka ternyata selama ini cucuku berada satu atap denganku" batin Magdalena


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


David membuka pintu kamar Zellyn begitu saja, di dalam kamar rupanya ada Maya yang sedang di sisir rambutnya oleh Zellyn


"Maya bisa keluar sebentar? ayah ingin bicara dengan ibu" ucap David


"Ayah kemana saja hari ini? kenapa ayah tidak menjemput ku di sekolah?"


"Ayah banyak pekerjaan, sekarang keluar dulu sebentar " David kembali mengulang kata-katanya


"Tapi ayah..."


"Maya apa kau dengar apa yang ayah katakan?" David bicara dengan nada tinggi


Maya tersentak seketika mendengar suara keras David, baru kali ini Maya dibentak oleh David


Maya menangis seraya berlari keluar dari kamar Zellyn, Jika biasanya David akan membujuk Maya namun tidak untuk kali ini


"Tanda tangani surat ini" David melempar sebuah map ke meja rias


"Apa ini?" Zellyn mengambilnya


"Apa kau gila? bagaimana perasaan Maya jika orang tuanya berpisah, dia masih begitu kecil" ucap Zellyn


"Apa kau memikirkan perasaan Zoe? kau menjelekkan ibunya dihadapannya bahkan mempermalukan mereka"


"Wanita itu memang pantas mendapatkannya" Zellyn beranjak dari duduknya


"Kau tahu siapa wanita itu? dia adalah wanita yang kau singkirkan lima tahun lalu dan anak laki-laki itu adalah anakku" David yang geram menarik Zellyn dan menyudutkannya di dinding lalu mencengkram kedua sisi wajah Zellyn


"Coba kau pikirkan bagaimana jika aku mengatakan darimana Maya berasal, apa kau akan sanggup melihat wajah anakmu? " ucap David penuh penekanan


"Jangan lupakan rahasia mu Zellyn.. aku diam selama ini hanya karena kasihan pada Maya, jika kau berulah lagi maka aku tidak akan segan mempermalukan mu juga" David menghempas Zellyn hingga kepalanya terbentur sudut ranjang


"Aku tidak akan membiarkan kalian bersama" Zellyn hanya bisa menangis merasakan sakit di dahinya yang berdarah seraya mengepalkan tangannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


" Apa yang ibu katakan pada ayah?" tanya Zoe


"Tidak ada.. kau istirahat saja ibu akan kembali membantu bibi mu di toko"

__ADS_1


"Baiklah.. hati hati"


Ketika Zoya sudah pergi ke toko kue miliknya David datang ke rumah Zoya, karena Zoya sudah memblokir nomor telepon David kini jalan satu satunya agar Zoya mau mengikuti kata-katanya dengan membawa Zoe bersamanya


"Aku harus harus izin lebih dulu pada nenek" ucap Zoe


"Tidak perlu.. ayah akan bicara pada ibumu"


"Baiklah kalau begitu.. tapi kemana ayah akan membawaku?" tanya Zoe


"Ke rumah barumu, ayah sudah membelikan mu rumah dan mobil baru jadi sekarang kau tidak akan kepanasan lagi saat bepergian "


"Apa ibu sudah tahu?" Zoe tahu Zoya akan menolak seperti saat Tony akan memberikan fasilitas yang serupa


"Sudah.. tapi dia tidak mau jadi kau harus membawanya ke rumah itu, menginap lah beberapa hari disana"


"Apa ayah akan tinggal bersama kami atau bersama Maya?" tanya Zoe


"Ayah akan tinggal bersama kalian karena kalian adalah segalanya bagi ayah"


"Lalu bagaimana dengan Maya?" Zoe tidak ingin Maya menganggap dirinya mencuri ayahnya


"Ayah bisa urus itu, sekarang ayo pergi"


"Bajuku?" David menggelengkan kepalanya lalu menggendong Zoe


"Kau bisa membelinya nanti bahkan dengan pabriknya sekalian" Zoe tertawa mendengar ucapan sang ayah


"Haha.. kau sombong sekali"


"Tawa mu sama seperti ibumu" ucap David seraya mencubit hidung Zoe


David membawa Zoe pergi untuk memancing Zoya, wanita itu tidak akan berpikir panjang jika menyangkut tentang anaknya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Jika kau ingin Zoe kembali masuklah kedalam mobilku sekarang, jika tidak aku akan membawa Zoe pergi dan kau tidak akan bisa bertemu dengannya kembali" sebuah nomor baru mengirim pesan pada handphone Zoya


Zoya sudah bisa menduga siapa yang mengirimkan pesan berisi ancaman tersebut, benar saja ternyata mobil David sudah terparkir di depan tokonya


"Bajingan ini selalu mengancam orang lain" gumam Zoya


"Jika aku tidak menurutinya aku takut David benar benar akan membawa Zoe pergi" batin Zoya


"Aku harus pergi.. kau urus saja toko selama aku pergi" Ucap Zoya pada Magdalena

__ADS_1


"Hei.. kau mau kemana, Zoya? Zoya.." Zoya tak memperdulikan Ucapan Magdalena dan pergi dengan mobil David


"Akhir akhir ini Zoya aneh sekali, sangat misterius " gumam Magdalena


__ADS_2