Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 68


__ADS_3

"Berjanji pada ibu kau tidak akan bertindak gegabah" Zoya berlutut menyamakan tingginya dengan Zoe


"Apa ayah benar benar menyakiti ibu? apa tidak ada kesempatan untuk kesalahan yang di buat ayah"


"Sayang... dengarkan ibu, jika ibu menjelaskannya kau juga tidak akan mengerti.. ibu melakukan ini karena tidak mau kehilanganmu, jika ayahmu tahu siapa dirimu maka dia akan benar-benar memisahkan kita" Zoe hanya mengangguk lemah


Jauh di lubuk hati Zoe ingin memiliki keluarga yang utuh, anak kecil saja tahu betul mengapa ibunya tidak mau menerima pria lain di hidupnya jika bukan karena cintanya pada pria di masa lalunya Zoya tidak mungkin selalu menolak Tony


"Aku berjanji tidak akan melakukan apapun asal ibu juga berjanji akan menerima Daddy dan secepatnya menikah" Zoya tak percaya kata kaya itu akan keluar dari mulut Zoe


"Tidak semudah itu Zoe.."


"Tapi tidak memiliki ayah juga tidak mudah ibu, aku malu selalu di olok teman teman sekolahku" Lirih bocah tersebut


Zoya memang kasihan melihat Zoe yang selalu di ganggu teman temannya tapi untuk menikah dengan pria lain juga bukan hal yang mudah, Hati wanita itu sudah mati di telan waktu


"Ibu akan memikirkan permintaan mu, Jangan bersedih.. jaga jarak dengan Maya dan ayahnya" Zoe lagi lagi hanya mengangguk


Sesampainya di sekolah Zoya mengantar Zoe sampai masuk ke dalam kelas, Saat keluar dari kelas Zoya melihat seorang anak yang berdiri di bawah sebuah papan yang hampir jatuh menimpa tubuhnya


Zoya dengan sigap mendorong anak tersebut hingga dia jatuh , Zoya yang tidak sempat menghindar memejamkan matanya saat papan tersebut benar benar jatuh di atasnya


Bughhh


Zoya sedikit membuka matanya ketika papan tersebut tak terasa menimpanya, Rupanya tubuh David menghalangi tubuh Zoya agar tidak tertimpa papan


"Kau baik baik saja?" tanya David


Zoya hanya diam mematung memandang wajah David, Zoya baru tersadar setelah darah David menetes di wajahnya


Zoya meraba cairan yang terasa dingin di kulit wajahnya, betapa terkejutnya Zoya saat melihat cairan berwarna merah tersebut


"Ayah.. bibi.. apa kalian baik baik saja?" tanya Maya khawatir


David bangun seraya membangunkan Zoya lalu menghampiri Maya, David membisikkan sesuatu ke telinga Maya lalu gadis kecil itu masuk ke dalam kelasnya


"Terimakasih sebelumnya, tuan.. maaf saya buru buru ada keperluan lain" Zoya hendak pergi namun David menahan tangannya


"Hanya terimakasih? tolong obati dulu luka di kepalaku, ini perih sekali" ucap David


"Ba.. baiklah " Zoya menepis tangan David lalu berjalan menuju taman yang tidak jauh dari sekolah Zoe dan Maya


David mengambil kotak obat yang selalu dia bawa di dalam mobilnya dan menyerahkannya pada Zoya, David bisa melihat tangan Zoya begitu gemetar hingga beberapa kali benda yang dipegangnya selalu jatuh


"Kenapa kau selalu gugup saat bertemu denganku?" tanya David


Zoya hanya menundukkan kepalanya dengan tangan memegang kain kasa untuk membersihkan luka David, tanpa bicara Zoya membalikkan tubuh David agar duduk membelakanginya

__ADS_1


"Sudah selesai, sekali lagi terimakasih.. saya masih ada pekerjaan lain, permisi" Zoya pergi berlari begitu saja meninggalkan David


"Aneh sekali ibunya Zoe" gumam David


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"David... aku masih di rumah sakit" ucap Jane manja saat menelpon David


"Aku akan membayar biaya rumah sakitmu, aku belum bisa kesana karena banyak pekerjaan"


"Aku ingin melaporkan restauran itu pada polisi.. aku diare karena obat pencahar " ucap Jane


"Untuk apa sebuah restauran memakai obat pencahar, yang benar saja kau?"


"Aku serius David.. dokter mengatakan itu, tolong urus masalah ini"


David yang merasa bertanggung jawab pada Jane akhirnya mengiyakan keinginan Jane, sebelum menjemput Maya kini David mampir ke restauran tersebut


Setelah menyidak manager restauran tersebut David tak mendapatkan jawaban apapun hingga akhirnya dia memeriksa cctv setiap restauran


Matanya tertuju pada dua orang yang dia kenali yang diam diam masuk ke restauran tersebut, David cukup tercengang melihat Magdalena memasukkan sesuatu ke makanan yang hendak diantar ke mejanya


Kemudian dia orang tersebut berlari keluar dari dalam restauran, David tak memperpanjang masalah ini dan pergi dari restauran tersebut dengan catatan tidak melaporkan dia orang tersebut


"Kenapa mereka melakukan itu? apa mereka memang mengenal Jane dan memiliki dendam pribadi?" gumam David


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Zoe berlari dan masuk ke dalam mobil tersebut setelah pengemudinya membukakan pintu dari dalam


"Hai jagoan... apa hari ini sekolah mu menyenangkan?" tanya Tony


"Biasa saja.. Daddy telat satu hari" ucap bocah tersebut dengan raut wajah cemberut


"Maaf sayang kemarin Daddy masih ada pekerjaan, bagaimana kabar mu dan ibumu?"


"Baik dad.. hanya saja kemarin ibu memukulku" Zoe mulai mengadu pada Tony


"Kau pasti nakal, jika tidak ibumu tidak akan memukulmu" jawab Tony


"Aku...." Zoe menggantung perkataannya


Zoe berpikir jika dia memberitahu Tony bahwa dirinya mengetahui siapa ayah kandungnya dan tahu dimana keberadaannya Zoe takut yg Tony tidak akan lagi menemuinya


"Aku apa?" tanya Tony


"Aku terlalu asyik bermain sampai tidak pulang kerumah saat tengah malam"

__ADS_1


"Ibumu memukulmu karena khawatir.. kau masih kecil dan berkeliaran di luar malam malam, ibu mana yang tidak akan khawatir?" ucap Tony


"Benar juga... Daddy aku lapar"


"Lapar? baiklah kita akan mencari makanan yang enak sebelum menemui ibumu" jawab Tony seraya mengelus kepala Zoe


"Daddy tahu?"


"Apa?" tanya Tony


"Aku meminta ibu menikah dengan Daddy dan ibu jawab akan memikirkannya" Tony terkejut mendengar ucapan Zoe dan mendadak mengerem laju mobilnya


"Apa kau serius?"


"Tentu saja... aku juga ingin punya ayah yang sesungguhnya seperti anak lain, sepertinya ibuku juga sudah siap punya suami" celoteh Zoe


Dalam hatinya ingin sekali Tony berteriak-teriak kesenangan, meskipun Zoya baru mengatakan akan memikirkannya setidaknya ada sedikit perubahan dari wanita yang selama ini dia kejar


"Karena Daddy sedang bahagia, Daddy akan membawamu membeli mainan baru sebagai hadiah"


"Asyiikk... Daddy memang paling baik di dunia" Zoe bersorak seraya memeluk lengan Tony


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di toko Zoya sedang melamun saat jam makan siang, Magdalena pergi mengantar pesanan kue hingga dia menjaga toko sendirian


Lonceng berbunyi saat pintu toko terbuka membuat Zoya tersadar dari lamunannya, Zoya kembali di buat gelagapan melihat David berjalan menghampirinya


Bodohnya Zoya dia malah berjongkok bersembunyi di bawah meja, melihat Zoya merosot ke bawah meja David terus membunyikan lonceng di atas meja


"Keluarlah.. aku tahu kau bersembunyi di bawah meja" ucap David


Perlahan tubuh Zoya keluar dari bawah meja seraya menundukkan kepalanya, David tidak pernah benar benar melihat wajah Zoya karena wanita itu selalu menunduk


"Aku ingin bertanya tentang sesuatu " ucap David


"Maaf saya sibuk.. anda bisa kembali lagi nanti" mendapatkan jawaban tersebut David malah masuk ke meja kasir menghampiri Zoya


"Ap.. apa yang anda lakukan" Zoya berjalan mundur ketika David berada tepat di hadapannya


Zoya tersudut di dinding sementara David semakin mendekat dan merapatkan tubuhnya dengan Zoya, David mengangkat dagu Zoya agar bisa memandang wajahnya


"Kenapa kau dan temanmu memasukkan obat kedalam makanan yang aku pesan?"


Deg


"Si bodoh itu membuatku dalam masalah" batin Zoya, Zoya seketika mematung mencari jawaban yang tepat untuk David

__ADS_1


__ADS_2