
"Bantu aku mandi" ucap David
Zoya hanya mengangguk pasrah mengikuti David ke kamar mandi, David tampaknya kesulitan membuka pakaiannya
"Apa kau hanya akan diam saja melihatku kesulitan?" ucap David
Zoya dengan cepat mendekat dan membuka satu mantel yang di pakai David, begitu mantel di buka Zoya terkejut melihat noda darah cukup banyak di kemeja putih David,
"Darah siapa ini? siapa yang dia bunuh?" batin Zoya
Tangan Zoya gemetar hebat hingga tak sengaja menekan luka David, sontak David meringis membuat Zoya terkejut dan tak sengaja menyenggol keran air
Air mengalir dari shower membasahi tubuh keduanya, Zoya masih membuka kancing kemeja David namun karena tangannya gemetar Zoya jadi kesulitan
David melihat tetesan air mengalir di tubuh Zoya membuat instingnya sebagai pria tertarik, David menekan tubuh Zoya ke dinding dan mulai melakukan serangan
Melawan pun akan percuma bagi Zoya karena dia hanya akan berakhir dengan beberapa luka di tubuhnya, Zoya yang kedinginan tanpa sadar terbawa suasana dan memeluk tubuh David yang hangat
David mengangkat tubuh Zoya dan meletakkannya di bathtub, Luka yang masih basah tak dia rasakan sama sekali hanya keinginannya yang besar menguasai dirinya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Dia sangat dingin bibi" ucap Zellyn menceritakan saat dirinya di turunkan di tengah jalan
"Dia memang seperti itu.. sejak di tinggal kekasihnya tanpa sebab David menjadi pendiam dan dingin"
"Tapi aku menyukainya.. apa bibi mau membantuku untuk bisa dekat dengannya?" Zellyn merengek pada Lisa
"Tentu saja bisa, lagi pula David selalu menuruti apa yang bibi katakan"
"Jangan memaksa seseorang atau kau akan hidup dalam kesepian" Sergah Martin yang baru saja turun dari tangga
Zellyn dan Lisa menoleh kearah asal suara, Lisa paham betul apa yang di katakan oleh Martin adalah sindiran untuknya
"Paman apa kabar?" ucap Zellyn basa basi
"Baik... ingat kata kata paman ini Zellyn, paman tidak mau kau sakit hati.. David adalah pria yang keras dan percayalah David tidak akan dengan mudah menerima apapun yang dia tidak sukai"
"Aku mengerti paman" lirih Zellyn
"Sama seperti dirimu, karena kau yang membentuknya menjadi seperti itu" batin Lisa
"Kau tenang saja Zellyn, David akan mendengarkan ucapan ku" ucap Lisa setelah Martin pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Berhenti mengganggu David dan anak buahnya, kau hampir mati hari ini" ucap Meily
Meily salah satu orang komplotan Tony yang sangat dekat dengannya, bahkan hanya Meily yang berani pada Tony
Tony hanya tersenyum menanggapi ucapan Meily, keadaannya terluka parah bahkan di tubuhnya banyak selang terpasang
Tony sepertinya tidak akan mengganggu David untuk sementara waktu sampai dia pulih kembali
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Tuan.. bagaimana dengan pengkhianat ini?" tanya Jack saat menelpon David
__ADS_1
"Habisi saja, tidak ada ampun untuk para pengkhianat" jawab David
Zoya yang sedang mengobati luka David menelan salivanya dengan susah payah, begitu kejamnya David hingga dengan mudah baginya untuk melenyapkan nyawa seseorang
"Apa kau ingin balas dendam? " ucap David ketika Zoya tak sengaja menekan lukanya
"Ma..maaf tuan" lirih Zoya
"Coba ceritakan saat kau menabrak adikku" ucap David
"Aku.. bukan aku yang menabraknya tapi ayahku, semua itu kecelakaan kami tak sengaja"
"Gadis itu tiba-tiba berlari dari kegelapan, aku tidak ingat lagi setelah itu" sambung Zoya
"Bohong... kau bohong" bentak David seraya mendorong tubuh Zoya hingga jatuh di lantai
Zoya hanya meringis dan tak mencoba berdiri saat itu, dia takut akan salah lagi di mata David dan pria itu akan menyiksanya
"Kau yang mengemudi hari itu? kau yang membuat adikku mati"
"Aku tidak bisa mengemudi bahkan setelah kejadian itu aku koma, aku tidak tahu apapun" Zoya berusaha menjelaskan seraya menggelengkan kepalanya meyakinkan bahwa dia tak bersalah
Saat David hendak bicara tiba tiba handphonenya berdering, Zoya bisa bernafas lega saat David pergi seraya menjawab telepon
"Kenapa dia bertanya jika dia tak percaya, hah.... aku sudah ketakutan setengah mati" Zoya langsung merebahkan tubuhnya di lantai
Zoya berpikir David sudah benar benar pergi namun dia salah, David kembali masuk ke dalam kamar dan melihat Zoya sedang berbaring di lantai. Zoya begitu terkejut saat David berada di atasnya
"Ada apa?" tanya Zoya
David hanya diam menatap kedua bola mata Zoya, sekilas David melihat wajah adiknya di wajah Zoya
"Kau... "Zoya sudah bersiap menutup rapat rapat kedua matanya
"Ya Tuhan... apa dia akan kembali memukuli aku?" batin Zoya
"Sayang... ibu datang" teriak seseorang dari bawah
"Diam disini jangan keluar dan jangan bersuara" ucap David seraya berdiri
"Setiap dekat dengannya aku tidak pernah merasa aman" ucap Zoya
David menuruni anak tangga menghampiri Lisa yang baru saja datang bersama Zellyn, David memeluk Lisa dan tak menghiraukan Zellyn yang berada di sampingnya
"Hai.." ucap Zellyn
David hanya tersenyum kecut membuat Zellyn kembali bungkam, Lisa tampak celingukan seperti mencari sesuatu
"Apa yang ibu cari?" tanya David
"Dimana wanita itu? bukankah kau mengatakan akan memberinya pelajaran?"
"Dia tidak disini.. aku mengurungnya di tempat lain" ucap David
"Dimana? biarkan ibu memberinya pelajaran"
"Jangan kotori tangan ibu.. aku akan mengurusnya " jawab David
__ADS_1
David memang selalu kasar pada Zoya namun dia tidak ingin orang lain menyentuh Zoya walaupun seujung rambut
"Padahal ibu ingin sekali menjambak rambutnya"
"Ibu ingin di buatkan sesuatu?" tanya David mengalihkan pembicaraan
"Ibu sudah lama tidak makan masakan mu, tolong masak apa saja, ibu akan makan"
"Baiklah... mari aku bantu" David mendorong kursi roda ibunya menuju dapur
"Jadi kau bisa memasak?" tanya Zellyn yang berjalan di samping David
"Apa kau tadi tidak mendengar apa yang ibu ku katakan ? " jawab David ketus
"Jangan dingin seperti itu nak.. kau akan butuh wanita sebagai teman hidup" Sergah Lisa
"Aku tidak butuh wanita, aku bisa hidup sendiri ibu" David segera menjawab
"Kau ini.."
"Ibu tunggu sebentar lagi hidangan akan matang" David mengambil celemek dan memakainya
Zellyn semakin kagum pada David karena keterampilannya dalam memasak, apalagi dalam menggunakan pisau David tampak sangat cekatan
"Aku tahu kau semakin mengaguminya bukan?" ucap Lisa ketika melihat Zellyn tak berkedip melihat kearah David
"Dia sempurna bibi" ucap Zellyn
David terlalu banyak bergerak hingga lukanya kembali mengeluarkan darah, David melirik bajunya ternyata darah sudah membasahi baju yang dia pakai
"Kau terluka? " Tanya Lisa ketika David berbalik
"Hanya luka kecil, aku akan berganti baju sebentar.. kau lanjutkan masak" ucap David pada seorang pelayan
David melenggang meninggalkan dapur dan kembali ke kamar, Zellyn masih menatap punggung David yang sudah menghilang
"Ponsel David tertinggal... kau bisa bawa ini untuk masuk kedalam kamarnya" ucap Lisa
Zellyn dengan gembira mengambil handphone David demi bisa masuk ke dalam kamarnya, Saat Zellyn melihat David masuk ke dalam kamarnya dia mengira itu adalah kamar David
Pintu kamar sedikit terbuka dan memperlihatkan punggung David yang kekar, David tampak hanya berdiri membelakangi pintu
"Aku sudah mengganti perbannya" ucap Zoya
Zellyn menajamkan pendengarannya ketika mendengar suara Zoya yang tubuhnya tertutup tubuh David
"Tunggu tuan.. nanti lukamu kembali berdarah" ucap Zoya ketika David mengangkat tubuhnya dan mendudukkannya diatas ranjang
Mata Zellyn membulat melihat apa yang di lakukan David pada Zoya, hanya melihat Zoya dengan dress-nya saja sudah membuat David Berg**r*h
David menghentikan c*mb**nnya pada Zoya saat melihat Zellyn mematung di depan pintu, wajah tampan David terlihat menyeramkan dengan langkah besarnya menghampiri Zellyn
"Apa yang kau lakukan disini?" ucap David penuh penekanan
"Aku.. aku.. aku hanya.." melihat handphonenya di tangan Zellyn membuat David segera menarik handphonenya dengan kasar
"Jika ibuku tahu tentang hal ini maka aku pastikan kau berada dalam bahaya'' David mencengkram kedua sisi wajah Zellyn
__ADS_1
"Kau tahu ini apa? jangan sampai mulutmu membuat isi dari pistol ini melubangi kepalamu" David mengambil sebuah pistol yang terselip di ikat pinggangnya
"Aku mengerti.. aku akan tutup mulut" Zellyn mengangguk dengan ketakutan