Jerat Cinta Tuan David

Jerat Cinta Tuan David
eps 36


__ADS_3

Di sebuah gedung yang sudah di dekorasi semewah mungkin dan di penuhi para tamu undangan, tampak raut bahagia di wajah Charlotte dan ibunya


Mereka yang hidup sederhana pada awalnya kini merasa sedang di atas angin karena menikah dengan Samuel yang notabenenya diatas mereka dari segi materi dan kasta, orang tua Samuel sampai menghubungi wartawan agar pernikahan anaknya di ketahui khalayak


Semua orang beralih kearah pintu masuk saat seorang pria tampan datang, para awak media beralih menyoroti kedatangan David


Keluarga Samuel bukan apa apa jika di bandingkan dengan David, mereka mulai menyorot David yang datang bersama wanita bertopeng


David sudah menduga disana akan banyak awak media dan mengantisipasi Zoya dengan memakai topeng, ibu Charlotte segera menghampiri David dan menyambutnya


"Aku tidak akan menjawab pertanyaan kalian" ucap David ketika ditanya tentang wanita di sampingnya


"Itu adalah anak keduaku, namanya...." ucapan ibu Charlotte terputus saat David menyela


"Jangan katakan apapun jika kau ingin pesta ini berjalan lancar" bisik David membuat ibu Charlotte tersenyum kikuk


"Dan perintahkan para wartawan agar pergi atau aku dan Zoya yang pergi" sambung David


"Perhatian semuanya.... karena tamu spesial kita tidak nyaman dengan awak media seperti liputannya di selesaikan saja, mohon maaf yang sebesar-besarnya" ucap ibu Charlotte membuat ibu Samuel berdiri dari duduknya


"Ibu jangan... kapan lagi kita bisa kenal dengan sosok seperti tuan David" Charlotte menahan ibu mertuanya


"Kita bisa memanfaatkan kedekatan Zoya dan tuan David" sambung Charlotte


Setelah wartawan pergi ibu Charlotte mengajak David untuk menikmati hidangan disana, tentu saja orang orang tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menjilat pada David


Saat David sedang berbicara dengan pebisnis lain Zoya sedang asik menikmati makanan, Samuel menghampiri Zoya


"Hai Zoya" ucap Samuel


"Hai.. selamat atas pernikahan mu" ucap Zoya namun tak menatap Samuel


"Zoya... aku benar benar minta maaf"


"Tidak perlu... justru aku yang berterimakasih, berkat dirimu aku bisa hidup seperti sekarang, apapun yang aku inginkan sudah aku dapatkan bahkan sebelum aku memintanya " kata kata Zoya bak sindiran untuk Samuel


"Aku bersyukur kau sudah menunjukkan sifat aslimu sebelum kita menikah" Samuel hanya bisa tertunduk malu mendengar ucapan Zoya


Charlotte dan ibunya beserta ibu mertuanya menghampiri Zoya saat melihat Samuel berdiri di dekat Zoya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kau terlihat senang sekali" ucap Meily ketika melihat Tony tersenyum senyum sendiri


"Kau tahu gadis yang bicara denganku di restoran Tempo hari?"


"Memangnya kenapa?" tanya Meily seraya duduk di hadapan Tony

__ADS_1


"Aku menemukan gadis itu"


Fuurrhhtt


Meily menyemburkan air yang di minumnya saat mendengar ucapan Tony, Tony beralih duduk disamping meily seraya menepuk punggungnya


"Pelan pelan saja" ucap Tony


"Da..dari mana kau tahu? bisa saja kau salah"


"Aku langsung bertanya padanya tentang dia yang jarang terlihat di danau, dia mengatakan ayahnya meninggal jadi tidak pergi kesana lagi dan saat aku menunjukkan jepit rambut ternyata itu benar-benar miliknya " ucap Tony dengan senyum mengembang


"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Meily


"Kau memaksaku pergi jadi aku belum tahu nomor telepon atau tempat tinggalnya, tapi.... aku tahu namanya Zoya "


"Ternyata serapat apapun aku menyembunyikannya takdir tetap mempertemukan kalian" batin Meily


"Dia begitu cantik.. tidak sia sia aku mencarinya selama ini" ucap Tony


Meily beranjak dari duduknya dan pergi tanpa mengatakan sepatah katapun, bahkan tak menghiraukan Tony yang memanggilnya


"Mei... kau mau pergi kemana?" teriak Tony saat Meily berjalan keluar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa kau menyembunyikan wajah mu? apa kau malu karena sudah menjual tubuhmu pada pria kaya?" ucap Ibu Samuel


"Ibu...." ucapan Samuel terhenti saat Charlotte menyela ucapannya


"Kita masih ada tamu yang belum di sapa, ayo" Charlotte membawa Samuel pergi dari sana


"Aku akan melihat makanan dulu takutnya sudah ada yang habis" ibu Charlotte pun meninggalkan ibu Samuel dan Zoya


Zoya hendak beranjak pergi namun ibu Samuel kembali menarik tangannya dan membuatnya kembali duduk, ucapan ibu Samuel membuat hati Zoya begitu hancur


"Aku bersyukur anakku bisa membuka mata dan memilih pasangan yang tepat, aku sudah bisa menebak karakter mu saat pertama melihat mu"


"Apa anda sudah selesai bicara, nyonya? aku masih banyak urusan" ucap Zoya yang tidak ingin lagi mendengar ucapan ibu Samuel


"Bersama siapapun dirimu tidak akan mengubah status mu, anak haram yang kini juga sedang melakukan pekerjaan haram, kau wanita penjilat yang mendekati para pria kaya"


"Terimakasih untuk gelar yang anda berikan padaku, aku merasa terhormat karena anda begitu memperhatikan kehidupan ku" jawab Zoya


"Apa yang Anda dengar belum tentu benar, nyonya.. aku harus berterimakasih kepadamu karena telah membuka mataku " sambung Zoya


"Harusnya kau menyadarinya sejak dulu, aku bersyukur anakku tidak menikahi mu"

__ADS_1


"Dan aku bersyukur karena tidak punya mertua yang berhati busuk seperti mu, kau akan mendapatkan harga yang pantas untuk hari ini" ucap Zoya lalu beranjak dari duduknya


Zoya pergi dari sana menuju tempat minuman yang berada tak jauh dari David, melihat Zoya meneguk beberapa gelas alkohol David bangkit dari duduknya untuk menghampiri Zoya


"Zoya... apa yang kau lakukan? kau tidak tahu apa yang kau minum?" David menahan tangan Zoya


"Aku tahu.. biarkan aku minum sedikit lagi" Zoya menepis tangan David dan kembali meneguk gelas yang ada di tangannya


Air mata Zoya meleleh melewati topeng yang di pakainya, David bisa menebak bahwa Zoya sedang tidak baik baik saja


"Duduk disini dan jangan kemana mana" ucap David seraya menarik kursi untuk Zoya


David menghampiri Charlotte dan memberikan hadiah untuknya, betapa senangnya Charlotte ketika membuka hadiah tersebut ternyata adalah sebuah kunci mobil


"Aaaaaaa.... ibu lihatlah" Samuel melihat David menggendong tubuh Zoya keluar dari gedung dan mengejarnya


"Tuan tunggu.... Zoya kenapa?" tanya Samuel saat berhasil menyusul David


"Kenapa kau harus memperdulikan wanita yang bukan milikmu lagi? jangan pernah memberikan perhatian pada wanita ku lagi" ucap David penuh penekanan dengan tatapan tajamnya


Mobil David melesat meninggalkan gedung tempat diadakannya acara pernikahan Charlotte, Dalam hatinya David kesal karena Samuel menaruh perhatian pada Zoya


Sesampainya di rumah David kembali mengangkat tubuh Zoya dan membaringkannya di ranjang, saat dia hendak pergi tiba-tiba Zoya terbangun duduk dan menangis sejadi-jadinya


"Apa yang terjadi padamu?" tanya David seraya duduk di tepi ranjang


"Kenapa semua orang menganggap ku anak haram? apa salahku pada mereka hingga mereka selalu menyakitiku dengan perkataannya?" Zoya terisak mengusap air matanya kasar dengan punggung tangannya


"Apa yang kau katakan? siapa yang membuatmu seperti ini?" tanya David


"Aku benci diriku.. aku benci hidupku.. kenapa tuhan tidak mencabut nyawaku saja? "


"Mungkin perbuatan orang tuamu memang salah tapi kau tidak berdosa, seorang anak tidak bisa memilih ingin dilahirkan dari orang tua seperti apa" ucap David


"Tapi aku hina... kau.. kau menghancurkan hidupku yang berantakan, kau melecehkan aku, apa tidak ada rasa bersalah di hatimu?" Zoya berlutut menunjuk wajah David


"Sekarang aku wanita hina yang hidup bersama bajingan yang telah menghancurkan hidupku, kau bajingan.. kau bajingan" Zoya menjatuhkan tubuh David dan duduk di atas kedua kakinya


"Aku ingin sekali menghajar mu sejak lama" Zoya seakan kehilangan akal dan menampar wajah David yang berada di bawahnya


"Rasakan itu sialan.. hahaha.." Zoya tertawa sambil menangis diatas tubuh David


"Kau sudah gila" David bangun dan berhadapan begitu dekat dengan Zoya


"Kenapa menatapku seperti itu? kau ingin melecehkan aku? tidak untuk hari ini, aku akan membalas perlakuan mu" David belum sempat menjawab tiba tiba Zoya menyerang lebih dulu


Akal sehat David awalnya menolak karena jika Zoya sadar dia tidak akan melakukan hal ini, namun.. akal sehatnya kalah dengan s*hw*t nya dan kini malah membalas perlakuan Zoya

__ADS_1


__ADS_2